Asuransi Penyakit Kritis Allianz Melindungi dari Risiko Operasi Scoliosis Idiopatik

Asuransi Penyakit Kritis Allianz CI100 Melindungi Anda dari Risiko Operasi Scoliosis Idiopatik. Kita tidak pernah tahu apakah di masa mendatang kita akan menderita penyakit kritis tertentu. Asuransi sakit kritis CI100 dari Allianz melindungi Anda dari risiko terkena penyakit kritis.

Ada 100 jenis kondisi penyakit kritis yang dicover antara lain seperti risiko terkena penyakit kanker, stroke, gagal ginjal, serangan jantung dan juga termasuk operasi scoliosis idiopatik.

Namun tentu nya sebelum mendaftar untuk ikut asuransi Allianz ini, Anda harus dalam keadaan sehat. Karena jika Anda sudah terkena sakit penyakit tertentu (baik yang termasuk kategori penyakit kritis atau yang bukan termasuk kategori penyakit kritis), maka kemungkinan pengajuan pendaftaran asuransi Allianz Anda akan ditolak.

Karena syarat untuk ikut asuransi adalah Calon nasabah harus dalam keadaan sehat. Jadi calon nasabah asuransi bukan hanya perlu mempersiapkan uang untuk membayar premi setiap bulannya. Tetapi mereka juga harus dalam keadaan sehat ketika mendaftar. Lalu bagaimana caranya agar bisa diterima menjadi nasabah asuransi sakit kritis Allianz?

Daftarkan lah diri Anda untuk ikut asuransi penyakit kritis Allianz sedini mungkin. Jika saat ini Anda masih sehat, maka mendaftarlah sekarang. Anda juga dapat mendaftarkan anak anak Anda yang masih kecil untuk melindungi anak anak dari risiko terkena penyakit kritis sedini mungkin. Jangan sampai jika sudah terkena penyakit kritis, baru sibuk cari uang untuk biaya pengobatan.

Padahal selagi masih sehat, sudah diberi kesempatan untuk segera mengambil inisiatif untuk mendaftar asuransi Allianz. Jadi jika ditanya, kapan waktu yang tepat untuk membeli asuransi penyakit kritis Allianz? Jawabannya adalah sekarang juga.

Dalam kehidupan sehari-hari, mungkin tidak mudah mengenali seorang yang mengalami gangguan tulang belakang seperti skoliosis. Tentu membutuhkan pengamatan mendetail agar bisa melihat bahwa struktur tulang belakang melengkung ke bagian samping. Biasanya skoliosis sering diderita anak-anak hingga remaja yang mengalami masa pubertas.

Bukti penelitian pun menyebutkan bahwa anak perempuan sering mengalami skoliosis idiopatik atau kondisi skoliosis yang tidak diketahui penyebabnya dan membutuhkan pengibatan operasi skoliosis idiopatik.

Pengertian skoliosis idiopatik

Kelainan skoliosisi dibagi dalam empat kelompok yakni skoliosis idiopatik, skoliosis degeneratif, skoliosis kongenital dan skoliosis neuromuskular. Selain skoliosis idiopatik, tiga kelompok kelainan lain tentu memiliki penyebab dan gejala seperti skoliosis kongenital yang disebabkan oleh kelainan struktur tulang belakang sejak janin ada dalam kandungan. Skoliosis degeneratif sering terjadi pada orang dewasa yang mengalami pertambahan usia atau gangguan penyakit, sedangkan skoliosis neuromuscular terjadi akibat penyakit lumpuh otak.

Operasi Scoliosis Idiopatik

Kalau skoliosis idiopatik sendiri adalah kelainan struktur tulang belakang yang tidak diketahui penyebab dan gejala yang pasti. Kelainan ini juga tidak bisa dicegah atau disebabkan oleh faktor genetik menurut para ahli.

Meski begitu, hampir lebih dari 80% kasus skoliosis adalah tipe idiopatik. Banyak kasus skoliosis idiopatik pada anak bisa kembali normal seiring perkembangan usia tanpa harus melalui proses operasi skoliosis idiopatik.

Ada tiga jenis skoliosis idiopatik yang perlu diketahui antara lain sebagai berikut.

  1. Skoliosis idiopatik infantil

Terjadi pada anak yang berumur kurang dari tiga tahun dan biasanya anak laki-laki cenderung mengalami masalah ini dibandingkan dengan perempuan. Anak-anak yang mengalami masalah ini umumnya tidak membutuhkan perawatan tertentu sebab bisa berfungsi normal seiring perkembangan usia mereka.

