Asuransi sakit kritis lebih penting daripada asuransi kesehatan

Asuransi sakit kritis (Critical Illness Insurance) itu lebih penting daripada asuransi kesehatan (Health Insurance). Benarkah demikian? Banyak orang awam di luar sana yang masih bingung dengan pengertian asuransi sakit kritis, mereka beranggapan bahwa sakit kritis ini sudah termasuk di dalam asuransi kesehatan. Makanya tidak heran pada saat seseorang menanyakan dan ingin mencari asuransi kesehatan, saat ditanya dibalik apakah mau ambil asuransi penyakit kritis nya sekalian, jawabannya kebanyakan seperti ini “Asuransi Kesehatan itu apakah tidak termasuk penyakit kritis?” Nah loh, dari jawaban ini saja sudah ketahuan sekali kalau pengertian asuransi kesehatan dan asuransi penyakit kritis masih rancu.

Baik saya akan menjelaskan sekilas tentang perbedaannya. Banyak orang yang menelepon dan menanyakan ke saya tentang asuransi kesehatan. Karena asuransi kesehatan itu adalah asuransi yang sudah sangat familiar di tengah masyarakat Apalagi dengan adanya BPJS, semakin familiar lah orang dengan yang namanya asuransi kesehatan. Jadi apa asuransi kesehatan itu sebenarnya?

Asuransi kesehatan adalah asuransi yang membayarkan biaya biaya perawatan yang timbul saat kita dirawat di rumah sakit baik karena sakit maupun kecelakaan. Biasanya kita sebagai nasabah asuransi kesehatan akan mendapatkan kartu askes (asuransi kesehatan) yang bisa digunakan untuk mendapatkan fasilitas cashless saat kita dirawat di rumah sakit.

Fasilitas cashless adalah fasilitas dimana kita tidak perlu mengeluarkan uang saat akan dirawat inap di rumah sakit, cukup dengan menunjukkan kartu itu ke pihak rumah sakit, maka kita akan diizinkan untuk menjalani perawatan di rumah sakit tersebut. Kita hanya perlu membayar apabila terdapat selisih biaya perawatan antara biaya aktual yang timbul dengan plafon yang kita ambil di perusahaan asuransi kecuali jika askes yang kita ambil adalah askes tanpa plafon alias yang membayarkan biaya perawatan rawat inap rumah sakit sesuai tagihan rumah sakit berapapun jumlahnya asalkan tidak melebih 6 Milyar per tahun seperti ditawarkan oleh produk askes Premium dari Allianz yaitu Smartmed Premier.

Untuk askes lainnya seperti Hospital and Surgical Care Plus, Smarthealth Maxi Violet maupun Allisya Care, semuanya ada plafon (limit) sesuai dengan plan yang diambil oleh masing masing nasabah asuransi Allianz.

Jadi intinya dalam asuransi kesehatan, perusahaan asuransi akan mengganti biaya perawatan yang timbul ke pihak rumah sakit atas perawatan yang kita jalani di rumah sakit tersebut. Jika kita tidak menggunakan kartu cashless maka semua perawatan rumah sakit yang timbul akan kita bayarkan terlebih dahulu pakai uang pribadi kita, baru kemudian, akan kita reimburse ke pihak asuransi. Di Allianz, reimburse askes cuma butuh 7 hari kerja dengan aplikasi Allianz Eazy Claim yang bisa di download di handphone berbasis IOS atau Android. (Sampai saat ini, blum ada satu asuransi pun yang memiliki aplikasi ini, hanya di Allianz yang punya.)

Bisa anda bayangkan betapa repotnya anda untuk mengirim berkas utk klaim jika anda sedang dirawat di rumah sakit luar negeri. Dengan aplikasi ini anda tinggal foto saja semua berkas dan dikirim lewat aplikasi, sama mudahnya seperti saat anda pesan Gojek, Uber, dll, begitulah Allianz sudah lebih maju dalam hal ini dibanding yang lain.

Itu sekilas penjelasan tentang asuransi kesehatan, lalu bedanya dgn asuransi sakit kritis itu apa? Asuransi penyakit kritis adalah asuransi yang memberikan uang santunan secara lump sum (sekaligus) di saat si nasabah asuransi terdiagnosa terkena sakit kritis. Penyakit kritis itu meliputi kanker, gagal ginjal, serangan jantung, stroke, dan lain lain yang biaya untuk sembuhnya sangatlah besar.

