Asuransi perjalanan Allianz

Asuransi Bukan hanya Bagi Anda Yang Telah Berumah Tangga

Sudahkah anda menjadi anak yang berbakti bagi orang tua anda? Apakah di saat anda sudah berumah tangga, itu artinya anda berhenti berbakti kepada orang tua anda? Apakah berbakti dan melayani orang tua yang telah membesarkan dan mendidik kita hanya dilakukan di saat kita masih lajang dan masih tinggal bersama sama dengan mereka? Apakah di saat telah menikah dan memiliki rumah tangga sendiri, kita lupa akan jasa orang tua kita dan lebih banyak menghabiskan waktu kita bersama istri dan anak anak kita?

Mungkin saat ini kamu bukanlah orang yang memiliki banyak waktu luang. Jangankan menyempatkan diri mengobrol bersama keluarga, meluangkan waktu untuk diri sendiri saja rasanya begitu susah. Sibuk mengejar mimpi, kamu tidak sempat lagi melihat senyum di wajah orangtua yang kamu cinta. Padahal niatmu berusaha keras adalah untuk membanggakan dan membahagiakan mereka. Dan berapa lama lagi sih waktu yang kamu punya untuk mengukir senyum di wajah mereka?

Setelah menjadi orangtua, ayah-ibumu memangkas habis ego mereka. Semua keputusan diambil untuk kepentingan malaikat kecilnya

Ayah dan ibumu tentu tidak pernah mengatakan padamu betapa banyak yang harus mereka korbankan untuk membesarkan anak kesayangannya. Malam-malam yang tadinya bisa dilewati dengan tenang kini terganggu dengan tangis bayi mungil kelaparan. Mereka juga harus berhemat demi memastikan kaleng susumu masih cukup sampai akhir bulan. Semua ini disimpan jadi rahasia karena mereka tak ingin kamu merasa berhutang pada orangtua.

Bisa jadi pulangnya ayah di tengah malam, dikarenakan pekerjaan tambahan yang dia ambil untuk menambah uang karena bajumu yang terlalu cepat kekecilan. Selepas masa kecil, kebutuhanmu pun kian memuncak. Kini tidak hanya harus berjibaku membeli popok dan membayar uang imunisasi saja, mereka juga harus memikirkan besaran uang sekolah yang harus dibayar tepat pada waktunya.

Deretan kosmetik mahal dan baju dari brand terkenal tidak lagi ada di lemari ibumu. Besaran pendapatan yang tidak seberapa harus diatur sedemikian rupa agar semua keperluan bisa terbayar. Ayahmu juga harus menahan lonjakan keinginan untuk mengoleksi aneka barang antiknya. Alasannya pun sederhana, uang yang biasa ia belikan lemari hias kuno dialokasikan untuk membayar asuransi kesehatan malaikat mungil kesayangannya.

Tak hanya demi memenuhi kebutuhan. Mereka pun membanting tulang agar bisa mengatakan “Iya” pada setiap keinginan anaknya

“Masihkah kamu mengingat saat ingin sekali memiliki mainan dan menangis agar orangtuamu membelikannya?”

Setiap anak memilikinya. Meminta orangtua membelikan barang impian hingga memaksa-maksa. Karena itu, orangtua berjuang tak hanya demi memenuhi kebutuhanmu. Mereka pun akan membanting tulang demi bisa memenuhi keinginanmu.

Orangtuamu tidak selalu memiliki cukup uang ketika kamu datang dengan deretan kemauan. Ingin dibelikan sepatu baru, Play Station, atau mungkin laptop seperti milik sepupumu. Mereka tak akan langsung bilang ‘Tidak’, namun sebisa mungkin akan berusaha membelikannya untukmu. Tidak ada alasan yang lebih dalam, kedua orang tua hanya ingin menngukir rasa bahagia di wajah anak yang begitu mereka cintai.

