Bayar Biaya Rumah Sakit yang Mahal dengan Asuransi Allianz

Mahalnya biaya kesehatan tampaknya masih menjadi permasalahan utama yang sulit diselesaikan. Tingginya bea masuk untuk alat-alat kesehatan ditambah dengan mahalnya bahan baku obat-obatan menjadi faktor-faktor yang menyebabkan mahalnya biaya kesehatan di rumah sakit. Sebagai contoh biaya perawatan almarhum Olga Syahputra (32) di Rumah Sakit Mount Elizabeth Singapura yang konon kabarnya mencapai milyaran rupiah.

Baca selengkapnya http://www.akulebay.com/inilah-biaya-total-perawatan-olga-selama-di-singapura/

Atau seperti yang dialami oleh Gandung (54) dan keluarga besarnya beberapa waktu lalu sempat kebingungan. Hal itu terjadi karena ibu mereka, Nenek Har (86) terjatuh dari kamar mandi. Akibatnya, tulang iganya patah dan berimbas kepada aktivitasnya sang ibu yang jadi serba terbatas. Lama-kelamaan, kondisi Nenek Har pun terus menurun. Maka, tanpa berpikir lagi, Gandung dan keluarga besarnya segera membawa Nenek Har ke sebuah rumah sakit.

Saat berada di rumah sakit, karena usia yang sudah cukup renta, dokter pun melakukan analisis lebih mendalam. Ternyata, setelah  diperiksa secara lebih menyeluruh, kondisi Nenek Har jauh lebih parah dan harus segera dirawat di rumah sakit. Salah satunya, karena selama dirawat di rumah, kencing dan buang air besar Nenek Har tidak teratur. Organ ginjalnya jadi bermasalah dan harus segera dilakukan tindakan.

Karena kondisinya sudah dianggap darurat dan kritis, Nenek Har membutuhkan perawatan yang lebih intensif. Untuk itu, ia harus ditangani oleh beberapa dokter spesialis sekaligus. Dengan pengananan itu, menurut Gandung, untuk sewa kamar ICU saja, ia dan keluarga harus mengeluarkan biaya sekitar Rp4 juta semalam. Belum termasuk pengobatan seperti biaya suntikan, biaya obat, dan ada kemungkinan tindakan operasi untuk ginjal. Gandung mengatakan, saat harus dirawat di rumah sakit, biaya yang dibutuhkan sangat besar untuk kebutuhan perawatan tersebut.

Kisah Olga dan Gandung tersebut adalah sebuah gambaran nyata, betapa biaya rumah sakit adalah komponen yang tak bisa diprediksi berapa kebutuhan biayanya. Bahkan, tak jarang, perawatan di rumah sakit bisa mengakibatkan kebangkrutan keuangan seseorang. Hal ini salah satunya diungkapkan oleh ahli keuangan dari sebuah perusahaan keuangan di Amerika Serikat Jason Alderman. Ia mengatakan, lebih dari separuh kebrangkrutan keuangan seseorang diakibatkan karena tingginya tagihan biaya kesehatan. (huffingtonpost.com, 29 Desember 2010).

Lantas, bagaimana agar kita bisa mengatasi mahalnya biaya rumah sakit?

Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan, untuk meminimalisir biaya perawatan:

Saya membaginya ke dalam dua kategori. yang pertama tindakan kuratif, yaitu tindakan setelah terjadinya musibah.

  1. Meminjam kepada teman

Hubungi sebanyak-banyaknya teman Anda yang mungkin bisa Anda pinta-i tolong untuk meminjamkan uang untuk biaya rumah sakit. Dengan catatan Anda harus mengembalikan uang pinjaman tersebut dikemudian hari sesuai kesepakatan.

  1. Menjual asset pribadi (tanah, perhiasan, rumah, dll)

Hal ini bisa Anda lakukan Jika Anda mempunyai asset pribadi seperti tanah, perhiasan, rumah, kendaraan, dll, yang bisa Anda jual untuk membayar biaya rumah sakit atau menutupi kekurangannya.

  1. Meminta sejumlah keringanan dari rumah sakit

Jika memungkinkan, sebenarnya pasien atau keluarganya bisa meminta keringanan biaya dari obat-obatan dan jenis perawatan yang diberikan. Misalnya, meminta jenis obat generik untuk mendapatkan obat dengan harga lebih terjangkau, hingga meminta dirawat di ruang perawatan dengan biaya sewa yang lebih terjangkau. Bahkan jika memungkinkan, karena salah satu komponen biaya rumah sakit adalah biaya sewa ruangan, kita bisa meminta pasien dirawat di rumah sendiri bila memungkinkan.

