Asuransi Penyakit Kritis Allianz CI100 untuk perlindungan terhadap risiko Kanker Serviks

Banyak orang yang salah kaprah dan gagal paham tentang asuransi penyakit kritis. Itulah yang menyebabkan banyak orang yang menunda nunda untuk memiliki asuransi penyakit kritis. Mereka beranggapan bahwa asuransi penyakit kritis ini dapat dibeli kapan saja asalkan ada uang.

Mereka juga berpikir bahwa setiap saat mereka bisa menghubungi perusahaan asuransi untuk membeli asuransi penyakit kritis.

Asalkan ada uang untuk membayar premi setiap bulan maka asuransi penyakit kritis dapat dengan mudah dimiliki.

Apakah se simpel itu? Semudah itukah untuk memiliki asuransi penyakit kritis? Ternyata tidak. Banyak orang yang kecele dan akhirnya menyesal. Menyesal karena menunda nunda untuk memiliki asuransi penyakit kritis.

Akhirnya pada saat sudah siap untuk membeli, ternyata sudah tidak bisa beli lagi alias ditolak. Seberapa besar dana yang tersedia untuk membayar premi juga percuma karena pengajuan asuransi penyakit kritis nya ditolak.

Loh kok bisa ya? Apakah perusahaan asuransi tidak mau jualan produk asuransi penyakit kritis nya lagi? Apakah kuota orang yang dapat membeli dan memiliki asurasi penyakit kritis dibatasi? Sehingga sampai ada yang mau mendaftar dan membeli asuransi penyakit kritis juga ditolak.

Ternyata bukan demikian. Perusahaan asuransi seperti misalnya Allianz tetap menerima siapapun yang mau membeli asuransi penyakit kritis. Namun sayangnya ada orang yang sudah tidak memenuhi persyaratan lagi untuk memiliki asuransi penyakit kritis.

Bukan hanya karena usianya sudah di atas 70 tahun saja (batas maksismal untuk membeli asuransi penyakit kritis Allianz), tetapi juga karena ada 1 persyaratan yang paling penting yang menyebabkan pengajuan asuransi penyakit kritis Allianz nya tidak disetujui alias ditolak.

Yaitu karena sudah terkena dan terdiagnosa penyakit kritis. Ya ampun, jadi jika sudah terkena dan terdiagnosa penyakit kritis, maka sudah tertutup kesempatan untuk seseorang untuk membeli asuransi penyakit kritis ini.

Bersiap siap lah untuk menghabiskan tabungan dan simpanan selama puluhan tahun untuk mengobati penyakit kritis yang diderita karena sudah tidak bisa lagi mengandalkan uang santunan dari asuransi penyakit kritis Allianz.

Sifat menunda nunda dan menganggap remeh yang pada akhirnya berakibat fatal. Jadi kapan sih waktu yang tepat untuk membeli dan memiliki asuransi penyakit kritis Allianz?

Waktu yang paling tepat untuk membeli asuransi penyakit kritis Allianz adalah sekarang, saat ini juga, detik ini juga saat Anda sedang membaca artikel ini karena Anda dan siapapun tidak akan pernah tahu apakah Anda akan terkena penyakit kritis suatu saat nanti.

Jika misalnya ada potensi untuk kena, kapan kena nya? Kapan terdiagnosa nya? Apakah besok, minggu depan, bulan depan atau bahkan beberapa jam ke depan? Kita tidak pernah tahu.

Daripada menerka nerka dan membuat hidup juga jadi tidak tenang karena merasa kuatir dan takut bahwa suatu waktu bisa terkena penyakit kritis, lebih baik segera membeli dan memilki asuransi penyakit kritis Allianz yang bernama CI100 mulai dari sekarang.

Selagi masih sehat maka Anda masih bisa membeli asuransi penyakit kritis Allianz CI100.

