Cara Memilih dan Membandingkan Asuransi

Apakah anda pernah merasa bingung ketika memilih antara satu produk asuransi jiwa dengan produk lainnya dari perusahaan yang berbeda, sebelum memutuskan mau memilih yang mana yang terbaik dan sesuai dengan kebutuhan anda. Hampir setiap kali saya membuat proposal ilustrasi asuransi bagi calon klien saya, mereka selalu menanyakan beberapa hal ke saya dan bentuk pertanyaannya itu merupakan pertanyaan perbandingan antara produk asuransi Allianz yang saya tawarkan dengan produk asuransi dari perusahaan lain. Dan saya sangat bersyukur karena pada akhirnya sebagian besar dari mereka memutuskan untuk mengikuti program asuransi di Allianz karena memiliki keuanggulan yang tidak dimiliki oleh asuransi yang lain.

Jika anda merasa bingung dan tidak memiliki guidance mengenai bagaimana cara memilih asuransi yang bagus, maka memallui tulisan ini saya ingin  memberikan beberapa panduan mengenai cara membandingkan produk asuransi. Pada dasarnya pemilihan produk asuransi dapat dilakukan dengan mengacu pada beberapa aspek antara lain besaran premi yang disetor dan manfaat Uang Pertanggungan (UP) yang diperoleh, proyeksi nilai investasi, biaya-biaya polis yang terjadi selama polis masih aktif, serta fitur manfaat asuransi secara lebih mendetail.

Besaran Premi yang disetor dan Manfaat (UP) yang diterima
Berapa premi yang mesti dibayarkan dan berapa manfaat Uang Pertanggungan yang bakal diterima apabila terjadi klaim, inilah hal pertama yang paling mudah dilihat ketika membandingkan ilustrasi produk asuransi jiwa. Misalnya, dengan premi 1 juta per bulan, Uang Pertanggungan (UP) jiwanya berapa, UP kecelakaan berapa, UP cacat tetap total berapa, UP sakit kritis berapa, klaim untuk rawat inap rumah sakit  berapa, ada manfaat bebas premi atau tidak, dan sebagainya.

Dalam membandingkan beberapa produk asuransi, manfaat asuransinya harus sejenis supaya lebih mudah untuk dibandingkan. Jika di ilustrasi asuransi X ada manfaat UP jiwa, kecelakaan, cacat tetap total, penyakit kritis, dan pembebasan premi, maka di ilustrasi asuransi Y dan Z pun haruslah memiliki manfaat dengan nilai manfaat yang sama. Jika di asuransi X ditawarkan manfaat rumah sakit, maka di ilustrasi lain pun haruslah menyertakan manfaat rumah sakit juga. Jika di proposal X ada manfaat rawat inap, lalu anda membandingkan dengan proposal Y yang tidak ada manfaat rawat inap, maka itu perbandingan yang tidak setara. Tentunya setiap orang akan cenderung memilih produk yang memberikan manfaat asuransi lebih besar dengan premi yang sama, atau premi yang lebih rendah dengan manfaat yang sama.

Proyeksi Nilai Investasi

Proyeksi nilai investasi perlu dilihat ketika anda membandingkan ilustrasi unit-link. Jika premi dan manfaat asuransinya sama, lihat juga berapa nilai investasinya. Dalam membandingkan nilai investasi, asumsi return investasi yang digunakan harus sama, misalnya sama-sama 5%, 10%, 15%, atau 18%. Misalnya, anda mendapatkan ilustrasi dengan setoran premi sama-sama 1 juta per bulan, manfaat asuransi sama (contohnya: UP jiwa 500 juta, UP sakit kritis 500 juta, UP kecelakaan 500 juta, UP cacat tetap total 500 juta, dan ada pembebasan premi), maka bandingkan pula nilai investasinya dengan asumsi investasi yang sama. Pada tahun ke-5 nilai investasinya berapa, tahun ke-10 berapa, dan seterusnya. Tentunya jika manfaat asuransi sama, orang cenderung akan memilih yang nilai investasinya lebih besar.  Seringkali antara satu proposal dengan proposal lain tidak menggunakan asumsi yang sama, maka mintalah agen anda untuk membuatkan proposal lagi menggunakan asumsi yang anda inginkan, misalnya dengan mengganti jenis dana.

