Kehamilan, Anugrah atau Musibah

Banyak sekali saya menerima pertanyaan orang orang yang menanyakan tentang asuransi untuk melahirkan. Melalui tulisan kali ini, saya ingin membahas mengenai perlukah melahirkan itu membeli asuransi? Di Allianz, kami juga menyediakan asuransi untuk melahirkan yang merupakan rider (manfaat tambahan) di produk asuransi kesehatan Allianz yaitu SmartMed Premier, Allisya Care dan Smarthealth Maxi Violet.

Lucunya banyak orang yang menghubungi saya, akhirnya kecewa setelah saya jelaskan mengenai asuransi melahirkan ini. Dalam pemikiran mereka ini, apabila sudah beli asuransi, maka saat istri nya melahirkan maka tidak usah bayar biaya melahirkan lagi. Hahaha…itulah aneh nya. Pas bikin anak, hati riang gembira. Saat istri mulai hamil, kepala mulai pusing karena tidak punya uang untuk membayar biaya melahirkan. Semestinya sebelum bikin anak, semua hal ini harus dipikirkan masak masak dulu ya.

Jika belum ada dana, ya ditunda dulu punya anak nya. Kan kasihan, masa mau pakai asuransi untuk membiayai biaya melahirkan? Sebenarnya kehamilan itu anugrah atau musibah? Sebenarnya melahirkan itu kabar gembira atau kabar dukacita? Coba deh kembali lagi lihat dan pelajari defisini dan pengertian dari asuransi itu apa. Apa sih tujuan dari asuransi itu.

Menurut wikipedia, Asuransi adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada tindakan, sistem, atau bisnis di mana perlindungan finansial (atau ganti rugi secara finansial) untuk jiwa, properti, kesehatan dan lain sebagainya mendapatkan penggantian dari kejadian-kejadian yang tidak dapat diduga yang dapat terjadi seperti kematian, kehilangan, kerusakan atau sakit, di mana melibatkan pembayaran premi secara teratur dalam jangka waktu tertentu sebagai ganti polis yang menjamin perlindungan tersebut.

Asuransi dalam Undang-Undang No. 2 Th 1992 tentang usaha perasuransian adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan atau tanggung jawab hukum pihak ke tiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.

Badan yang menyalurkan risiko disebut “tertanggung”, dan badan yang menerima risiko disebut “penanggung”. Perjanjian antara kedua badan ini disebutkebijakan: ini adalah sebuah kontrak legal yang menjelaskan setiap istilah dan kondisi yang dilindungi. Biaya yang dibayar oleh “tertanggung” kepada “penanggung” untuk risiko yang ditanggung disebut “premi”. Ini biasanya ditentukan oleh “penanggung” untuk dana yang bisa diklaim pada masa depan, biaya administratif, dankeuntungan.

Contohnya: seorang pasangan membeli rumah seharga Rp100 juta. Mengetahui bahwa kehilangan rumah mereka akan membawa mereka kepada kehancuran finansial, mereka mengambil perlindungan asuransi dalam bentuk kebijakan kepemilikan rumah. Kebijakan tersebut akan membayar penggantian atau perbaikan rumah mereka bila terjadi bencana. Perusahaan asuransi mengenai mereka premi sebesar Rp 1 juta per tahun. Risiko kehilangan rumah telah disalurkan dari pemilik rumah ke perusahaan asuransi.

Nah, dari pengertian asuransi di atas dapat disimpulkan bukan bahwa esensi dari memiliki asuransi adalah untuk melindungi dari segala jenis resiko/ musibah yang datangnya tidak dapat diduga dan terjadi secara tiba tiba.

Lalu, apakah kehamilan istri anda terjadi nya tiba tiba dan tidak dapat diduga? Tentu saja tidak. Saat anda berhubungan badan, tentunya anda sudah tahu apabila berhasil maka 9 bulan lagi maka istri anda akan melahirkan. Bayangkan saja, Tuhan sudah memberikan Anda waktu selama 9 bulan untuk mempersiapkan diri.

Kecuali jika hari ini anda bikin anak, trus keesokan harinya tiba tiba istri anda melahirkan dan anda dipaksa untuk mencari dana darurat untuk biaya melahirkan dalam tempo 1×24 jam. Nah9 bulan ini bisa anda manfaatkan untuk mempersiapkan dana yang diperlukan untuk membiayai pengeluaran saat melahirkan.

Jadi kalau demikian perlukah persalinan itu di asuransikan?  Penjelasan berikut ini akan memberikan jawaban mengapa persalinan tidak perlu pakai asuransi:

