Hutang Kartu Kredit Membludak ketika Berobat Penyakit Berat

Orang hidup pasti memiliki hutang, karena banyaknya kebutuhan hidup. Setiap hari butuh makan pastinya, biaya sekolah, biaya rumah tangga mulai dari listrik, air, pulsa, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Semua harus terpenuhi dengan baik. Jika ada salah atau yang terbengkalai atau tidak terpenuhi, maka kehidupan akan terganggu. Maka dari itulah untuk memenuhi kebutuhan, kita harus berhutang. Namun saat hutang kartu kredit membludak ketika berobat penyakit berat malah memunculkan masalah baru yang bisa dibilang cukup berat.

Berhutang bisa dilakukan kapan saja sesuai dengan kebutuhan. Berhutang berarti meminjam uang kepada orang lain. Tujuan berhutang adalah untuk mencari solusi dari masalah munculnya kebutuhan yang mendadak datang. Di saat kita benar-benar tidak memiliki uang yang cukup untuk memenuhi kebutuhan yang mendadak datang tersebut. Bukan berarti tidak memiliki uang sama sekali.

Hutang Kartu Kredit Membludak ketika Berobat Penyakit Berat

Tetapi kebanyakan kebutuhan yang datang membutuhkan uang yang banyak, sehingga kita tidak memiliki persiapan yang sebelumnya. Di tambah lagi tanggal tua atau belum waktunya gajian. Kalaupun ditunda, tidak akan mungkin bisa karena kebutuhan tersebut harus segera dipenuhi.

Untuk itulah kita akan sangat repot pergi meminjam uang ke sana kemari yang cepat cair saat itu juga. Namun jika kebutuhan yang datang itu masih ada tenggang waktu, maka akan meminjam ke bank atau tempat yang menyediakan fasilitas peminjaman uang.

Kini seiring dengan perkembangan teknologi, kita bisa meminjam uang tanpa harus diketahui orang. Kita bisa berhutang dengan menggunakan kartu kredit. Sistemnya adalah kita memiliki kartu elektronik dari sebuah bank yang disebut kartu kredit.

Bisa juga dari kantor kartu kredit selain bank. Kartu ini bentuknya seperti kartu ATM. Cara menggunakannya pun sama dengan kartu ATM, yakni dengan menggunakan mesin elektronik.

Namun fungsi kartu kredit ini beda dengan kartu ATM. Kalau kartu ATM bisa untuk membayar barang belanjaan yang kita beli, di mana yang didalamnya terdapat uang tabungan yang telah kita kumpulkan. Untuk kartu kredit, kita membayarkan uang dengan meminjam uang dari pihak bank atau kantor kartu kredit.

Setelah terkumpul per bulan besarnya uang yang digesek dari kartu kredit, maka kita akan mendapatkan tagihan. Layaknya tagihan listrik, semua perincian biaya dari nominal kartu kredit terpampang jelas. Untuk keperluan membeli apa, di mana, kapan, dan lain-lain secara detail.

Semakin sering menggunakan kartu kredit, maka jumlah tagihan kartu kredit akan semakin besar. Kita harus melunasinya. Jika tidak, maka akan ada debt colector yang datang untuk menagih. Apalagi jika hutang kartu kredit membludak ketika berobat penyakit berat, maka sudah menjadi kewajiban kita sebagai pengguna kartu kredit untuk melunasinya. Banyak orang yang Terlilit hutang kartu kredit membludak ketika berobat penyakit berat.

Kebutuhan menggunakan kartu kredit tidak ada batasannya. Bisa digunakan untuk belanja apa saja dan di mana saja dengan catatan ada alat atau mesin kartu kreditnya. Maka dari itulah semakin banyak nasabah kartu kredit.

