Melindungi Aset Dengan Asuransi

Mengapa saat ini kesadaran orang berasuransi semakin meningkat?

Penyebabnya adalah “Program Perlindungan Asset” yang lagi trend di kalangan masyarakat negara maju yg dikenal juga sebagai PAPER ASSET. Jadi Polis asuransi itu bisa dikategorikan sebagai paper asset.

Polis asuransi bahkan bukan paper asset yang biasa biasa saja seperti halnya saham atau reksadana tetapi polis asuransi adalah paper asset yang memberikan daya ungkit yang sangat besar dalam arti memiliki polis asuransi jiwa adalah salah satu cara mengumpulkan asset dengan cara yang sangat cepat.

Bagi orang orang yang cerdas secara finansial, mereka sangat familiar dengan cara ini.

They know how to play this game. That’s why their asset can grow bigger and bigger after many generations. It’s different with most people whose assets become smaller and smaller after so many generations. 

Segelintir orang yang memiliki asset yang banyak ini, tahu bagaimana untuk memanfaatkan polis asuransi untuk mempertahankan bahkan menambah asset yang mereka miliki bagi generasi generasi penerusnya. Jadi begitu aset tersebut diwariskan ke anak nya, aset nya makin bertambah. Demikian juga seterusnya saat si anak mewariskan aset nya ke anak anak nya (cucunya) lagi, jumlah aset nya juga semakin bertambah. Jadi semakin ke bawah, asset nya bukannya semakin berkurang tetapi malah semakin bertambah. Hebatkan.

Berbeda sekali dengan kebanyakan orang yang tidak tahu bagaimana cara memainkan permainan ini. Disaat mereka meninggal dunia, warisan yang ditinggalkan ke anak anaknya tidak meningkat melainkan tetap bahkan semakin menyusut. Jika anak anak nya tidak pintar mengelola aset yang diwariskan tersebut, lama lama jumlahnya akan semakin berkurang dan akhirnya saat diwariskan ke generasi berikutnya, jumlahnya juga semakin berkurang dan lama lama habis.

Hal ini disebabkan karena mereka tidak memiliki polis asuransi jiwa semasa hidupnya. Mereka hanya berkonsentrasi mengumpulkan asset fisik saja tanpa mengetahui kehebatan daya ungkit yang dapat diberikan oleh polis asuransi jiwa.

Tidak heran jika anda perhatikan, orang orang yang asset nya banyak, yang termasuk dalam kategori pertama yang saya sebutkan tadi, dimana yang mampu menumbuhkan aset yang mereka miliki dari generasi ke generasi agar semakin besar, memiliki polis asuransi jiwa yang banyak juga. Katakanlah untuk diri nya sendiri saja, mereka bisa memiliki polis asuransi jiwa lebih dari 1 bahkan lebih.

Hal ini disebabkan karena mereka menyadari, mengumpulkan polis asuransi jiwa, lebih menguntungkan daripada mengumpulkan asset fisik. Toh, semua manusia tidak ada yang bakal hidup abadi selama lama nya di dunia ini kan?

Semua orang yang masih bernafas di muka bumi ini seakan akan hanya mengontrak di sini. Dan jangka waktu kontrak masing masing orang ini berbeda beda satu dengan yang lain. Setelah kontrak nya habis maka mereka akan pindah dari dunia yang ini ke dunia yang lain. Sayangnya di saat berpindah dunia ini, semua yang telah dikumpulkan di dunia ini seperti harta benda dan semua yang melekat di badan fisik ini tidak dapat dibawa serta.

Bahkan anggota keluarga seperti istri dan anak juga tidak bisa dibawa bersama sama untuk berpindah ke dunia lain tersebut. Misalnya bisa dibawa juga, anda tidak mungkin mau membawa orang orang yang anda cintai itu untuk ikut bersama anda bukan?

Contoh:

Bila Pak William yang berusia 33 thn ingin memiliki asset senilai Rp 1 milyar yang ingin dia wariskan kepada anak anak nya kelak, maka dia cukup menyisihkan dana sebesar 10%-nya yaitu 100jt yg bisa dicicil 10x setoran yaitu 10jt/thn atau sebesar 830rb-an/ bulan.

Ringan sekali bukan, bila dibandingkan jika dia harus mewariskan rumah yg tentunya dana yg dikeluarkan akan lebih besar, dimana minimal dia harus mempersiapkan dana sebesar 300jt dimuka sebagai uang-muka pembelian rumah. Itu baru untuk uang muka nya loh. Belum lagi untuk cicilan bulanan nya disertai dengan bunga nya apabila dia membayar dengan cara kredit melalui KPR Bank.

