Menunda Beli Asuransi, Akibatnya Bisa Fatal

Ketika anda sehat, membeli asuransi jiwa atau asuransi kesehatan sepertinya bertentangan dengan hati nurani. Itulah yang membaut kita sering menunda untuk membeli asuransi. Padahal asuransi ini penting untuk di beli dan dimiliki di saat kita sehat. Karena pada saat sakit, kita tidak bisa lagi membeli asuransi meskipun kita mampu.

Contohnya seperti ini. Di saat sekarang, dimana tubuh masih sehat dan belum ada terkena sakit penyakit, Anda ditawarkan untuk membeli asuransi. Namun karena pengeluaran Anda masih banyak (banyak pengeluaran untuk kebutuhan hidup sehari hari, termasuk membayar cicilan rumah, kendaraan, gadget, dan lain lain), akhirnya Anda menunda untuk memiliki asuransi.

Yang tidak Anda sadari adalah penundaan yang Anda lakukan untuk tidak membeli asuransi saat ini, dapat berakibat fatal bagi masa depan Anda di saat risiko kehidupan datang menghampiri.

Setelah berjalan beberapa tahun, dan penghasilan Anda mulai meningkat, Anda lalu berpikir dn memutuskan untuk membeli asuransi. Anda menghubungi saya dan akhirnya setelah ditelusuri, saat ini Anda sudah menderita diabetes. Karena kesibukan Anda bekerja mencari uang tanpa memperhatikan kondisi kesehatan akhirnya Anda terkena diabetes.

Setelah pengajuan asuransi Anda diajukan dan Anda dikenakan medical cek up, maka hasil dari underwriter menyatakan bahwa pengajuan asuransi Anda ditolak. Lah kok bisa? Padahal Anda punya uang loh. Anda punya budget untuk membayar premi asuransi setiap bulan nya. Aneh kan. Ya itulah asuransi.

Di saat Anda tidak butuh, Anda mudah untuk membeli/ mendapatkan nya. Di kala Anda butuh, Anda malah tidak bisa lagi membeli nya.

Untuk contoh ilustrasi yang lebih detail mengapa bisa demikian, simak baik baik cerita di bawah ini. Mungkin dari kisah di bawah ini, bisa merubah cara pandang Anda agar supaya jangan menganggap remeh asuransi.

Harga sebuah penundaan untuk memiliki asuransi itu bisa sangat fatal sekali. Akibat terburuknya bukan hanya dirasakan oleh Anda sendiri namun segenap keluarga Anda (istri dan anak terutama) akan terkena dampaknya.

Seorang pria lajang, sebut saja namanya Rudi. Dia adalah anak tunggal yang dibesarkan sendiri oleh Ibunya.

Rudi mempunyai usaha sendiri, yaitu sebuah toko Komputer. Dari toko Komputernya itulah dia menghidupi dirinya dan mama yang dicintainya. Suatu hari Rudi menderita sakit demam dan didiagnosa oleh dokter umum kalau dia terkena gejala typhus

Sadar biaya Rumah Sakit mahal, Rudi menghubungi agen asuransi Allianz yang dulu pernah menceritakan kepada dia manfaat yang luar biasa sekali, jika mempunyai polis asuransi jiwa dan kesehatan Allianz.

Dia baru menyadari pentingnya memiliki polis asuransi jiwa dan kesehatan seperti itu jika dalam keadaan sakit seperti sekarang ini. Setelah interview dengan si agen tentang kesehatannya, aplikasi diajukan, ternyata keluar keputusan bahwa perusahaan asuransi menunda pengajuan aplikasinya selama 2 minggu, karena alasan kesehatannya saat itu.

Setelah itu baru akan ditinjau kembali pengajuannya. Akhir kata, keinginan Rudi untuk memiliki asuransi menjadi tertunda. Okelah, nanti setelah 2 minggu lagi akan dicoba lagi, pikir Rudi. Toh 2 minggu ini kan cepat. Begitu menurutnya.

Belum sampai 2 minggu, ternyata Rudi masuk rumah sakit dan didiagnosa oleh dokter bahwa dia terkena Tumor Otak. Tidak lama  dia masuk rumah sakit, dia meninggal. Berarti Ibunya harus bekerja kembali, untuk memenuhi kebutuhannya sendiri termasuk semua tagihan rumah sakit yang harus Ibunya bayar sendiri.

Kasihan sekali Ibunya Rudi. Jika saja dari awal dia tidak menunda nunda untuk membeli asuransi jiwa dan kesehatan Allianz, pasti Ibu nya tidak perlu terbebani dengan tagihan rumah sakit Rudi, dan juga perusahaan asuransi juga akan memberikan uang santunan dalam jumlah besar sepeninggal anak nya.

Dengan uang santunan ini, Ibunya Rudi bisa menjalani hidupnya dengan tenang, tanpa harus pusing lagi memikirkan tentang masalah keuangan. Uang warisan yang ditinggal kan Rudi dari asuransi jiwa tersebut mungkin bisa dimanfaatkan oleh Ibunya sebagai modal usaha misalnya buka warung.

Daripada Ibunya harus cari kerja makan gaji dengan orang lain. Siapa juga yang mau menggaji, jika usia Ibunya juga sudah tua dan sudah seharusnya pensiun. Jika Anda adalah seorang pengusaha/bos yang lagi cari karyawan, pasti Anda akan mempekerjakan orang yang masih berusia produktif kan?