Tahun-tahun terlewati. Mereka tak ragu mengencangkan ikat pinggang dan mematikan keinginan pribadi demi menggenapi hidup sang buah hati

Bagi kedua orangtua tidak ada yang lebih melegakan dari tergenapinya semua kebutuhan dan keinginan sang anak. Walau harus menahan rasa lapar dan mengesampingkan semua kehendak, tapi itu semua tidak akan dilihat sebagai bentuk kerugian. Pengorbanan dan ketulusan mereka seringkali terpancar lewat kalimat seperti:

“Udah dimakan aja sama kamu, Ibu masih kenyang kok.”

“Kamu dulu aja yang beli baju, ntar kalau ada sisa uang baru Ayah.”

Terkesan sederhana memang, tapi jika semua itu dilakukan karena rasa cinta yang begitu dalam untuk anak. Mereka memprioritaskan semua yang berkaitan dengan sang anak di atas segala hal. Sebesar apapun keinginan atau kebutuhan orangtua, bila itu berbenturan dengan kepentingan si buah hati maka mereka tak akan ragu memundurkannya ke belakang.

Ayah-Ibu jelas tidak meminta imbalan. Namun di hari yang sudah semakin senja, tidak inginkah kamu menorehkan senyum di wajah mereka?

Jika mau sedikit saja membuka corong ingatan, tentu akan ada sangat banyak jejak perjuangan orangtuamu di dalam sana. Baju yang kamu kenakan kini, rumah yang di tinggali hingga saat ini, bahkan sampai lembaran ijazah dengan namamu itu semua adalah bukti rasa cinta mereka kepada anaknya. Sebisa mungkin orangtua selalu berusaha memberikan kenyamanan kepada darah daging yang begitu mereka kasihi.

Kini anaknya yang mungil sudah bermetamorfosis jadi pria atau wanita dewasa. Kamu juga telah memiliki kemampuan untuk membahagiakan mereka. Di tubuh yang semakin sudah renta, mereka butuh pundakmu yang kuat untuk bersandar hingga waktu menutup mata itu tiba. Isilah kesempatan itu dengan usaha sebaik-baiknya.

Waktu mereka punya tidak akan lagi lama. Membahagiakan mereka adalah kewajiban yang harus dituntaskan selagi masih ada.

Kesibukan melakoni pekerjaan atau tugas kuliah tak ayal membuatmu tak lagi cukup waktu untuk bercengkerama dengan orangtua. Sepulangnya kamu dari segala aktivitas harian, hal yang paling diinginkan adalah selimut hangat dan empuknya peraduan. Kamu lupa, bahwa mereka ingin pula kamu ajak bicara, mendengarkan cerita anaknya.

Di akhir pekan pun kamu sudah sibuk dengan aneka janji pergi bersama teman terdekat atau pasangan. Menghabiskan malam sampai pagi hari dilakukan, demi melepas penat karena harus berjibaku dengan target pekerjaan yang memusingkan. Lagi-lagi kamu lupa, bahwa di rumah sana ada orangtua yang kebahagiaannya menjadi tugasmu yang tidak boleh terlupa.

Memang bukan salahmu menghabiskan banyak waktu meraih cita-cita dan berteman sebanyak-banyaknya. Ayah dan ibu juga akan merasa senang melihat keberhasilan yang diukir oleh anak tercintanya. Namun yang jadi pertanyaan, sudahkah kamu menyediakan cukup waktu dan tenaga untuk membahagiakan mereka?

Sudahkah kamu membeli dan melindungi diri kamu dengan asuransi Tapro Allianz? Kamu tidak mau kan jikalau terjadi kemalangan yang menimpa diri kamu nantinya akan menyusahkan orang tua kamu lagi? Jika tiba tiba kamu terdiagnosa penyakit kritis seperti kanker, serangan jantung, stroke, radang otak, atau penyakit kronis lainnya, apakah kamu merasa orang tua kamu akan berdiam diri melihat anak kesayangan nya tidak berdaya dan hanya pasrah menunggu maut menjemput apabila tidak punya uang yang banyak untuk berobat dari penyakit yang mematikan itu?