Tujuannya sama yaitu  sama sama ingin mewariskan uang Rp 1 Miliar kepada anak anak nya kelak. Menurut anda, cara pertama atau cara kedua yang lebih mudah untuk ditempuh oleh Pak William tersebut? Dengan cara pertama, Pak William hanya perlu menabung Rp. 834.000 per bulan saja sedangkan cara kedua, Pak William benar benar harus punya dana sebesar Rp 300 juta dulu sebagai uang muka pembelian rumah nya.

Jika Pak William tidak memiliki uang tunai sebesar Rp. 300 juta saat ini, tentunya dia takkan bisa mewariskan sebuah rumah senilai Rp 1 Miliar kepada anak anak nya kelak bukan?

Hal ini berlaku tidak hanya bagi Pak William tetapi juga bagi anda yang saat ini tidak memiliki jumlah tabungan yang besar di rekening anda tetapi anda berniat dan memiliki mimpi untuk mewariskan uang Rp 1 Miliar kepada anak istri anda apabila anda sudah tiada nantinya. Anda tidak pernah tahu anda bisa hidup sampai usia berapa bukan? Dan tidak ada 1 orang pun di dunia ini yang bisa tahu mereka bisa hidup sampai kapan.

Namun kabar baiknya adalah semua orang termasuk anda dapat merencanakan untuk memberikan Rp 1 Miliar kepada istri dan anak anda kelak di saat anda telah meninggal dunia dengan cara yang sangat mudah yaitu dengan cara menabung Rp 834.000 per bulan saja jika saat ini anda berusia 33 tahun. Bahkan jika anda baru sempat menabung 1 bulan sana dan di bulan depan nya anda sudah dipanggil untuk menghadap Sang Pencipta, uang Rp 1 Miliar itu tetap akan diterima oleh anak dan istri yang ditinggalkan.

Coba anda sebutkan ke saya, aset atau paper aset apa yang bisa demikian? Jika anda punya saham dan obligasi, apakah mungkin, dalam tempo 1 bulan, saham atau obligasi anda yang senilai Rp 834.000 bisa hanya dalam tempo 1 bulan berkembang menjadi Rp 1 Miliar? Apakah bisa uang anda di bank senilai Rp 834.000 tiba tiba berubah menjadi Rp 1 Miliar hanya dalam tempo 1 bulan? Nonsense alias mustahil bukan?

Tapi Asuransi Jiwa bisa demikian. Itulah sebabnya saya katakan bahwa polis asuransi jiwa adalah paper asset yang memiliki daya ungkit yang luar biasa.

Keuntungan PAPER ASSET dibandingkan rumah atau property:

1. Tidak perlu uang muka.

2. Dicicil tanpa bunga.

3. Tidak ada maintenance fee.

4. Tidak ada biaya pajak waris.

5. Tidak ada biaya balik nama / notaris.

6. Bisa dibagi rata & adil kepada ahli waris, sehingga tidak timbul perselisihan di kemudian hari.

Seandainya Bpk. William meninggal dunia, ahli waris nya (istri dan anaknya) akan langsung mendapat dana tunai sebesar 1 Milyar tsb, tanpa dipotong biaya apapun ditambah dengan hasil tabungan yg telah disetor.

Menarik bukan?

Ini sebabnya di negara maju jarang sekali orang orang memberi warisan berupa rumah atau properti lainnya. Karena Program Paper Asset ini lebih murah dan simple. Tidak heran jika anda perhatikan di negara seperti Jepang, 1 orang itu bisa memiliki polis asuransi 5 sampai 6 buah.

Coba bandingkan dengan di Indonesia, bahkan masih banyak orang yang belum memiliki polis asuransi. Mau menemukan orang yang punya polis asuransi lebih dari 1 juga sangat jarang sekali. Apalagi yang punya polis asuransi lebih dari 2 buah. Ada namun sangat sangat jarang sekali.

Kalau Bpk. William sdh mengikuti trend di negara maju, dengan membeli polis asuransi untuk persiapan warisan bagi anak anak nya kelak, bagaimana dgn anda sekalian? Apakah anda mau memiliki paper asset dengan daya ungkit luar biasa? Di muka bumi ini, hanya polis asuransi jiwa yang memiliki kemampuan dahsyat seperti itu.

Tetapi jangan salah pilih asuransi jiwa ya. Yang bisa memberikan merubah Rp. 834.000 per bulan menjadi Rp 1 Miliar seperti yang saya jelaskan di atas hanya Asuransi Jiwa Allianz atau yang sering dikenal dengan istilah Tapro (Tabungan Proteksi) Allianz. Kalau asuransi merek lain, belum tentu bisa seperti ini.

Nikmati Ongkos Kirim GRATIS apabila anda memesan Asuransi Allianz melalui kami, Agen Asuransi Allianz di Jakarta.

Beli-asuransi-allianz-Sekarang

Telepon/SMS/WA : 08119292466 

Pin BB : 5D7EC96D 

Email : info@asuransi-jiwa.org

Leave A Comment...