  1. Skoliosis idiopatik juventil

Skoliosis idiopatik yang didasarkan umur anak rentang 4-10 tahun yang membutuhkan operasi skoliosis idiopatik. Pembedahan akan dilangsungkan jika kurva >500 dan terus menunjukkan progresifitas.

  1. Skoliosis idiopatik Adolescent

Anak-anak perempuan yang mengalami masa pubertas sering mengalami tingkatan skoliosis idiopatik Adolescent. Apabila lengkungan kurang dari sepuluh derajat masih bisa dikatakan normal. Dokter akan mendiagnosa remaja putri yang berusia 10 tahun keatas yang mengalami skoliosis kelompok ini.

Proses penanganan operasi skoliosis idiopatik

Skoliosis bisa menyebabkan masalah fatal jika tidak mendapatkan penanganan yang benar seperti komplikasi. Misalnya ketika tulang belakang melengkung ke samping lebih dari 70% pun akan membuat penderita kesulitan bernapas.

Selain itu, bisa pula menyebabkan masalah lain seperti sakit punggung, masalah saraf hingga terjadi depresi akibat kurang percaya diri pada postur tubuh masing-masing. Operasi skoliosis idiopatik dilakukan jika pengobatan pertama yang dilakukan tidak memberikan hasil.

Dokter akan melakukan pemeriksaan X-Ray untuk memastikan diagnosa skoliosis. CT scan atau MRI scan dilakukan jika diketahui bahwa ada penyebab lain seperti tumor yang menyebabkan skoliosis.

Pemeriksaan fisik X-Ray akan terus dilakukan hingga enam bulan lamanya untuk melihat perkembangan tulang belakang, diberikan penyangga pada anak-anak skoliosis, memberikan obat pereda nyeri dan melakukan operasi skoliosis idiopatik sebagai langkah akhir jika tidak memberikan hasil maksimal.

Pada penderita skoliosis idiopatik, teknik operasi yang dilakukan adalah mikrodekompresi. Mikrodekompresi memiliki tujuan yang bisa mengangkat tekanan saraf agar rasa sakit yang sering dialami menghilang selamanya. Tentu saja tetap memiliki risiko seperti lekukan pada struktur tulang belakang semakin parah. Namun, pengobatan skoliosis idiopatik sangat pentung agar bisa mencegah lekukan tulang belakang yang semakin buruk seiring perkembangan usia.

Operasi skoliosis idiopatik bisa saja berisiko pada penderita seperti pasien yang melakukan operasi bisa saja mengalami pergeseran tangkai baja, infeksi, kerusakan saraf dan pembekuan darah. Tentu wajib berkonsultasi dengan dokter terpercaya dalam memilih prosedur pembedahan yang benar termasuk analisa risiko yang mungkin saja terjadi.

Khusus kasus skoliosis idiopatik juventil, risiko lekukan tulang belakang semakin buruk bisa saja terjadi. Dibutuhkan pengamatan, pemeriksaan dan langkah perawatan yang benar agar hal tersebut bisa dicegah sedari dini. Mengetahui lekukan sejak dini bisa membantu dilakukan upaya yang benar agar tulang belakang tidak mengalami pertumbuhan yang terlalu buruk.

Sedangkan pada penderita skoliosis idiopatik adolescent, wajib melakukan pengamatan dan pengukuran X-Ray secara rutin. Tentu selain obat dan operasi skoliosis idiopatik, olahraga yang baik serta fisioterapi bisa menjadi salah satu perawatan menguatkan postur tubuh.

Apabila Anda memiliki asuransi penyakit kritis CI100 Allianz ketika Anda menjalani Operasi Scoliosis Idiopatik maka Anda dapat mengajukan klaim ke Allianz untuk mendapatkan uang pertanggungan (uang santunan) penyakit kritis dalam jumlah besar (sesuai dengan kesepakatan di awal).

Uang santunan sakit kritis ini dapat Anda menfaatkan untuk mengganti uang uang telah Anda keluarkan untuk menjalani operasi scoliosis idiopatik sebelumnya. Apabila masih ada sisa maka uangnya bisa Anda manfaatkan untuk biaya pengobatan lanjutan atau ditabung untuk keperluan lain di kemudian hari.

Nikmati Ongkos Kirim GRATIS apabila anda memesan Asuransi Allianz melalui kami, Agen Asuransi Allianz di Jakarta.

Beli-asuransi-allianz-Sekarang

Telepon/SMS/WA : 08119292466 

Pin BB : 5D7EC96D 

Email : info@asuransi-jiwa.org

Leave A Comment...