Setelah Ibunya Rudi bersusah payah membesarkan Rudi seorang diri (single parent). Dan Setelah Rudi dewasa, sang Ibu berharap bisa bergantung hidup pada anaknya (semakin menua, pasti tenaga Ibunya Rudi tidak sekuat ketika dia masih muda, jadi tidak salah jika Ibu nya akan bergantung hidup pada Rudi setelah Rudi bisa bekerja dan menghasilkan, semua orang tua pasti juga berpikiran seperti ini.)

Moral dari cerita ini:

Kita sebagai anak sudah dibesarkan oleh orang tua kita dengan harapan nantinya kita inilah yang aan menjadi tumpuan masa depan mereka. Orang tua kita nantinya pasti akan bertambah usia nya dan sebagai orang tua pasti akan bergantung pada kita sebagai anak. Kita sebagai anak yang berbakti kepada orang tua harus bertanya apa yang bisa kita berikan kepada orang tua kita, disaat kita sudah bisa mendapatkan penghasilan sendiri.

Bagaimana perasaan orang tua kita, disaat kita meninggal secara tiba tiba dimana mereka  mengharapkan anaknya bisa membahagiakan dia, saat anaknya dewasa, yang ternyata sekarang telah tiada.

Kepada siapa lagi orang tua kita harus berharap, kalau bukan kepada tenaga dan pikiran mereka sendiri lagi, dengan bekerja kembali. Nah, sekarang sudah paham kan kalau asuransi jiwa sebenarnya bukan hanya diperuntukkan untuk semua orang yang sudah menikah, berkeluarga dan memiliki anak saja, tetapi juga penting bagi yang masih lajang dan masih memiliki orang tua.

Tidak ada salahnya membeli asuransi jiwa dan memberikan hak ahli waris kepada orang tua kita karena kita sendiri juga tidak tahu sampai berapa lama kita bisa hidup dan mendampingi orang tua kita.

Terutama bagi kita yang merupakan anak tunggal, satu satunya tumpuan harapan dari orang tua kita kelak. Setidaknya apabila kita tiba tiba yang dipanggil duluan untuk menghadap Yang Mahakuasa, kita sudah menyediakan nafkah yang cukup bagi orang tua kita untuk menjalani hidup mereka.

Jangan menganggap hal ini tabu untuk dibicarakan dan didiskusikan. Banyak orang yang salah menafsirkan. Di saat ditawarkan asuransi jiwa malah beranggapan mau disumpahin mati muda. Anda punya asuransi jiwa atau tidak pun, pada akhirnya toh Anda juga akan meninggal kan.

Cepat atau lambat Anda pasti akan meninggal, gak mungkin Anda bisa hidup abadi. Tanpa memiliki asuransi jiwa, Anda bisa saja meninggal di usia muda. Apakah kematian akan memberikan Anda kesempatan dan pemberitahuan kapan dia akan mencabut nyawa Anda? Tidak kan?

Jika meninggal dengan memiliki asuransi, maka Anda meninggal dengan meninggalkan warisan untuk keluarga Anda. Jika Anda meninggal tanpa asuransi jiwa, maka Anda meninggal tanpa meninggalkan apa apa buat mereka, bahkan bisa jadi Anda malah meninggalkan hutang Anda yang menumpuk untuk mereka bereskan. Adduuhhhhh….

Asuransi dapat melindungi aset yang paling berharga, yaitu Anda sendiri dan kemampuan untuk menghasilkan uang agar bisa memenuhi kebutuhan hidup Anda dan keluarga.

Suatu risiko dapat saja disebabkan oleh sakit atau pun kecelakaan. Mengingat biaya asuransi yang tidak murah, ada baiknya kita selalu teliti dalam membeli polis asuransi yang tepat. Perhatikan selalu term and conditionnya, kebanyakan masyarakat awam, entah malas atau kurang teliti, sering terkecoh dengan bahasa dalam kontrak polis asuransi.

Untuk memastikannya, mintalah agen asuransi Anda untuk menerangkannya secara rinci.

Beberapa hal yang harus dipertimbangkan :

1. Tentukan seberapa besar uang pertanggungan yang anda butuhkan
Apakah anda telah cukup membeli agar bisa mendapatkan perlindungan maksimum atau anda membeli ala kadarnya dengan resiko uang santunan nya malah kurang nantinya.

2. Berapa lama Anda dapat bertahan tanpa perlindungan asuransi
Jangan hanya memikirkan ingin mengurangi pengeluaran dengan tidak membeli asuransi.

3. Pilihlah polis asuransi dengan jangka waktu yang selama mungkin, setidaknya dapat melindungi Anda hingga usia 100 tahun
Terlalu beresiko jika anda memilih jangka waktu yang pendek (5-10 tahun), tidak sebanding dengan resiko ketidakmampuan Anda jika sampai terjadi musibah.

4. Pertimbangkan untuk membeli polis asuransi secara pribadi di luar yang telah diberikan oleh perusahaan
Bayangkan jika anda tidak mampu bekerja lagi, anda tidak akan disantun seumur hidup. Perusahaan hanya akan melindungi anda selama anda masih produktif.

5. Jika Anda masih muda, berikan perhatian khusus dalam mengelola keuangan Anda secara benar
Seiring bertambahnya usia, pertimbangkan untuk menambah uang pertanggungannya asuransi jiwa Anda agar bisa mengimbangi laju nilai inflasi. Sisihkan sebagian pendapatan Anda untuk membeli asuransi.

Nikmati Ongkos Kirim GRATIS apabila anda memesan Asuransi Allianz melalui kami, Agen Asuransi Allianz di Jakarta.

Beli-asuransi-allianz-Sekarang

Telepon/SMS/WA : 08119292466 

Pin BB : 5D7EC96D 

Email : info@asuransi-jiwa.org

Leave A Comment...