Biaya-Biaya Polis
Premi dan manfaat serta proyeksi nilai investasi adalah perbandingan dari sisi permukaan. Lebih dalam lagi, anda juga disarankan memperhatikan biaya-biaya polis yang dikenakan. Biaya-biaya polis unit-link pada umumnya meliputi biaya akuisisi, biaya asuransi (atau tabarru dalam asuransi syariah), biaya administrasi, biaya pengelolaan investasi, dan biaya top up atau selisih harga jual-beli unit. Yang paling perlu diperhatikan adalah biaya akuisisi dan biaya asuransi. Biaya administrasi pun dapat dipertimbangkan, selebihnya perbedaannya tidak signifikan.

Biaya-biaya polis ini biasanya dicantumkan di proposal unit-link, tapi tidak semua unit-link menuliskannya secara lengkap. Untuk yang tidak lengkap ini, anda bisa menanyakannya kepada agen. Proposal unit-link dari Allianz, yaitu Tapro (Allisya Protection Plus atau Smartlink Flexi Account Plus), termasuk yang tidak mencantumkan biaya-biaya polis secara lengkap. Jadi biar saya tuliskan di sini:

Biaya akuisisi: Tahun 1: 75%, Tahun 2: 40%, Tahun 3: 15%, Tahun 4: 7,5%, Tahun 5: 7,5%, Tahun 6 dan seterusnya: 0%. Total: 145% dihitung dari premi dasar.
Biaya asuransi (tabarru): Tergantung manfaat, besarnya UP, jenis kelamin, dan usia. Biaya asuransi tahun pertama biasanya dicantumkan di proposal ilustrasi halaman 1.
Biaya administrasi: 26.500 per bulan.
Biaya pengelolaan investasi: 2% per tahun (untuk equity fund)
Selisih harga jual-beli unit (di tempat lain dapat disetarakan dengan biaya top up): 5%
Dengan bekal informasi ini, silakan anda cek di polis atau ilustrasi asuransi anda berapa biaya-biayanya. Tentunya semakin rendah struktur biaya, semakin menguntungkan bagi nasabah.

Fitur Manfaat Asuransi secara Detail
Lebih ke dalam lagi, dan ini yang paling penting, adalah fitur dari manfaat asuransi yang diambil. Bagaimana pun, kita mencari asuransi untuk mendapatkan manfaat proteksi. Idealnya kita mendapatkan manfaat proteksi yang bagus dengan premi yang murah. Tapi ketersediaan produk di pasaran tidak selalu sesuai keinginan kita, dan tidak ada produk unit-link yang unggul atau terbaik dalam segala hal.

Mungkin saja di proposal X, UP-nya lebih besar dari proposal Y, tapi untuk detail manfaatnya anda lebih setuju dengan proposal Y. Mungkin sama-sama memberikan manfaat proteksi penyakit kritis, tapi fitur-fiturnya tentu ada perbedaan. Sama-sama manfaat rawat inap, rincian manfaatnya tentu berbeda. Bahkan sama-sama manfaat dasar pun bisa memiliki perbedaan yang signifikan. Ada manfaat dasar yang murni menanggung risiko meninggal dunia, ada manfaat dasar yang menanggung risiko meninggal dunia atau cacat tetap total.

Ada beberapa hal yang dapat anda tanyakan mengenai fitur manfaat asuransi yang lazim ditawarkan produk asuransi jiwa. Panduan ini meliputi manfaat dasar, rider penyakit kritis, rider kecelakaan, rider cacat tetap total, rider bebas premi, dan rider rawat inap.

Manfaat Dasar Asuransi Jiwa

Manfaat dasar asuransi jiwa biasanya memberikan uang pertanggungan jika tertanggung meninggal dunia. Masa perlindungan biasanya hingga seumur hidup (di Allianz, untuk asuransi jiwa dan penyakit kritis, dicover sampai usia tertanggung mencapai 100 tahun). Ada pula produk asuransi yang masa perlindungan manfaat dasarnya tidak sampai usia 100 tahun, tapi sampai 75 atau 80 tahun. Meskipun asuransi jiwa lain memiliki proteksi asuransi jiwa yang jangka waktunya lama namun hanya di Allianz saja, anda akan menemukan proteksi penyakit kritis sampai usia 100 tahun dengan premi yang terjangkau. Jangan lupa, bandingkan pula biaya asuransinya (tabarru) untuk usia dan UP yang sama. Misal: berapa biaya asuransi untuk UP 1 miliar, pria usia 30 tahun.

