Berbagai Jenis Tumor Otak

Apakah ada asuransi tumor otak Allianz? Atau asuransi kanker otak Allianz?Adakah asuransi yang mengcover kita dari penyakit serius yang berhubungan dengan otak misalnya seperti tumor otak atau bahkan yang lebih mengerikan lagi yaitu dari kanker otak?

Apakah ada orang yang dengan sengaja mau terkena dan diserang oleh penyakit otak yang sangat mematikan ini? Atau apakah ada orang yang dengan sukarela ingin dan mau diserang oleh tumor otak atau kanker otak? Saya rasa pasti jawabannya tidak ya.

Jika ada yang menjawab ya, mungkin orang tersebut sudah tidak waras dan perlu memeriksakan diri ke seorang ahli kejiwaan.

Oke, karena tidak ada orang yang mau terkena tumor otak atau kanker otak dan tidak ada juga yang mau dengan sukarela menyodorkan dirinya untuk menderita penyakit ini, lalu kenapa ada orang yang terkena penyakit tumot otak ini? Tentunya banyak faktor penyebabnya ya.

Namun 1 hal yang pasti, semua yang menderita penyakit ini pasti tidak mau kan jika terkena penyakit ini. Tapi jika sampai kena mau gimana lagi? Bo huat lah kan. Terima nasib saja lah alias pasrah.

Olahraga yang rajin sudah dilakukan, makan makanan sehat setiap hari sudah dilakukan juga, pola hidup sehat juga sudah dijalani. Jika sampai kena tumor otak atau kanker otak mau gimana lagi? Mau mengadu ke siapa? Mau salahkan siapa? Siapa yang salah di sini?

Daripada menyalahkan orang lain atau diri sendiri atau siapapun lebih baik Anda mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan terburuk dalam hidup ini. Caranya bagaimana? Caranya yaitu dengan memiliki asuransi tumor otak Allianz atau asuransi kanker otak Allianz. Syarat untuk mendaftar nya adalah saat mendaftar tidak boleh sudah menderita penyakit tumor otak atau kanker otak ini. Jadi saat mendaftar harus dalam keadaan sehat.

Tujuan untu ikut asuransi tumor otak Allianz atau asuransi kanker otak Allianz ini adalah untuk berjaga jaga bilamana suatu saat terdiagnosa dan terkena kanker otak, sudah ada uang tunai dalam jumlah besar yang akan diberikan oleh Allianz untuk kita. Daripada sudah kena tumor otak atau kanker otak, uang sama sekali gak ada, bisa berabe.

Bayangkan saja untuk berobat sudah pasti butuh biaya yang sangat mahal. Belum lagi penghasilan/pendapatan berhenti karena sudah pasti tidak dapat bekerja lagi untuk mencari nafkah. Padahal dapur kan mesti tetap ngebul. Perut tetap butuh makan. Istri dan anak anak juga perlu makan. Belum biaya sekolah anak anak lagi dan keperluan rumah tangga lain nya.

Hidup Anda bisa hancur dan berantakan jika tidak punya asuransi penyakit kritis dari Allianz ini jika sampai kena tumor otak atau kanker otak. Masa depan sudah pasti suram.

Asuransi tumor otak Allianz dan Asuransi kanker otak Allianz ini merupakan bagian dari asuransi penyakit kritis Allianz karena sebenarnya jenis penyakit kritis yang dicover tidak hanya tumor otak dan kanker otak saja namun juga penyakit kritis lain seperti kanker di organ tubuh lain, stroke, gagal ginjal, koma, serangan jantung pertama, radang otak, transplantasi organ dan lain lain.

Pokoknya sebagian besar jenis penyakit kritis yang ada di dunia ini sudah tercakup di dalam asuransi penyakit kronis Allianz ini. Tinggal Anda sebutkan saja namanya. Di Allianz, asuransi penyakit kritis yang paling lengkap adalah asuransi penyakit kritis ci100 Allianz.

Otak merupakan salah satu organ pada tubuh manusia yang sangat kompleks karena terdiri dari berbagai sel saraf untuk mengatur setiap fungsi tubuh. Setiap bagian otak memiliki perannya masing-masing, sehingga, adanya trauma di kepala menyebabkan kerusakan dan gejala yang berbeda-beda. Hal tersebut juga berlaku pada tumor otak yang memiliki perkembangan gejala yang bervariasi, tergantung bagian sel saraf otak mana yang terkena tumor.