Jadi apakah asuransi kesehatan itu termasuk asuransi sakit kritis? Jawabannya adalah tidak. Asuransi sakit kritis adalah asuransi di luar asuransi kesehatan yang berdiri sendiri. Jadi apakah jika terkena sakit kritis, kita tidak bisa menggunakan asuransi kesehatan yang kita miliki? Loh, ya tetap bisa. Jadi selama anda dirawat inap di rumah sakit, jika anda memiliki asuransi kesehatan, maka gak peduli anda dirawat karena sakit ringan, atau sakit parah karena sakit kritis atau karena kecelakaan semuanya akan dicover biayanya oleh asuransi kesehatan yang anda miliki.

Jadi di asuransi kesehatan, kata kunci nya adalah ” Selama anda sakit dan dirawat inap di rumah sakit, maka asuransi kesehatan akan meringankan biaya perawatan anda”. Nah apabila saya kena sakit kritis trus saya tidak dirawat inap di rumah sakit, bagaimana? Ya berarti asuransi kesehatan anda tidak bermanfaat. Asuransi kesehatan anda hanya bermanfaat selama anda dirawat inap di rumah sakit. Jika anda cari pengobatan alternatif, cari tabib, sinshe, akupunctur, makan suplemen dan lain lain, asuransi kesehatan tidak akan mengcover biaya itu.

Lalu jika saya kena sakit parah tapi saya cari pengobatan alternatif selain dirawat inap di rumah sakit, saya mesti pakai uang pribadi saya donk utk membayar semua biaya itu. Jawabannya iya apabila anda tidak memiliki asuransi sakit kritis. tetapi bila anda memiliki asuransi penyakit kritis, maka anda akan dapat uang klaim dalam jumlah besar (ratusan juta sampai milyaran) yang akan ditransfer ke rekening bank pribadi anda dan bebas untuk anda gunakan.

Bebas digunakan artinya mau digunakan untuk berobat bisa, mau digunakan untuk jalan jalan bisa, mau digunakan untuk buka usaha bisa, mau digunakan untuk beli mobil baru bisa, mau digunakan untuk beli rumah bisa, mau digunakan untuk investasi di saham juga bisa, mau dihibahkan juga boleh, tidak ada yang melarang. Uang itu sudah hak milik anda, mau digunakan untuk apa saja terserah. Jadi enak mana? Punya asuransi kesehatan atau asuransi penyakit kritis? Lebih penting mana? Asuransi penyakit kritis atau asuransi kesehatan.

Berikut ini adalah penjelasan dari salah satu dokter di salah satu rumah sakit swasta terbesar di Jakarta mengenai pentingnya asuransi sakit kritis yang sering tidak disadari oleh banyak orang.

Dr. Pandu Ranggabirawa adalah Dokter IGD Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk, Jakarta. Pada suatu kesempatan beliau diundang ke Allianz untuk menyampaikan informasi mengenai Pencegahan Dini dan Penanganan Maksimal Penyakit Kritis.

Beliau mengupas tuntas tentang ada apa dengan penyakit kritis, pencegahan dini, dan bagaimana cara penanganan maksimalnya. Di tengah kesibukannya sebagai seroang dokter, beliau masih menyempatkan diri untuk sharing.

Dalam kesempatan itu, Dokter Pandu memberikan informasi lengkap tentang penyakit-penyakit kritis yang sebabnya terkadang tidak diketahui orang, dan gejalanya juga terkadang terlewatkan oleh orang.

Pasien tua dan muda selalu ada yang terkena sakit kritis, bahkan Dokter Pandu berkata pasien termuda yang pernah dia temui adalah anak berusia 17 tahun, meninggal karena serangan jantung.

Stroke pada orang berusia 28 tahun.

Mengapa semua bisa terjadi? Mengapa penyakit kritis bisa menimpa orang yang berusia muda?

Banyak faktor, salah satunya adalah gaya hidup, yaitu makanan yang dikonsumsi, minuman, rokok, pola tidur, dan sebagainya.

Banyak orang berkata ada yang namanya stroke ringan dan berat. Salah! Stroke tidak ada ringan maupun berat. Stroke pada dasarnya ada dua penyebab, penyumbatan di pembuluh darah otak, dan pecahnya pembuluh darah di dekat otak.

Cara penanganannya pun berbeda. Banyak broadcast bbm yang mengatakan tusuk jari dengan jarum. Salah! Itu tidak mengatasi sama sekali. Cara terbaik adalah membawa pasien ke Rumah Sakit dengan segera dan ditangani oleh pihak yang lebih mengerti.

Penyumbatan di pembuluh darah otak dapat ditangani dengan obat pengencer darah, itupun harus dalam masa Golden Period, yaitu 4 jam sejak terjadinya stroke.

Harga satu botol obat pengencer darah adalah seharga satu motor Honda Vario, dan kita harus menyiapkan dana sebesar empat buah motor vario untuk dapat sembuh. Itupun harus dilihat lagi kondisi selanjutnya.