Karena asuransi penyakit kritis ini sebenarnya diperuntukkan bagi orang orang yang masih sehat, bukan orang orang yang sudah jatuh sakit bahkan sudah mengidap penyakit kritis. Bagi Anda yang sudah mengidap penyakit kritis, maka sudah terlambat bagi Anda untuk memiliki asuransi penyakit kritis ini. Asuransi penyakit kritis ini sangat penting bagi siapapun, baik laki laki maupun perempuan, mulai dari anak anak, orang dewasa maupun yang sudah berusia paruh baya.

Bagi kaum hawa, asuransi penyakit kritis ini sangat krusial untuk dimiliki karena ada beberapa jenis penyakit kritis yang umum menyerang mereka seperti kanker serviks. Bahkan kanker serviks ini dapat mengancam jiwa/nyawa.

Biaya pengobatan untuk kanker serviks ini juga bukan main mahalnya. Jika tidak memiliki asuransi penyakit kritis Allianz, Anda bisa bangkrut bahkan melarat untuk menjalani pengobatan dan perawatannya.

Penyebab kanker serviks

Kanker serviks merupakan jenis kanker yang kemunculan terjadi di leher rahim kaum hawa. Semua wanita berbagai usia tetap berisiko mengidap penyakit kanker yang satu ini. Tetapi menurut penelitian, penyakit ini memang cenderung menyerang wanita yang tergolong aktif dalam hal seksual.

Pada tahapan awal, penyakit kanker leher rahim umumnya tidak punya gejala. Gejala paling umum ialah pendarahan vagina setelah melakukan hubungan seks dan terjadi di luar periode menstruasi, maupun terjadi saat masa menopause.

Meski mengalami pendarahan, belum dapat dipastikan bila Anda belum memeriksakan diri ke dokter. Untuk memastikannya, dokter akan melakukan tes. Ada pula yang dapat dilakukan di Puskesmas yang telah dilengkapi fasilitas tes.

Wanita Indonesia Kurang Perhatian Terhadap Serangan Kanker Serviks

Di tahun 2014, organisasi kesehatan dunia, WHO menyatakan bahwa terdapat 92 ribu lebih kasus kematian penduduk Indonesia akibat mengidap penyakit kanker. Dari jumlah tersebut, 10,3 persennya yakni kematian yang dialami wanita akibat mengidap penyakit kanker serviks.

Sejak awal tahun 2000 hingga 2012, wanita yang diserang penyakit kanker leher rahim semakin muda usianya, yakni usia wanita sekitar 21-22 tahun. Hasil penelitian WHO mengungkap bahwa di Indonesia kurang tindakan screening terhadap penyakit kanker. Khususnya screening untuk penyakit kanker serviks. Apa saja screening yang seharusnya dilakukan?

  1. Tes IVA

IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat), salah satu bentuk pemeriksaan atau deteksi dini yang mudah dilakukan. Pemeriksaan dengan pemulasan cairan asam asetat di area serviks. Hanya butuh waktu sekitar 5 menit untuk memperoleh hasil tesnya.

  1. Tes Pap Smear

Tes ini memberi hasil lebih akurat dibandingkan tes IVA, tetapi prosedur pemeriksaan lebih rumit, karena sel-sel serviks akan diambil. Nantinya sel-sel yang telah diambil akan diperiksa melalui mikroskop. Hasil tes baru akan dalam waktu sekitar 1 minggu.

Kurangnya kesadaran terhadap screening, berpengaruh pula pada jumlah angka kematian akibat kanker serviks wanita Indonesia yang termasuk dalam kategori tinggi. Kebanyakan wanita Indonesia penderita kanker leher rahim mengalami keterlambatan diagnosis. Pada umumnya, dampak yang diderita sudah menyebar pada organ lainnya, disaat mereka para penderita memeriksakan kondisi kepada dokter. Inilah mengapa tindakan pengobatan medis yang dilakukan jadi semakin sulit.