Tumor otak adalah sekumpulan massa yang dibentuk oleh sel abnormal yang terjadi pada otak, baik yang tumbuh dengan sendirinya (primer) maupun hasil dari metastasis atau penyebaran sel kanker dari organ lainnya (sekunder). WHO mengklasifikasikan tumor otak primer berdasarkan asal sel tumor dan tingkat keganasan tumor pada otak. Hingga saat ini terdapat sekitar 120 jenis tumor otak yang telah teridentifikasi.

Sebagian besar tumor otak primer terjadi pada sel glia, suatu sel yang menghubungkan sel saraf pada otak. Tumor pada sel otak dikenal dengan nama glioma. Tumor otak juga dapat terjadi pada organ lainnya yang termasuk dalam sistem saraf, seperti pada kelenjar pitutari (adenoma pitutari), selaput otak (meningioma), sel penghubung otak (neuroma), serta pada saraf indera dan keseimbangan (neuroma akustik).

Sedangkan berdasarkan keganasannya, tumor otak dibedakan menjadi jinak dan ganas. Tumor otak jinak cenderung berkembang lambat, tidak menyebar ke bagian otak lainnya serta tidak dapat kembali tumbuh jika ditangani dengan kemoterapi atau radioterapi secara tuntas. Sebaliknya, tumor otak ganas dapat kembali tumbuh dan menyebar dengan cepat, sehingga penanganan dengan pembedahan disertai kemoterapi dan radiologi diperlukan.

Jenis tumor otak yang sering terjadi

Meskipun terdapat jenis yang sangat banyak, beberapa jenis tumor otak lebih sering terjadi dibandingkan jenis tumor otak lainnya, hal tersebut di antaranya:

1. Tumor otak glioma

Jenis tumor otak ini paling sering terjadi dan memiliki empat level keganasan (grade). Sel glia terdapat pada berbagai bagian otak, itulah sebabnya glioma memiliki beberapa sub-tipe utama, yaitu:

  • Astrositoma – merupakan jenis tumor otak memiliki tingkat keparahan yang bervariasi. Paling sering ditemukan pada anak-anak dengan keganasan rendah, namun jika terjadi pada orang dewasa dan lansia memiliki keganasan yang lebih tinggi. Astrositoma pada grade IV atau  dengan keganasan paling tinggi dikenal juga dengan nama glioblastoma.
  • Oligodendroglioma – tumor otak yang biasanya terjadi pada otak besar sisi depan dan pinggir, yang mengganggu pembentukan selaput myelin yang berfungsi dalam menghantarkan impuls pada sel saraf. Sebagian besar ditemukan pada usia dewasa, namun anak-anak juga dapat mengalaminya. Memiliki asosiasi dengan kelainan kromosom.
  • Ependymoma – dapat berasal dari bagian otak yang mengandung cairan otak di beberapa bagian dari tulang belakang. Ditemukan pada usia remaja dan anak-anak dengan tingkat keganasan yang bervariasi namun dapat berubah. Ependymoma dapat menyebar ke bagian sistem saraf pusat lainnya melalui sirkulasi cairan otak. Pengangkatan segera diperlukan untuk menghindari pembesaran kepala akibat berisi cairan (hidrosefalus).
  • Glioma batang otak – hampir sebagian besar kasus terjadi pada anak-anak usia di bawah 10 tahun, namun ada kemungkinan dapat terjadi pada orang dewasa. Tumor ini menyerang bagian bawah otak dan dapat terjadi dengan tingkat keganasan rendah hingga tinggi.
  • Glioma saraf optik – sebagian besar ditemukan pada bayi namun bisa juga dialami orang dewasa. DItandai dengan pertumbuhan tumor di sekitar saraf yang menghubungkan mata dengan otak. Jika tidak ditangani maka dapat menyebabkan kebutaan progresif.
  • Glioma campuran – Jenis glioma yang tidak spesifik di mana asalnya  dan merupakan campuran dari beberapa jenis glioma dengan tingkat keganasan yang cenderung tinggi.

Gejala yang ditimbulkan oleh tumor otak glioma di antaranya kejang, sakit kepala, perubahan perilaku, perubahan kemampuan kognitif dan/atau mengalami kesulitan berjalan atau kelumpuhan.

2. Meningioma

Meningioma adalah jenis tumor otak yang lebih sering terjadi pada orang dewasa dan jenis kelamin perempuan. Tumor ini menyerang jaringan selaput otak pada otak kecil dan otak besar dengan tingkat keganasan namun dapat meningkat.