Ada juga produk asuransi yang manfaat dasarnya bukan hanya meninggal dunia, melainkan digabung dengan risiko cacat tetap total (TPD). Apa artinya? Artinya jika tertanggung menderita cacat tetap total dan si tertanggung melakukan klaim dan menerima manfaat cacat tetap total, maka polis akan berakhir walaupun tertanggung belum meninggal dunia. Dengan berakhirnya polis, maka berakhir pulalah manfaat-manfaat lainnya seperti rawat inap, penyakit kritis, kecelakaan, dan bebas setor. Namun di asuransi Allianz, manfaat cacat tetap total atau manfaat penyakit kritis dipisahkan dengan manfaat asuransi jiwa dasar. Sehingga apabila si tertanggung memiliki asuransi jiwa Rp 1 Milyar + Asuransi penyakit kritis Rp 1 Milyar + Asuransi cacat tetap total Rp 1 Milyar, maka jika si tertanggung terkena sakit kritis dan cacat tetap total, maka si tertanggung akan menerima total Rp 2 Milyar (Rp 1 Milyar dari asuransi penyakit kritis dan Rp 1 Milyar dari asuransi cacat tetap total) dan polis nya sendiri akaan tetap aktif sampai usia tertanggung mencapai umur 100 tahun. Jadi apabila si tertanggung meninggal dunia, akan cair lagi UP sebesar Rp 1 Milyar yang akan diterima oleh ahli waris si tertanggung sehingga total UP yang akan diterima adalah sebesar Rp 3 Milyar.

Rider Penyakit Kritis

Di Allianz ada 3 jenis rider penyakit kritis, yaitu CI, CI+, dan CI100. Secara umum, rider penyakit kritis dibedakan menjadi rider yang menanggung penyakit kritis tahap akhir saja (advanced stage) (Produk CI dan CI+ dari Allianz menanggung dari tahap akhir saja), dan rider yang menanggung penyakit kritis sejak tahap awal (early stage) (Produk CI100 dari Allianz menanggung sejak tahap awal). Tentunya rider penyakit kritis yang menanggung sejak tahap awal akan lebih tinggi sedikit biayanya dibanding rider penyakit kritis yang menanggung di tahap akhir saja. Rider penyakit kritis juga dibedakan berdasarkan klaimnya, ada yang mengurangi UP dasar (Produk CI dari Allianz mengurangi UP dasar) dan ada yang tidak mengurangi (Produk CI+ dan CI100 dari Allianz tidak mengurangi UP dasar).

Lebih lengkap lagi, dalam membandingkan manfaat penyakit kritis antara satu produk dengan produk lain, ada beberapa aspek yang perlu dicermati, antara lain: jumlah kondisi atau penyakit yang ditanggung (Produk CI dan CI+ dari Allianz menanggung 49 kondisi penyakit kritis, sedangkan produk CI100 menanggung 100 kondisi penyakit kritis), masa berlaku proteksi (CI memproteksi sampai usia 85 tahun, CI+ memproteksi sampai usia 70 tahun, sedangkan CI 100 memproteksi sampai usia 100 tahun) menanggung sejak tahap awal atau hanya tahap akhir (CI 100 menanggung sejak tahap awal sedangkan CI dan CI+ menanggung hanya dari tahap akhir saja), klaimnya mengurangi UP dasar atau tidak (CI mengurani UP dasar sedangkan CI+ dan CI100 tidak mengurangi UP dasar), ada syarat survival period (masa bertahan hidup) atau tidak, kalau ada berapa hari masa survival periodnya,(CI 100 memiliki survival period 7 hari sedangkan CI dan CI+ tidak ada survival period),  dan biaya asuransinya. Produk asuransi penyakit kritis dari Allianz memiliki masa tunggu selama 90 hari. Artinya proteksi mulai berlaku 90 setelah polis aktif. Oleh karena itu, jangan menunda untuk memiliki asuransi karena kita tidak pernah tahu kapan penyakit akan datang menghampiri kita.

Rider Cacat/ Meninggal karena Kecelakaan (ADDB)

Secara umum, rider kecelakaan menanggung manfaat meninggal dunia atau cacat karena kecelakaan. Ada asuransi tertentu yang menambahkan pada rider ini manfaat santunan jika dirawat karena kecelakaan. Selebihnya tidak banyak perbedaan detail dalam rider ini antara asuransi yang satu dengan asuransi yang lain. Jadi, jika ingin membandingkan, cukup dilihat biaya asuransinya saja dan masa perlindungannya. Biaya asuransi pada rider kecelakaan bersifat tetap (flat), tidak dipengaruhi usia. Yang membedakan biasanya adalah kelas risiko pekerjaan.