Mereka benar-benar merasakan manfaat dari penggunaan kartu kredit. Pembayaran bisa dilakukan dengan membayar tagihannya setiap bulan. Ini bisa menjadi siasat saat belanja tidak membawa uang tunai atau uang tunai yang dibawa tidak cukup. Karena nyamannya menggunakan kartu kredit ini, muncullah hutang kartu kredit membludak ketika berobat penyakit berat.

Penggunaan kartu kredit juga bisa digunakan di fasilitas umum. Seperti untuk biaya pengobatan di rumah sakit. Maka dari itulah orang akan merasa pusing dan kebingungan saat memiliki hutang kartu kredit membludak ketika berobat penyakit kritis.

Di mana kapanpun kita bisa saja mengidap penyakit berat seperti kanker. Biaya pengobatanmya pun tidak sedikit. Yang pasti biaya pengobatannya akan sangat menguras tabungan. Penyakit berat yang diderita tersebut bahkan bukan hanya membutuhkan pengobatan saja melainkan juga membutuhkan perawatan sehingga membutuhkan biaya yang sangat besar.

Biaya pengobatan sudah besar ditambah dengan biaya perawatannya. Jual aset saja kadang kadang belum cukup, maka kartu kredit pun digunakan. Siap-siap lah untuk mendapatkan laporan tagihan yang banyak karena tersedot biaya pengobatan yang besar.

Dalam menghadapi hutang kartu kredit membludak ketika berobat penyakit berat ini, stress dan depresi akan mengahadang. Bagaimana caranya agar Anda terhindar dari jeratan hutang kartu kredit yang membludak untuk biaya pengobatan penyakit berat? Satu satunya cara paling ampuh adalah dengan membeli asuransi sakit kritis Allianz.

Banyak yang masih bingung apa bedanya asuransi penyakit kritis ini dengan asuransi kesehatan biasa. Biar saya jelaskan secara singkat. Asuransi kesehatan biasa adalah asuransi yang memberikan manfaat seperti hal nya bpjs.

Ketika Anda berobat dan dirawat inap di rumah sakit, maka asuransi akan membayarkan biaya rumah sakit maksimal sebesar plafon dari paket/plan asuransi kesehatan yang Anda pilih. Jadi dalam asuransi kesehatan itu ada 3 pihak yang terlibat yaitu Anda sebagai nasabah asuransi sekaligus sebagai pasien rumah sakit, perusahaan asuransi sebagai pihak yang akan membayarkan biaya rumah sakit Anda dan pihak rumah sakit dimana Anda berobat.

Anda menggunakan fasilitas berupa pengobatan di rumah sakit tersebut dan biaya nya dibebankan kepada pihak asuransi.

Sekarang apa bedanya dengan asuransi penyakit kritis?

Asuransi penyakit kritis hanya melibatkan 2 pihak saja yaitu Anda sebagai nasabah asuransi dan perusahaan asuransi. Ketika Anda terdiagnosa penyakit berat/penyakit kritis seperti gagal ginjal, stroke, penyakit jantung, kanker, dll maka perusahaan asuransi akan memberikan Anda uang tunai. Berapa nominal uang tunai yang akan diberikan oleh perusahaan asuransi kepada Anda?

Anda yang tentukan sendiri ketika Anda mendaftar asuransi, maunya berapa. 500 juta Rupiah kah? Atau 1 Miliar kah? Atau 2 Miliar? 3 Miliar? Anda tinggal sebutkan saja mau berapa.

Semakin tinggi uang santunan yang Anda ingin perusahaan asuransi bayarkan kepada Anda pada saat Anda terkena penyakit kronis, maka semakin tinggi pula premi bulanan yang mesti Anda bayarkan ke perusahaan asuransi nantinya.

Namun biasanya pembayaran premi yang Anda bayarkan setiap bulan ini termasuk jumlah uang yang kecil kok (walaupun telah ditotal dan dijumlahkan misalnya sudah Anda bayarkan selama berapa tahun) dibandingkan dengan uang santunan tunai yang akan Anda terima ketika Anda terdiagnosa penyakit kritis tersebut.