Jika sudah berkembang menjadi ganas pada grade ke-III maka dapat menyebar dengan cepat dan akan lebih sulit dihilangkan tanpa terapi dan pembedahan.

Meningioma dapat menimbulkan gejala muntah-muntah, kejang, gangguan penglihatan dan gangguan perilaku, serta penyebaran tumor dapat terjadi hingga ke wajah dan tulang belakang.

3. Adenoma pituitari

Adenoma pituitari adalah tumor yang tumbuh pada permukan kelenjar pitutari, suatu kelenjar yang berperan dalam mengatur aktivitas kelenjar tiroid dan hormon seks. Jenis tumor ini biasanya ditemukan pada orang dewasa, dan memiliki tingkat keganasan yang rendah.

Gejala adenoma pituitari yang ditimbulkan bergantung dengan aktivitas tumor yang dapat meningkatkan sekresi hormone pitutari atau menghentikan sekresi. Penderita tumor biasanya mengalami sakit kepala dan gangguan pengelihatan yang diakibatkan tekanan dari tumor, mual dan muntah-muntah, perubahan kognitif, berhenti menstruasi, timbul rambut abnormal pada perempuan, keluar cairan dari payudara, impotensi pada pria, serta kenaikan berat badan dan pertumbuhan tangan dan kaki yang tidak wajar.

4. Tumor neuroma

Dikenal juga dengan schwannoma yang termasuk neuroma pada sel penghubung seperti tulang belakang ataupun pada indera (neuroma akustik). Tumor dapat berasal dari pelindung serat saraf, baik di dalam tengkorak maupun pada tulang belakang.

Meskipun pertumbuhan lambat dan cenderung tidak menyebar, jenis tumor ini dapat tumbuh kembali tanpa tindakan pembedahan.

Tumor ini menyebabkan gangguan saraf yang terkena tumor, sehingga penderita mengalami gangguan fungsi indera atau gangguan keseimbangan.

5. Limfoma sistem saraf pusat

Tumor yang terjadi sistem limfatik yang terdiri dari nodus limfa. Limfa berperan untuk menghasilkan cairan limfosit sebagai pertahanan terhadap penyakit dan infeksi. Jenis tumor ini sangat ganas, adanya jenis tumor merupakan pertanda pertumbuhan tumor lainnya pada otak.

Biasanya terjadi pada lansia dan lebih banyak dialami oleh pria. Gejala yang ditimbulkan seperti kelumpuhan, gangguan pengelihatan, kejang, dan gangguan perilaku.

6. Craniopharyngioma

Terjadi pada area otak yang berdekatan dengan mata atau sekitar bagian bawah otak yang berdekatan dengan kelenjar pitutari. Biasa terjadi pada anak-anak dan lansia dan ditemukan dengan keganasan rendah.

Gejala yang ditimbulkan seperti gangguan penglihatan, sakit kepala dan gangguan pertumbuhan pada anak.

7. Tumor kelenjar pineal

Lebih banyak dialami oleh anak-anak dan remaja. Jenis tumor ini bermula pada kelenjar pineal yang berdekatan dengan pusat otak dengan tingkat keganasan yang bervariasi. Tumor yang ganas berpotensi menyebar ke tulang belakang dan mengganggu sekresi hormone melatonin yang mengatur siklus terjaga dan tertidur.

Gejala utamanya yaitu kelelahan, sakit kepala, lemas, kesulitan mengingat, dan berpotensi menyebabkan hidrosefalus.

8. Tumor otak metastasis

Dialami oleh lansia yang mengalami kanker. Tumor tersebut berasal dari kanker primer yang berasal dari bagian tubuh lainnya, terutama paru, payudara, kolon, ginjal, ataupun kulit.

Sebagian besar penyebaran dapat menyerang otak besar namun juga berpotensi menyerang otak kecil dan batang otak. Keluhan seperti sakit kepala, kejang dan penurunan koordinasi dapat dialami oleh penderitanya.

Nah itulah berbagai tumor otak yang dapat menyerang kita. Apakah Anda yakin bahwa Anda bisa terbebas dari penyakit tumor otak atau gangguan penyakit kritis yang berhubungan dengan otak? Belum tentu. Sebagai manusia biasa yang penuh keterbatasan, kita tidak dapat memiliki kendali 100% atas apa yang bakal terjadi di hidup kita.

