Uang Pertanggungan Asuransi Mudah Diwariskan dan Bukan Merupakan Objek Pajak

Uang Pertanggungan asuransi merupakan Paper Asset yang mudah untuk diwariskan dan bukan merupakan objek pajak.

Apa saja sih keuntungan apabila anda memilih asuransi sebagai Paper Asset anda dibandingkan dengan apabila anda memilih aset yang berwudju seperti rumah/properti untuk diwariskan ke ahli waris anda?

1. Tidak perlu uang deposit.
2. Tidak ada biaya pajak waris.
3. Tidak ada biaya balik nama atau notaris.
4. Bisa dibagi rata dan adil kepada ahli waris, sehingga tidak timbul perselisihan dikemudian hari.

Seandainya Anda meninggal dunia, maka ahli waris  anda akan langsung mendapat uang pertangfungan asuransi katakanlah berupa dana tunai sebesar Rp 1 milyar full (jika UP yang anda sepakati di awal saat membei asuransi adalah Rp 1 Milyar), tanpa potong biaya apapun ditambah nilai tunai yang berasal dari premi yang telah disetor (apabila ada).

Menarik bukan? Di negara maju sekarang sudah jarang sekali orang memberi warisan berupa rumah atau properti, bahkan bagi orang orang yang kaya sekalipun. Mereka lebih senang membeli polis asuransi sebanyak mungkin. Karena Program Paper Asset berupa polis asuransi ini lebih murah dan simpel. Di Indonesia juga sudah banyak orang yang ikut trend di negara maju ini, bagaimana dengan Anda sekalian?

Coba anda sebutkan, harta atau asset apa yang anda miliki namun yang bukan merupakan objek pajak. Artinya anda tidak menjadi terhutang untuk membayar pajak dengan memiliki asset tersebut. Misalnya jika anda memiliki rumah, apakah anda membayar pajak?

Tentu saja bayar, bahkan disaat rumah itu belum menjadi milik anda, anda sudah bayar pajaknya dimuka yaitu BPHTB (Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan). Ini adalah pajak yang mesti anda bayar kepada Pemerintah Daerah disaat hak kepemilikan aset rumah ini berpindah dari si penjual kepada anda sebagai si pembeli.

Bahkan jika anda membeli rumah baru (primary property) yang baru saja dibangun oleh developer, anda akan dikenakan PPN (Pajak Pertambahan Nilai). Selain itu setiap tahun anda juga dikenakan PBB (Pajak Bumi dan Bangunan). Banyak sekali bukan pajak yang mesti anda bayar dari kepemilikan rumah tersebut.

Bagaimana jika anda membeli mobil? Jika mobil baru dari showroom, tentu saja anda tetap dikenakan PPN. Jika mobil yang anda beli dikategorikan sebagai mobil mewah yang harganya tinggi, bahkan anda akan dikenakan PPNBM (Pajak Pertambahan Nilai atas Barang Mewah). Selain itu setiap tahun anda juga mesti membayar pajak kepemilikan kendaraan bukan?

Nah kalau begitu saya simpan uang dalam bentuk uang tunai/ cash saja deh. Kan bebas pajak kalau uang tunai. Eiit, nanti dulu, belum tentu. Coba lihat sumber uang yang anda peroleh itu dari mana. Jika anda memperoleh uang itu dari hasil gaji, berarti uang yang anda peroleh sudah dipotong pajak duluan oleh perusahaan tempat anda bekerja. Jika hasil uang yang anda peroleh adalah hasil usaha, itu juga dikenakan pajak penghasilan juga.

Berikut beberapa point penting tentang Asuransi dan  Pajak yang saya kutip dari tulisan Irene Salaki, seorang konsultan pajak yg sering dijadikan nara sumber tax planning oleh Financial Planner Association Indonesia

– Hasil dari klaim Asuransi di Indonesia bukan merupakan obyek pajak.

– Paper Asset dalam bentuk Asuransi tidak kena pajak, berbeda dengan Property Asset

– Unit Link dibebaskan dari pajak karena ada fitur asuransi ( berbeda dengan reksadana atau jenis invesment lainnya )

Jadi mulai July 2015 tidak dikenakan pajak atas kelebihan antara penarikan dan penyetoran ( sebelumnya kena tax 20 % )

– Warisan dr Uang Pertanggungan Asuransi bukan obyek pajak di Indonesia = 0 % tax, tetapi di Jepang warisan bisa di kenakan pajak  sampai 70%. Dan di Amerika sampai 40 %.

– Hasil klaim Asuransi utk Beneficiary Owner ( bahasanya bukan untuk ahli waris – tapi penerima manfaat bisa menyamping, menurun garis ke bawah ataupun untuk siapapun  dan hasil klaim itu bukan obyek penghasilan kena pajak.

– Polis Asuransi tidak perlu untuk dilaporkan  dalam SPT,  di SPT th 2014 ada kolom investasi lainnya- dulu di SPT semula masuk ke kolom ini sekarang tidak perlu.

– Klaim atau withdrawal masuk sebagai  Cash Inflow saja tapi bukan penghasilan yang merupakan Objek pajak.

– Polis Asuransi di luar negeri  “return pajak tdk perlu dibawa balik” karena kalau dibawa balik ke Indonesia kena pajak hasil lain-lain, kecuali masuk sebagai warisan.

– Klaim Asuransi dari Polis Luar Negeri kena pajak sesuai ketentuan negara asal Polis tsb.

– Warisan dalam properti ketika balik nama akan kena BPHTB (Bea Perolehan hak atas Tanah dan Bangunan), dan posisi  BPHTB ini bukan pajak ke Negara , tetapi masuk klasifikasi Bea  masuk ke pendapatan Daerah.

–  Jadi akan lebih baik punya warisan  dalam bentuk Polis Asuransi. Jika klaim Uang Pertanggungan Free of tax alias bebas pajak maka warisannya juga free of tax (bebas pajak).

Mumpung anda masih muda dan masih sehat, ayo, anda dapat memiliki Paper Asset berupa polis asuransi Tapro dari Allianz. Anda butuh bantuan untuk menghitung berapa sih besaran Uang Pertanggungan untuk anda dan keluarga? Silahkan hubungi untuk berkonsultasi dengan kami.

Nikmati Ongkos Kirim GRATIS apabila anda memesan Asuransi Allianz melalui kami, Agen Asuransi Allianz di Jakarta.

Beli-asuransi-allianz-Sekarang

Telepon/SMS/WA : 08119292466 

Pin BB : 5D7EC96D 

Email : info@asuransi-jiwa.org

Leave A Comment...