Bagaimana pun sebagai orang tua mereka pasti akan mengorbankan uang tabungan hari tua mereka untuk biaya pengobatan bagi anaknya bukan? Yang penting bagi mereka adalah kesembuhan bagi putra putri tercinta mereka. Tidak peduli meskipun kamu sudah dewasa atau bahkan kamu sudah berumah tangga dan bahkan sudah memberikan cucu yang lucu2 kepada mereka, tetap saja di mata mereka kamu tetap hanya malaikat kecil mereka.

Lalu apakah kamu sebagai anak tega melihat pengorbanan orang tua kamu yang sedemikian besarnya kepadamu? Oleh sebab itu sadarlah. Hidup ini adalah hidup kamu, jadi bertanggung jawablah atas hidup kamu sendiri. Urus hidup kamu sendiri, jangan bikin susah orang tuamu lagi. Di saat kamu ditawarkan asuransi Tapro dari Allianz, jangan pernah berpikir bahwa sekarang usia saya masih sangat muda, atau saya belum menikah dan belum berumah tangga, jadi belum perlulah memiliki asuransi. Stop pemikiran2 salah seperti itu.

Apakah kemalangan dan musibah bisa datang di saat yang kita bisa prediksi? Apakah penyakit kritis bisa menyerang kita di saat kita telah berumah tangga? Apakah sakit kritis tidak bisa menyerang kita yang masih lajang? Apakah kanker tidak bisa menyerang kita di saat usia kita masih muda? Saya pernah mendengar orang yang meninggal terkena kanker paru paru di usia 19 tahun. Sepupu saja juga meninggal karena stroke (pecahnya pembuluh darah di otak) di saat dia masih lajang.

Trus apa alasan bagi kemalangan atau musibah untuk bisa menunggu atau menunda untuk tidak hadir dalam hidup mu? Apa alasan bagi anda untuk tidak membeli asuransi Allianz Tapro jika anda tahu apabila kemalangan datang menimpa hidup anda, bukan hanya anda saja yang akan menderita dan menanggung akibatnya. Namun orang orang di sekeliling anda mulai dari orang tua, saudara, kerabat juga akan merasakan penderitaan anda. Bahkan orang tua anda pasti rela menjual aset mereka seperti rumah, mobil, perhiasan, simpanan hari tua mereka apabila anda membutuhkan dana darurat untuk berobat.

Jika anda bilang ke mereka kalau tidak perlu berkorban itu semua, apakah mereka akan menuruti perkataan anda? Apakah mereka akan tega melihat anak kesayangan mereka menderita sakit kritis dan hanya tinggal menunggu ajal menjemput? Itu namanya anda lebih tega lagi. Itu artinya anda menyiksa orang tua anda dengan membiarkan mereka menyaksikan anda berpasrah diri menjemput maut.

Terdengar seperti makan buah simalakama kan? Membiarkan orang tua membantu, malah merasa kasihan karena melihat aset2 yang telah mereka kumpulkan sejak masih muda, habis digadaikan hanya demi mengobati penyakit kritis yang menimpa anaknya. Jika tidak membiarkan orang tua membantu, malah membuat mereka tersiksa melihat anaknya menderita tanpa bisa berbuat apa apa. Lalu gimana dong?

Solusinya hanya satu. Beli asuransi Tapro Allianz sekarang. Dengan manfaat perlindungan penyakit kritis yang ada di asuransi Tapro Allianz ini, sudah disediakan uang Pertanggungan yang jumlahnya mulai dari ratusan juta hingga milyaran rupiah yang siap dicairkan di saat anda terdiagnosa penyakit kritis. Jadi biarkan Perusahaan Allianz yang bayar dikala anda sakit. Tidak perlu pakai duit anda maupun duit orang tua anda. Jangan bikin susah orang tua mu lagi. Mereka sudah berkorban banyak memebesarkan dan mendidik kamu hingga dewasa. Sekarang, biarkan asuransi Allianz yang melindungi kamu. Setuju?

Nikmati Ongkos Kirim GRATIS apabila anda memesan Asuransi Allianz melalui kami, Agen Asuransi Allianz di Jakarta.

Beli-asuransi-allianz-Sekarang

Telepon/SMS/WA : 08119292466 

Pin BB : 5D7EC96D 

Email : info@asuransi-jiwa.org

Leave A Comment...