Dengan memiliki asuransi penyakit berat Allianz, Anda akan terhindar dari risiko hutang yang membludak dari kartu kredit Anda karena untuk membayar biaya pengobatan dan biaya perawatan sakit kritis.

Dengan uang santunan penyakit kritis yang diberikan oleh asuransi tersebut, dapat Anda gunakan untuk membayar biaya pengobatan penyakit kritis yang Anda derita selama Anda dirawat di rumah sakit dan juga bisa juga digunakan untuk membayar biaya perawatan penyakit kritis selama Anda menjalani perawatan di rumah.

Bahkan jika uang santunan yang Anda peroleh nilai nominal nya cukup besar, mungkin masih ada sisa yang dapat Anda manfaatkan untuk keperluan lain selain untuk biaya pengobatan dan perawatan seperti bisa digunakan sebagai modal buka usaha, beli rumah, beli mobil, jalan jalan ke luar negeri, didepositokan, dibelikan emas, dan lain lain.

Jadi alih alih meninggalkan hutang kartu kredit yang menggunung kepada anak anak maupun pasangan, dengan memiliki asuransi penyakit kritis maka Anda dapat memberikan warisan uang kepada mereka.

Asuransi penyakit kritis Allianz biasanya juga memberikan tambahan manfaat uang santunan tunai dikala Anda meninggal sehingga sebenarnya Anda akan memperolah uang tunai itu sebanyak 2x yaitu pertama di saat Anda terkena penyakit kritis dan yang ke dua kali adalah disaat Anda meninggal dunia.

Tentu saja yang ke dua kali itu yang akan menerima uang santunannya adalah ahli waris Anda yang Anda tunjuk di dalam buku polis (bisa pasangan atau anak) karena kan Anda telah meninggal dunia.

Daripada setelah Anda terkena sakit kritis, trus jual/ gadai aset yang ada seperti mobil, tanah, emas, rumah ditambah lagi hutang juga bertamba termasuk hutang kartu kredit sampai membludak untuk biaya pengobatan. Akhirnya penyakit kritis yang diderita juga tidak kunjung sembuh, terakhir meninggal dunia.

Semua hutang yang membludak tadi menjadi beban pasangan dan anak yang akan menanggungnya. Harta sudah ludes semua karena membayar biaya pengobatan penyakit kritis tadi, skrg anak dan pasangan (istri) mau bayar pakai apa hutang peninggalan Anda itu?

Biaya pendidikan anak juga terancam dan masa depan mereka juga menjadi suram karena Anda meninggalkan warisan hutang kepada mereka. Apakah Anda mau hidup seperti itu? Atau Anda mau mengambil langkah yang bijaksana dengan membeli asuransi penyakit kritis Allianz sejak dini?

Bahkan jika Anda pintar, Anda dapat membeli 2 manfaat dari asuransi Allianz sekaligus yaitu asuransi kesehatan rawat inap rumah sakit yang dikombinasikan dengan asuransi penyakit kritis Allianz dan juga asuransi jiwa Allianz. Jadi dalam 1 polis ada 3 manfaat.

Ketika dirawat di rumah sakit, biaya rumah sakit akan ditanggung oleh asuansi kesehatan Allianz, dan di saat terdiagnosa penyakit kritis, akan menerima uang santunan tunai dalam jumlah besar dari Allianz. Pada saat meninggal, ahli waris akan menerima uang santunan tunai meninggal dunia dalam jumlah besar pula.

Mantap kan? Pilihan di tangan Anda sekarang. Beli asuransi Tapro Allianz sekarang juga.

Nikmati Ongkos Kirim GRATIS apabila anda memesan Asuransi Allianz melalui kami, Agen Asuransi Allianz di Jakarta.

Beli-asuransi-allianz-Sekarang

Telepon/SMS/WA : 08119292466 

Pin BB : 5D7EC96D 

Email : info@asuransi-jiwa.org

Leave A Comment...