Asuransi Penyakit Kritis Allianz memiliki Survival Period Tersingkat

Apa maksudnya survival period atau masa bertahan hidup di dalam asuransi penyakit kritis? Kalau Anda belum tahu berikut ini ulasan singkatnya.

Survival period atau masa bertahan hidup di dalam asuransi penyakit kritis adalah persyaratan yang diwajibkan oleh sebuah perusahaan asuransi dalam membayar klaim asuransi penyakit kritis yang dilakukan oleh nasabah. Survival period ini berbeda beda antara satu perusahaan asuransi dengan perusahaan asuransi yang lain. Ada yang 30 hari, 14 hari, 7 hari atau bahkan 0 hari.

Oleh sebab itu sangat penting bagi anda untuk menanyakan tentang survival period ini di saat anda sedang mencari dan memilih untuk membeli asuransi penyakit kritis. Jangan hanya tergiur dengan premi yang murah saja, tetapi anda juga mesti mempertimbangkan survival period/ masa bertahan hidup yang paling singkat.

Contoh dari survival period ini adalah demikian.

Survival period 7 hari artinya adalah untuk melakukan klaim UP penyakit kritis maka persyaratannya adalah si nasabah/tertanggung harus masih bisa bertahan hidup 7 hari setelah dia didiagnosa terkena penyakit kritis. Jadi klaim UP penyakit kritis ke perusahaan asuransi dilakukan di hari ke 8. Kalau pasien meninggal sebelum 7 hari maka klaim nya tidak dapat dilakukan.

Jika Pak Anthony tanggal 1 Januari 2016 hasil biopsinya menunjukkan terjadi kanker ganas stadium akhir, maka untuk syarat pencairan klaim asuransi penyakit kritis ini maka pada tanggal 7 Januari 2015 Pak Anthony harus masih hidup. Apabila Pak Antohony meninggal dunia sebelum tanggal 7 januari 2015 maka klaim tidak dapat dilakukan.

Oleh sebab itulah sangat penting untuk memilih dan mencari asuransi penyakit kritis yang menawarkan survival period/ masa bertahan hidup yang paling singkat. Survival period asuransi penyakit kritis yang semakin singkat maka semakin baik. Coba cek polis anda berapa lama survival period dari asuransi penyakit kritis yang anda miliki saat ini?

Ketika anda sudah tahu maksud survival period ini sekarang harusnya anda lebih bijak memilih asuransi sakit kritis yang lebih baik. Nah sekarang coba bayangkan nasabah asuransi penyakit kritis yang kena penyakit sudden death alias serangan jantung. Biasanya orang yang terkena serangan jantung, banyak yang meninggal dunia di saat itu juga. Artinya apa ?

Jika asuransi penyakit kritisnya memiliki survival period, maka UP penyakit kritis nya tidak akan cair saat di klaim. Yang bisa cair hanya UP meninggal dunia saja. Tetapi jika survival period nya 0 hari, maka di saat si tertanggung itu terkena serangan jantung pertama trus saat itu juga meninggal dunia, maka ahli waris nya akan memperoleh 2 Uang pertanggungan sekaligus yaitu UP penyakit kritis dan UP jiwa.

kabar baiknya adalah anda tidak perlu mencari kemana mana lagi karena asuransi penyakit terbaik di indonesia saat ini hanya ada di Allianz. Selain menawarkan manfaat UP yang sangat tinggi dengan premi yang sangat terjangkau, asuransi penyakit kritis di Allianz juga menawarkan masa bertahan hidup/ survival period tersingkat jika dibandingkan dengan asuransi penyakit kritis dari perusahaan lain. Di Allianz, terdapat 3 manfaat perlindungan sakit kritis yang dapat anda pilih yaitu CI, CI+ dan CI100.

Di CI dan CI+, tidak ada survival period alias 0 hari. Jadi jika case yang terjadi seperti contoh serangan jantung yang tadi telah diutarakan, maka ahli waris dapat melakukan klaim penyakit kritis dan jiwa sekaligus di saat si tertanggung meninggal dunia akibat serangan jantung. Hebat kan? Jarang sekali loh ada asuransi penyakit kritis yang menawarkan survival period 0 hari. Hanya di Allianz yang bisa seperti ini.

Sedangkan untuk CI100, survival period nya juga sangat singkat yaitu 7 hari. Di perusahaan asuransi lain, rata rata, survival period dari produk asuransi penyakit kritis mereka adalah 14 hari bahkan lebih. Jadi kalau begitu bukankah lebih baik memilih CI dan CI+ daripada CI100 kalau di Allianz? Jika melihat dari segi survival period saja, memang CI dan CI+ lebih unggul dibandingkan CI100. Tapi jika dilihat dari sisi yang lain, banyak sekali kelebihan dari CI100 yang tidak dimiliki oleh CI dan CI+.