  • Melahirkan anak bukan merupakan suatu musibah, melainkan sebuah anugerah.
  • Melahirkan anak tidak terjadi secara tiba-tiba. Waktunya dapat diketahui dan diperkirakan yaitu kurang lebih 9 bulan, jadi siapa pun mestinya bisa mengumpulkan uang sejak awal kehamilan.
  • Kalau melahirkan di bidan, biayanya tidak besar. Melahirkan di rumah sakit pun tidak terlalu mahal. Kalaupun harus operasi cesar biayanya masih dapat diukur.
  • Preminya mahal sekali, hampir sama dengan rawat jalan (untuk maksimum manfaat sebesar 10 juta, preminya sekitar 5 juta setahun).
  • Asuransi untuk persalinan hanya bisa diambil di saat belum hamil. Kalau sudah hamil, tidak bisa ambil, jadi besar kemungkinan premi yang mahal itu hangus (50:50). Ini juga alasan lain yang membuat orang orang yang menghubungi saya dan menanyakan tentang asuransi persalinan menjadi merasa kecewa karena saat mereka menghubungi saya, kondisi istri mereka saat itu sedang hamil. Jadi sudah tahukan kalau istri sudah hamil, maka anda sudah tidak bisa lagi beli asuransi kehamilan. Jika mau memaksa beli bisa saja tapi tetap saja tidak bisa digunakan karena masa tunggu dari asuransi persalinan ini adalah 280 hari (9 bulan plus 10 hari). Jadi jika istri anda sedang hamil saat ini, maka pasti dia akan melahirkan kurang dari 280 hari lagi sehingga asuransi anda belum bisa digunakan. Akhirnya anda hanya membayar premi sia sia/ hangus saja. Ingat loh, premi asuransi melahirkan itu tidak murah. Jadi jika anda beranggapan dengan membeli asuransi maka anda terhindar dari mengeluarkan biaya besar, maka anda salah besar. Lebih baik anda buang jauh jauh pemikiran oon seperti itu.

Makanya saya sarankan mending anda menabung saja deh untuk membiayai biaya kelahiran anak anda. Masa selama 9 bulan gak bisa terkumpul dana untuk bayar biaya persalinan. Pilih melahirkan di bidan saja jika tidak sanggup melahirkan di rumah sakit. Banyak kok pilihan dari yang murah sampai yang mahal. Biaya melahirkan anak bukan hanya di proses persalinan, tapi biaya-biaya di luar itu seringkali lebih besar, seperti suplemen kesehatan ibu, pakaian anak, tasyakuran dan akikahan, dan lain-lain yang tentu saja tidak ditanggung asuransi.

Jadi intinya, asuransi melahirkan/persalinan sebenarnya tidak perlu. Jika anda membayar premi dan setelah itu ada dua kemungkinan: perlu atau tidak. Jika istri anda hamil, dan anda dan istri mendapat anak maka anda mendapat uang untuk membiayai kelahiran istri anda(perlu). Tapi jika istri anda tidak hamil, berarti anda dan istri tidak jadi mendapat anak maka uang premi yang anda bayarkan pun menjadi hangus (tidak perlu).

Hal ini disebabkan melahirkan anak bukan musibah. Anda bisa bedakan dengan asuransi jenis lainnya yang menanggung musibah, misalnya asuransi kesehatan rawat inap. Nasabah bayar premi dan setelah itu kemungkinannya hanya satu: untung. Jika dia sakit, dia mendapat uang untuk membiayai perawatan. Jika tidak sakit, dia memperoleh kesehatan.

Jadi saran dari saya adalah Menabunglah sejak awal kehamilan atau lebih awal lagi. Anda tentunya sudah tahu berapa dana yang harus ditabung, dengan menghitung kebutuhannya dan waktu yang dimiliki. pergunakan waktu 9 bulan itu sebaik mungkin. Tuhan memberi tempo 9 bulan itu dengan tujuan agar anda sebagai orang tua dapat mempersiapkan diri untuk menyambut kelahiran si buah hati ke dunia.

Jika anda memang benar benar mau beli asuransi. Beli lah asuransi yang benar benar penting untuk melindungi anda dan anggota keluarga anda. Bukankah asuransi itu gunanya untuk memproteksi dan melindungi dari musibah yang datangnya secara tiba tiba dan tidak dapat diprediksi sebelumnya seperti terkena penyakit kritis (kanker, gagal ginjal, stroke, radang selaput otak, serangan jantung, koma, dan lain lain), tertimpa kecelakaan atau bahkan meninggal dunia?

Yang perlu dipikirkan dan paling diutamakan adalah bagaimana nasib orang orang yang kita cintai di sekeliling kita apabila kita sampai tertimpa musibah sakit kritis, kecelakaan atau bahkan sampai meninggalkan mereka untuk selama lama nya? Bagaimana nasib hidup mereka tanpa kita di sini mereka? Apakah kita tega pergi meninggalkan mereka begitu saja tanpa meninggalkan bekal apa apa?

Sudahkah anda menjadi anak yang berbakti bagi orang tua anda? Sudahkan anda menjadi kakak yang baik bagi adik adik anda? Sudahkan anda menjadi suami yang baik bagi istri anda? Dan sudahkah anda menjadi ayah yang baik bagi putra putri anda?

Jika jawabannya belum maka saya rekomendasikan anda untuk membeli asuransi Tapro Allianz baik untuk diri anda sendiri sebagai pencari nafkah utama dan kepala keluarga (ini wajib), maupun untuk istri dan anak anak anda (ini pilihan, tapi tetap dianjurkan setiap orang punya minimal 1 polis asuransi tapro apabila memang budget untuk membayar preminya mencukupi).

Nikmati Ongkos Kirim GRATIS apabila anda memesan Asuransi Allianz melalui kami, Agen Asuransi Allianz di Jakarta.

Beli-asuransi-allianz-Sekarang

Telepon/SMS/WA : 08119292466 

Pin BB : 5D7EC96D 

Email : info@asuransi-jiwa.org

Leave A Comment...