Penanganan untuk pecahnya pembuluh darah di dekat otak itu sangat berbeda dengan penanganan untuk penyumbatan. Pecahnya pembuluh darah di otak harus dilakukan operasi, yaitu tengkorak kepala di bor dan di buka untuk di sedot cairan darahnya.

Penyebab kematian terbesar menurut data WHO adalah penyakit kritis, yaitu 67%.

Tapi ternyata data itu tidak sepenuhnya benar, data di Allianz, penyakit kritis menyebabkan lebih dari 95% kematian.

Sedikit bercerita, Dr. Pandu mengisahkan bagaimana dia menjadi concern tentang pentingnya asuransi, penyakit kritis dan menghimbau semua orang untuk memiliki asuransi sakit kritis, dimana yang tadinya dia sama sekali tidak menghiraukan.

Sahabat beliau menelpon dan dengan panik meminta tolong untuk menjemput ibunya dengan ambulans.

Dengan sigap Dr. Pandu mengirimkan ambulans dan menjemput, lalu berbincang dengan sahabatnya tersebut.

Gejala stroke yang diderita ibu sahabatnya itu oleh dokter syaraf mengharuskan pasien di rawat di kamar ICU dan perhitungan biaya adalah 10 Juta per hari, dengan minimal perawatan 30 hari, belum termasuk biaya obat-obatan 70 Juta, jadi total biaya yang harus disiapkan adalah 370 Juta.

Dokter syaraf berkata, kalau kamu tidak punya uang 370 Juta sebaiknya kamu jangan masukkan ke Rumah Sakit, karena percuma, daripada setengah jalan dan tidak sanggup bayar dan harus lewat, kan sayang.

Sejak kejadian itu Dr. Pandu “klik” dengan yang namanya asuransi sakit kritis, dan segera menghubungi agen Allianz untuk mengambil asuransi Allianz dengan UP Sakit Kritis untuk orang tuanya sebesar 1 M, dengan premi 7,5 jt per bulan.

(Besarnya UP dan premi asuransi tergantung usia. Semakin muda kita berasuransi, maka premi semakin murah dan UP semakin besar. Untuk Usia di bawah 30 tahun, premi 500.000 per bulan saja bisa mendapatkan UP sakit kritis 500 juta atau dengan premi 1 juta per bulan bisa memperoleh UP sakit kritis 1 M)

Orang biasanya tidak percaya sebelum mengalami. Tapi bagi yang sudah mengalami, pasti tahu betapa mahalnya sakit itu, apalagi sakit kritis.

penyakit kritis allianz

Dan ternyata banyak orang yang tidak sadar bahwa biaya non medical itu LEBIH BESAR daripada biaya medical.

Biaya tersembunyi penyakit kritis yang seringkali orang abaikan:

  • Biaya akibat penghasilan yang hilang karena tidak mampu bekerja
  • Biaya yang hilang akibat harus merawat orang yang dicintainya
  • Biaya untuk membeli nutrisi khusus
  • Biaya transportasi karena harus berobat ke luar negeri
  • Biaya berobat alternatif yang tidak dicover oleh perusahaan
  • Biaya pendidikan anak yang tidak bisa berhenti
  • Biaya hidup seluruh anggota keluarga

Dan semua biaya-biaya itu, tidak bisa dibayar oleh BPJS maupun asuransi kesehatan dengan limit terbesar sekalipun baik dari perusahaan maupun asuransi.

Semua itu hanya dapat dibayar dengan uang tunai.

sakit kritis allianz

Dr. Pandu menghimbau agar kita yang masih sehat bisa sadar untuk punya proteksi sakit kritis, uang tunai besar agar kita terhindar dari bencana keuangan.

Terima kasih Dokter Pandu sudah berbagi dengan kami.

Lalu bagaimana dengan anda? Setujukah anda kalau asuransi sakit kritis itu lebih penting daripada asuransi kesehatan? Sudahkah anda lengkapi asuransi anda yang anda miliki dengan asuransi sakit kritis? Untuk masalah asuransi penyakit kritis, pilihlah Asuransi sakit kritis dari Allianz karena terbukti Asuransi penyakit Kritis Allianz adalah asuransi sakit kritis terbaik dan termurah yang ada di pasar saat ini.

Di Allianz terdapat 3 alternatif asuransi Penyakit kritis yang dapat dipilih yaitu CI100, CI+ dan CI.

Nikmati Ongkos Kirim GRATIS apabila anda memesan Asuransi Allianz melalui kami, Agen Asuransi Allianz di Jakarta.

Beli-asuransi-allianz-Sekarang

Telepon/SMS/WA : 08119292466 

Pin BB : 5D7EC96D 

Email : info@asuransi-jiwa.org

Leave A Comment...