CI100 adalah asuransi penyakit kritis dari Allianz yang mengcover 100 kondisi penyakit kritis termasuk dari early stage (tahap awal) sampai dengan usia si tertanggung mencapai 100 tahun.

CI+ adalah asuransi penyakit kritis dari Allianz yang mengcover 49 kondisi penyakit kritis dari tahap advance, sampai dengan usia si tertanggung mencapai 70 tahun.

CI adalah asuransi penyakit kritis dari Allianz yang mengcover 49 kondisi penyakit kritis dari tahap advance, sampai dengan usia si tertanggung mencapai 70 tahun. Beda nya dengan CI+ adalah, di CI, UP penyakit kritis ini mengurangi UP jiwa. Sedangkan di CI+ dan CI100, UP penyakit kritis terpisah dengan UP jiwa.

Jadi jika demikian,sebagai nasabah yang ingin mendapatkan proteksi yang maksimal, manakah asuransi penyakit kritis yang sebaiknya dipilih di Allianz?

Saran saya, pilihan utama nya tentu saja CI100 karena meskipun memiliki survival period selama 7 hari, namun perlindungan yang diberikan lebih banyak yaitu 100 kondisi penyakit kritis, bahkan mulai dari early stage dan lebih lama yaitu sampai dengan usia tertanggung mencapai 100 tahun. Boleh dibilang sudah melindungi seumur hidup ini. Jadi apabila si tertanggung terkena penyakit kritis di usia 80 tahun, masih tetap bisa di klaim.

Berbeda dengan CI dan CI+ yang hanya mengcover sampai usia 70 tahun saja. Jadi jika terkena sakit kritis di usia 71 tahun, otomatis tidak bisa melakukan klaim lagi karena sudah lewat masa proteksi nya.

Semua asuransi penyakit kritis di perusahaan asuransi lain semuanya memberikan manfaat masa proteksi rata rata hanya sampai 70 tahun saja. Ini fakta, silahkan di cek kebenarannya karena saya sendiri telah melakukan survey dan perbandingan.

Lalu jika membeli asuransi penyakit kritis CI100, berarti tidak tercover oleh manfaat serangan jantung donk yah karena rata rata orang yang terkena serangan jantung kan langsung meninggal dunia di saat itu juga. Sedangkan di CI100 ada survival period atau masa bertahan hidup selama 7 hari.

Jadi apa tujuan anda beli asuransi penyakit kritis khususnya yang CI100 ini ? Kalau terjadi resiko serangan jantung yang mengakibatkan meninggal dunia maka harus siap-siap tidak bisa klaim untuk manfaat sakit kritisnya. Sehingga kalau untuk proteksi dari serangan jantung, asuransi penyakit kritis CI100 ini menjadi kurang begitu bermanfaat.

Tetapi asuransi penyakit kritis CI100 ini sangat bermanfaat untuk proteksi penyakit kritis selain jantung seperti kanker, gagal ginjal, atau stroke yang memiliki probabilitas bertahan hidup yang lebih panjang sehingga klaim asuransi penyakit kritis nya bisa dibayarkan perusahaan asuransi.

Nah, untuk mengatasi hal ini, jika anda memiliki dana lebih ada baiknya anda membeli 2 buah polis Tapro Allianz dimana masing masing memberikan manfaat yang berbeda. 1 Polis Tapro Allianz tidak dapat dilengkapi dengan CI100 dan CI+ sekaligus, anda harus pilih salah satu. Oleh karena itu, cara mengakalinya adalah belilah 2 buah polis. Allianz tidak membatasi seseorang untuk memiliki lebih dari  satu buah polis Tapro kok. 1 Orang boleh memiliki 2 bahkan 3 polis asuransi Tapro Allianz tanpa batasan.

Jadi kembali lagi ke yang tadi. Berarti polis Tapro yang satu pakai CI100 dan yang satu lagi pakai CI+. Jadi jika anda terkena sakit kritis di tahap awal atau setelah lewat 70 tahun, anda dapat melakukan klaim CI100. Sedangkan jika anda terkena serangan jantung pertama trus meninggal dunia, ahli waris anda dapat melakukan 2 klaim sekaligus yaitu CI+ dan jiwa.

Nikmati Ongkos Kirim GRATIS apabila anda memesan Asuransi Allianz melalui kami, Agen Asuransi Allianz di Jakarta.

Beli-asuransi-allianz-Sekarang

Telepon/SMS/WA : 08119292466 

Pin BB : 5D7EC96D 

Email : info@asuransi-jiwa.org

Leave A Comment...