Di asuransi jiwa Allianz, hanya tersedia satu rider kecelakaan, yaitu ADDB (Accident Death and Disability Benefit). Manfaatnya memberikan uang pertanggungan jika tertanggung meninggal dunia atau cacat tetap karena kecelakaan, dengan masa perlindungan sampai tertanggung berusia 65 tahun.

Perbedaan kecil biasanya terdapat pada persentase cacat. Keterangan lengkap tentang ADDB Allianz termasuk persentase cacat, bisa dilihat di sini.

Rider Cacat Tetap Total (TPD)

Sebagian besar produk asuransi memiliki rider cacat tetap total atau TPD (Total Permanent Disability). Tapi ada juga yang tidak, dan menjadikan rider ini bagian dari manfaat dasar seperti dijelaskan di atas. Tidak banyak perbedaan detail dalam rider ini antara asuransi yang satu dengan asuransi yang lain. Jadi, jika ingin membandingkan, cukup dilihat biaya asuransinya saja dan masa perlindungannya.

Di asuransi jiwa Allianz, Rider TPD memberikan uang pertanggungan jika tertanggung mengalami cacat tetap total, baik karena sakit atau kecelakaan. Masa perlindungan sampai tertanggung berusia 65 tahun. Pengertian cacat tetap total ialah kehilangan fungsi secara permanen pada dua anggota gerak dan penglihatan, yaitu dua tangan, dua kaki, dua mata, atau kombinasi dari ketiganya. Rider ini juga memberikan perlindungan jika tertanggung mengalami kemandirian hidup, dengan kriteria tidak bisa melakukan 3 dari 5 aktivitas dasar sehari-hari. Klaim rider TPD ada yang mengurangi UP dasar, ada juga yang tidak mengurangi UP dasar.

Selengkapnya mengenai TPD, bisa dilihat di sini.

Rider Bebas Premi

Rider bebas premi, sesuai namanya, memberikan manfaat dibayarkannya premi oleh perusahaan asuransi jika pemegang polis mengalami suatu risiko yang ditanggung. Variasi dalam rider ini antara lain: jenis risiko yang menjadikan bebas setor premi, masa perlindungan, dan tentunya biaya asuransi. Bicara jenis risiko yang menjadikan bebas premi, pada umumnya menanggung risiko penyakit kritis atau cacat tetap total. Tapi ada juga yang menanggung bebas premi karena risiko penyakit kritis saja, tanpa cacat tetap total, karena kalau cacat tetap total polis berakhir.

Jika pemegang polis berbeda dengan tertanggung, manfaat bebas premi juga bisa ditambahkan dengan risiko meninggal dunia. Misalnya jika tertanggung anak, pemegang polis ayah, maka bisa ditambahkan rider bebas premi dari risiko si ayah meninggal dunia. Rider ini juga bisa ditambahkan untuk pasangan pemegang polis (Spouse Payor). Di asuransi jiwa Allianz, rider bebas premi karena sakit kritis atau cacat tetap total disebut Payor Benefit, berlaku sampai pemegang polis berusia 65 tahun. Kemudian rider bebas premi karena meninggal dunia disebut Payor Protection, masa berlaku sd pemegang polis seolah-olah berusia 65 tahun. Selengkapnya bisa dibaca di sini.

Rider Rawat Inap

Rider rawat inap secara umum ada dua jenis, yaitu yang klaimnya bersifat cashless dan bersifat reimburse. Rider rawat inap cashless disebut juga asuransi kesehatan, sedangkan yang reimburse biasanya berupa santunan harian. Untuk rider rawat inap cashless, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika membandingkan produk, antara lain: apakah klaimnya sesuai tagihan atau ada plafonnya tiap manfaat, berapa limit tahunan, rincian manfaatnya apa saja, manfaat tambahannya apa saja (kemoterapi, cuci darah, dll), dan berapa biaya asuransinya.

Di asuransi jiwa Allianz, rider rawat inap cashless disebut HSC+ (Hospital and Surgical Care +). Fitur standar menyediakan fasilitas kartu cashless, ada plafon tiap manfaat (inner limit), tidak ada limit tahunan, dan menyediakan tambahan manfaat untuk kemoterapi, cuci darah, dan fisioterapi. Selengkapnya mengenai produk HSC+ ini bisa dilihat di sini.

Nikmati Ongkos Kirim GRATIS apabila anda memesan Asuransi Allianz melalui kami, Agen Asuransi Allianz di Jakarta.

Beli-asuransi-allianz-Sekarang

Telepon/SMS/WA : 08119292466 

Pin BB : 5D7EC96D 

Email : info@asuransi-jiwa.org

Leave A Comment...