Saya teringat dengan cerita dari seorang beberapa hari yang lalu. Dia menceritakan bahwa mertua nya baru saja meninggal dunia. Saya sampai kaget dan menanyakan mengapa bisa begitu tiba tiba karena setahu saya selama ini mertua nya sehat dan tidak pernah dengar kalau dia ada mengidap penyakit tertentu.

Biasa nya yang bisa menyebabkan seseorang meninggal di usia muda selain karena kecelakaan adalah karena diserang oleh penyakit kritis. Ternyata mertuanya itu mengidap kanker otak dan baru ketahuan setelah diperiksa ke dokter karena sering mengeluh sakit kepala belakangan itu.

Nah siapa yang bisa menyangka bukan? Dari penyakit yang remeh temeh seperti sakit kepala yang saya yakin banyak dari kita yang pernah mengalami nya, malah akhirnya berujung pada kematian. Siapa yang pernah menyangka bahwa sakit kepala yang diderita itu ternyata disebabkan oleh kanker otak.

Setelah didiagnosa dan ketahuan sudah terlambat karena sudah mencapai stadium lanjut. Biasanya jika kondisi nya sudah demikian hanya pasrah saja menunggu ajal menjemput.

Sudah lihat kan betapa tidak berdaya nya hidup kita sebagai manusia. Jika suatu saat kita terkena salah satu penyakit kritis seperti tumor otak, kanker otak atau kanker di bagian organ tubuh yang lain, apa yang dapat kita lakukan?

Apakah kita akan berkeluh kesah dan menyalahkan Sang Pencipta karena sudah berlaku tidak adil atas hidup kita? Atau kah kita mau mempersiapkan diri sejak awal untuk memiliki asuransi penyakit kritis ci100 dari Allianz?

Memiliki asuransi penyakit kritis Allianz bukan berarti bahwa Anda akan menjadi kebal sehingga Anda tidak dapat terkena penyakit kritis apapun. Bukan demikian.

Asuransi penyakit kritis Allianz ini bukan suatu vaksin yang disuntikkan ke tubuh kita agar kita kebal terhadap segala jenis virus ataupun kebal terkadap pertumbuhan sel abnormal di dalam tubuh kita yang dapat mengakibatkan tumor atau kanker. Lalu bagaimana cara kerja dari asuransi penyakit kritis Allianz ini?

Cara kerjanya adalah perusahaan asuransi Allianz akan memberikan kompensasi berupa uang santunan kepada Anda jika Anda terdiagnosa salah satu dari penyakit kritis tersebut.

Jadi jika Anda terkena tumor otak maka Anda bisa melakukan klaim ke Allianz dan Allianz akan memberikan kepada anda uang santunan dalam jumlah besar (sesuai kesepakatan di awal saat daftar asuransi) dimana uang santunan itu akan langsung ditransfer ke rekening bank Anda.

Untuk jenis penyakit kritis yang berhubungan dengan kepala dan otak yang termasuk dalam manfaat penyakit kritis yang dicover termasuk kanker otak, tumor otak jinak, radang otak, trauma kepala yang berat dan serius, penyakit alzheimer, demensia, penyakit parkinson.

Tentu saja syarat untuk membeli asuransi penyakit kritis ini adalah saat pendaftaran/ pengajuan, Anda mesti dalam keadaan sehat walafiat dan tidak boleh terdiagnosa penyakit kritis apapun dahulu.

Karena jika Anda sudah terkena penyakit kritis baru Anda berniat untuk mendaftar dan membeli asuransi penyakit kritis ini maka sudah dapat dipastikan bahwa pengajuan Anda pasti 100% akan ditolak. Sudah terlambat karena perusahaan asuransi manapun tidak akan menerima orang yang sudah sakit.

Namun beda cerita nya jika pada saat Anda masuk asuransi, anda sehat, kemudian setelah lewat 90 hari pertama sejak polis Anda aktif (masa tunggu untuk asuransi penyakit kritis Allianz adalah 90 hari) baru kemudian Anda terdiagnosa penyakit kritis, maka Anda sudah tercover dan Anda bisa mengajukan klaim ke Allianz.

Nikmati Ongkos Kirim GRATIS apabila anda memesan Asuransi Allianz melalui kami, Agen Asuransi Allianz di Jakarta.

Beli-asuransi-allianz-Sekarang

Telepon/SMS/WA : 08119292466 

Pin BB : 5D7EC96D 

Email : info@asuransi-jiwa.org

Leave A Comment...