Penyebab Penyakit Kanker Serviks

Kanker serviks bermula saat sel-sel sehat mengalami proses mutasi genetik (perubahan DNA). Mutasi genetik tersebut mengubah sel yang normal jadi sel abnormal. Hingga jumlah sel yang abnormal terus bertambah banyak dan selanjutnya membentuk tumor. Sel normal yang sehat secara alami akan tumbuh berkembang biak dalam kecepatan tertentu, namun berbeda dengan sel kanker, berkembang biak dan tumbuh tanpa terkendali.

Perkembangbiakan sel kanker akan menyerang jaringan organ sekitarnya, karena sel kanker dapat terlepas dari tempat awal perkembang biakannya dan menyebar pada organ tubuh lainnya. Proses penyebaran ini disebut metastasis.

Apabila bicara mengenai penyebab kanker serviks, maka jawabannya adalah HPV (Human Papilloma Virus). Meskipun terdapat faktor risiko lain penyebab kanker leher rahim, namun berdasarkan penelitian 99,7 persen disebabkan HPV.

HPV umumnya menular melalui aktivitas seksual, karena terjadi kontak antar kulit kelamin, kontak membran mukosa, dan terjadi pertukaran cairan. Selain itu dapat pula melalui oral seks. Para wanita yang telah melakukan hubungan seksual, diprediksi sekitar 33 % dari mereka akan mengalami infeksi HPV.

Jenis HPV sangat banyak, terdata 100 jenis HPV yang diketahui medis saat ini, tetapi pada sebagian jenis HPV tidak akan menimbulkan gejala mencolok, lalu infeksinya bisa sembuh tanpa butuh penanganan medis. Terdapat pula jenis HPV yang menyebabkan kutil di alat kelamin, umumnya tidak mengakibatkan kanker serviks apabila segera mendapatkan penanganan medis.

 2 jenis HPV yang umum sebabkan kanker serviks ialah HPV 16 serta HPV 18. Kedua jenis HPV tersebut akan mengganggu sel sehat, hingga jumlah sel-sel serviks semakin banyak tak terkendali. Kemudian menyebabkan kemunculan tumor, selanjutnya berubah jadi kanker.

Belum ada obat medis yang benar-benar sempurna menyembuhkan infeksi HPV. Sebagai langkah pencegahan, seluruh wanita sebaiknya melakukan vaksinasi HPV. Hal ini akan berguna untuk mencegah tertular virus HPV dari pasangan.

Sebenarnya dari infeksi HPV menuju kanker umumnya membutuhkan waktu cukup lama, karena dari infeksi HPV akan melalui tahap pra-kanker lebih dulu, barulah benar-benar menjadi kanker sesungguhnya. Oleh karena itu, pemeriksaan medis lebih awal akan memberikan harapan hidup yang lebih besar. Pada masa pra-kanker, dokter akan memantau perkembang biakan sel abnormal dan akan memberikan penanganan medis segera.

Faktor yang Dapat Meningkatkan Risiko Penyebab Kanker Serviks

Terdapat faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko penyebab menderita kanker serviks, diantaranya yaitu :

  1. Aktivitas seksual dini
    Melakukan aktivitas seksual di usia terlalu dini seperti baru mengalami masa pubertas kemudian menikah maupun para remaja pelaku seks bebas, maka risiko infeksi HPV akan lebih besar.
  2. Pasangan seksual yang berganti-ganti
    Setia dengan pasangan seksual akan lebih sehat disbanding mereka yang gemar bergani-ganti pasangan seksual, karena hal ini juga dapat meningkatkan risiko infeksi HPV.
  3. Anal seks dan oral seks
    Di dalam mulut terdapat banyak bakteri, kemudian bakteri dapat sebabkan infeksi dan mengundang virus termasuk HPV. Begitu pula dubur yang sangat rentan terhadap kotoran, bakteri dan virus.
    Para pelaku oral seks dan anal seks berisiko besar terinfeksi HPV yang dapat mengakibatkan kanker serviks. Selain itu pelaku oral seks juga beriko menderita kanker tenggorokan atau leher sebagaimana resiko yang dialami para perokok.