Yang kedua yaitu tindakan preventif, yaitu tindakan yang dilakukan sebelum musibah terjadi.

  1. Menyiapkan dana darurat

Sebagaimana namanya, dana darurat adalah dana yang dikumpulkan dan sewaktu-waktu bisa diambil jika terjadi kondisi darurat. Salah satu dana darurat yang dianjurkan untuk disiapkan adalah dana untuk kebutuhan kesehatan bisa disimpan di bank, celengan atau di bawah bantal. Dana darurat bukan hanya penting saat ada kebutuhan mendadak.

Tapi, juga jadi penyambung hidup saat sesuatu yang buruk terjadi. Misalnya, ketika pencari nafkah utama keluarga kehilangan pekerjaan. Besarnya dana darurat ini relatif berbeda-beda bagi setiap orang. Bagi yang sudah berkeluarga, idealnya adalah 8-12 kali pengeluaran rutin bulanan.

  1. Memiliki asuransi kesehatan

Menurut Randall R. Bovbejerg dan Jack Hadley dalam jurnal online tahun 2007 berjudul Why Health Insurance is Important, menyebutkan setidaknya ada beberapa manfaat asuransi kesehatan yang pasti didapatkan jika seseorang mempunyai asuransi kesehatan dibanding yang tidak memilikinya. Beberapa yang disebutkan adalah:

  1. Orang yang punya asuransi akan mendapatkan perawatan yang lebih intensif dan efisien dari rumah sakit,
  2. Mereka yang tidak memiliki asuransi kesehatan biasanya akan mendatangkan beban keuangan bagi diri dan keluarganya.
  3. Mereka yang memiliki asuransi kesehatan bisa mendapatkan akses perawatan yang lebih baik dibanding yang tidak memilikinya.

Dari cara-cara di atas, manakah yang anda pilih? Tindakan kuratif atau preventif? Ada ungkapan “sedia payung sebelum hujan” yang merupakan peringatan untuk mempersiapkan segala sesuatunya sebelum hal terjadi. Kalau saya pribadi, saya lebih memilih tindakan preventif dengan memiliki asuransi. Karena dengan asuransi, kita bisa mendapatkan uang besar dalam waktu yang relatif singkat seperti yang tercantum dalam kesepakan awal, tidak seperti menabung di Bank.

Saat Darurat

Saat ini, di Allianz sendiri menawarkan produk asuransi kesehatan dengan manfaat yang beragam. Untuk itu, Anda bisa mengidentifikasi beberapa kebutuhan yang mungkin Anda perlukan jika suatu saat harus dirawat di rumah sakit dan sesuaikan dengan produk asuransi kesehatan Allianz yang mana yang paling sesuai dengan kebutuhan anda.

Misalnya, Anda ingin dirawat di ruang kelas seperti apa, apakah perlu tambahan jaminan perluasan untuk perawatan gigi dan mata, atau adakah kebutuhan khusus lain. Dari hasil identifikasi tersebut, Anda bisa mencari asuransi kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan tersebut.

Salah satu perusahaan asuransi yang menawarkan itu semua adalah Allianz Life Indonesia. Tersedia banyak produk Asuransi Jiwa dan kesehatan dari Allianz. Contohnya SmartMed Premier: salah satu produk asuransi kesehatan (Askes) dari Allianz yang membayar sesuai tagihan rumah sakit dengan limit tahunan 6 Miliar.

Tersedia juga produk asuransi jiwa syariah Allisya Protection Plus maupun produk asuransi jiwa non syariah smartlink flexi account plus (biasa dikenal dengan sebutan Tapro Allianz) yang memiliki rider Flexicare family, asuransi kesehatan yang menyediakan fasilitas pembayaran reimburse (bayar dulu, baru ajukan klaim), atau Allianz Hospital and Surgical Care yang menyediakan fasilitas pembayaran cashless. CI+ (Critical Ilness plus) yang meng-cover 49 jenis penyakit kritis dan mengcover sampai suia tertanggung mencapai 70 tahun, atau CI 100 yang meng-cover 100 penyakit kritis mulai dari tahap awal terdiagnosa sampai dengan si tertanggung mencapai usia 100 tahun.

Produk Asuransi JiwaAsuransi jiwa Tapro Allianz ini menawarkan uang pertanggungan proteksi mencapai milyaran rupiah, yang disesuaikan dengan kesanggupan anda membayar premi.

Nikmati Ongkos Kirim GRATIS apabila anda memesan Asuransi Allianz melalui kami, Agen Asuransi Allianz di Jakarta.

Beli-asuransi-allianz-Sekarang

Telepon/SMS/WA : 08119292466 

Pin BB : 5D7EC96D 

Email : info@asuransi-jiwa.org

Leave A Comment...