Apabila kanker serviks terlambat diketahui dan tidak segera ditangani, maka perlahan tapi pasti sel kanker akan menyebar menuju organ dalam tubuh lainnya. Kanker dapat menyebar menuju vagina, otot penopang tulang panggul, ginjal, kandung kemih, liver, tulang, hingga paru-paru. Bahkan sel kanker dapat menyebar pada sistem limfatik yang menjalar menuju seluruh tubuh.

Nodus limfa memproduksi banyak sel yang dibutuhkan sistem kekebalan. Jika terinfeksi, maka nodus di area leher maupun bawah ketiak tampak membengkak. Pada beberapa kasus kanker serviks di stadium akhir, organ di dada dan seluruh organ di perut juga dapat terinfeksi kanker.

Bagi Anda para wanita, baik yang masih single maupun yang sudah menikah, lengkapilah diri Anda dengan asuransi penyakit kritis CI100 dari Allianz. Lebih baik mempersiapkan diri untuk skenario terburuk daripada tidak memiliki persiapan sama sekali.

Karena jika Anda tidak memiliki asuransi penyakit kritis Allianz dan apabila kejadian buruk seperti terdiagnosa kanker serviks menimpa Anda, maka Anda langsung akan menghadapi masa depan suram. Uang tabungan Anda akan ludes dan habis untuk membiayai pengobatan dari penyakit ini.

Ditambah lagi Anda juga akan kehilangan penghasilan karena begitu terkena penyakit kanker serviks, otomatis Anda sudah tidak dapat lagi bekerja untuk menghasilkan uang seperti biasanya.

Padahal biaya hidup sehari hari Anda tetap berjalan, Anda tetap butuh makan, biaya tagihan listrik di rumah juga perlu dibayar, gaji pembantu di rumah juga perlu dibayar, belum lagi tagihan air, tagihan pulsa telepon setiap bulan, biaya kebersihan dan lingkungan perumahan, ongkos bensin kemana mana jika Anda berkendara dan masih banyak lagi.

Peringatan ini juga ditujukan kepada para suami suami yang sayang sama istri nya. Anda perlu membeli asuransi penyakit kritis untuk perlindungan terhadap istri Anda tercinta. Saya tahu begitu besarnya rasa cinta dan sayang Anda kepada istri, jikalau istri Anda terkena kanker serviks pastilah Anda akan rela mengorbankan harta benda Anda agar supaya istri Anda dapat sembuh kembali seperti sediakala.

Jadi gadai emas, simpanan, deposito, rumah, tanah, mobil pasti akan Anda lakuin. Namun di satu sisi, Anda juga mempertaruhkan masa depan anak anak dimana mungkin biaya pendidikan yang telah Anda berdua persiapkan untuk si buah hati juga akan terpakai semua nya untuk biaya pengobatan istri.

Jika memiliki asuransi penyakit kritis Allianz, paling tidak risiko ini tidak Anda pikul sendiri. Anda dapat mentransfer risiko finansial ini kepada perusahaan asuransi Allianz. Premi yang perlu Ada bayarkan setiap bulannya juga tidak mahal jika dibandingkan harga yang mesti Anda bayar nantinya jika Anda tidak memiliki asuransi penyakit kritis bagi anggota keluarga Anda yang tercinta.

Nikmati Ongkos Kirim GRATIS apabila anda memesan Asuransi Allianz melalui kami, Agen Asuransi Allianz di Jakarta.

Beli-asuransi-allianz-Sekarang

Telepon/SMS/WA : 08119292466 

Pin BB : 5D7EC96D 

Email : info@asuransi-jiwa.org

Leave A Comment...