Antisipasi Atas Resiko Terkena Penyakit Kritis

Cobalah sesekali tanya orang yang sekarang terkena kanker, apakah sebelumnya dia pernah menyangka akan terkena kanker?

Cobalah sesekali tanya orang yang sekarang terkena stroke, apakah sebelumnya dia pernah menyangka akan terkena stroke?

sakit butuh uang

Atau tanyalah orang yang sekarang harus menjalani cuci darah tiap minggu, apakah dulu ia pernah mengira akan mengalami gagal ginjal?

Ya, terkadang penyakit kritis datang seperti kecelakaan lalu lintas. Datangnya tiba-tiba dan tidak diduga. Vonis dokter terdengar seperti hantaman palu godam. Karena yang bersangkutan mungkin merasa selama ini dirinya baik-baik saja. Ia ngantor tiap hari, bergaul dengan teman-temannya, bercengkrama dengan keluarganya, bahkan berolahraga secara rutin.

Tapi kok bisa ya saat didiagnosa, malah divonis terkena penyakit kritis contohnya kanker stadium awal. Gejala penyakit nya memang belum terlalu terasa dan belum begitu menonjol karena masih di tahap2 awal tetapi saat di cek medis, positif ada sel abnormal yang tumbuh di salah satu organ tubuh.

Kira kira jika kejadian ini menimpa anda, apakah anda merasa stress? 100% orang yang mendengar kabar buruk terkait kondisi kesehatannya pasti merasa shock dan tidak percaya. Beberapa mungkin akan mencari second opinion dari dokter lain untuk memastikan apakah memang mereka benar benar terkena penyakit kritis yang dimaksud.

Penyakit kritis sebetulnya bisa dicegah. Tapi sebaik apa pun usaha kita, di zaman sekarang ini peluang keberhasilannya tidak akan 100 persen. Misalnya kita menerapkan gaya hidup sehat, lingkungan kita belum tentu mendukung. Setiap hari kita makan beraneka ragam hidangan dengan kandungan yang bermacam-macam, bergaul dengan teman-teman yang merokok, menghirup polusi udara, terjebak stres di perjalanan, terpapar sinar ultraviolet dari matahari, dan sebagainya.

agen asuransi allianz
Baca juga :  Terkena Sakit Berat, Tidak Bisa Kerja Lagi, Namun Biaya Hidup Sehari hari tetap jalan  

Semua itu terakumulasi sedikit demi sedikit dalam tubuh kita, dan masing-masing menyumbang peran bagi menurunnya tingkat kesehatan kita. Bisa jadi ujungnya adalah penyakit kritis yang kita tidak sangka-sangka itu. Bisa jadi juga tidak. Tapi satu yang patut disadari, munculnya salah satu dari penyakit kritis bukanlah hal yang mustahil.

“Saya sudah punya askes dari kantor.”

Oke. Tapi askes ada limitnya, dan biasanya askes kantor tidak berdaya menghadapi tagihan penyakit kritis. Askes berguna untuk penyakit umum (batuk, pilek, tifus, DBD) tapi tak akan berdaya untuk penyakit khusus (stroke, jantung, kanker, hepatitis, tumor otak [walaupun] jinak, parkinson, meningitis). Kita memerlukan proteksi yang lebih bertenaga dibanding asuransi kesehatan.

butuh asuransi untuk biaya berobat yang besarSebelum anda memutuskan perlu tidaknya mengambil proteksi penyakit kritis, cobalah jawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini:

  1. Apakah anda sehat? Benar-benar sehat?
  2. Apakah anda tidak punya satu pun keluhan penyakit, terutama dari jenis yang jangka panjang?
  3. Apakah perut anda tidak makin buncit? (Bandingkan keadaannya dengan perut anda lima tahun ke belakang)
  4. Apakah berat badan anda normal dan anda akan bisa menjaganya tetap seperti itu?
  5. Apakah anda tidak merokok, minum minuman beralkohol, dan semacamnya?
  6. Apakah teman-teman/pergaulan anda tidak merokok?
  7. Apakah orang-orang di rumah anda tidak merokok?
  8. Apakah lingkungan tempat tinggal anda sehat (bukan daerah kumuh, bukan kawasan pabrik, cukup udara segar, dll)?
  9. Apakah orang-orang yang termasuk kerabat sedarah, yaitu orangtua, kakek-nenek, paman-bibi, dan saudara kandung, tidak ada yang pernah mengalami penyakit kritis?
  10. Apakah pekerjaan anda memungkinkan tubuh anda relatif bergerak sehingga otot-otot anda mendapat cukup ruang dan waktu untuk bergeliat?
  11. Apakah setiap harinya anda terhindar dari polusi udara dan kemacetan di perjalanan?
  12. Apakah anda jarang stres, baik karena masalah pekerjaan, rumah tangga, pergaulan, ataupun kemacetan?
  13. Apakah setiap harinya anda tidak mengonsumsi makanan yang mengandung bahan-bahan kimia seperti 4P (penyedap, pewarna, pengawet, pestisida)?
  14. Apakah cara makan anda tidak berlebihan, yang bisa berakibat pada menumpuknya kadar gula darah, kolesterol, ataupun asam urat?
  15. Apakah anda selalu makan masakan rumah bikinan sendiri, dan tidak pernah atau jarang sekali makan dan jajan di luar?
  16. Apakah anda suka berolahraga dan rutin melakukannya?
  17. Apakah anda rutin memeriksakan kesehatan anda (general check up)?
Baca juga :  Pakai Uang Allianz untuk Berobat, Jangan Pakai Uang Pribadi, Caranya Bagaimana?

Jika pertanyaan-pertanyaan tersebut jawabannya “ya”, maka tidak apa apa jika anda tidak mengambil proteksi penyakit kritis. Tapi jika beberapa di antaranya anda jawab “tidak”, sebaiknya anda waspada. Tetap berdoa semoga jantung dan darah anda baik-baik saja sampai tua.

Tetap menjaga kesehatan dengan cara apa pun yang anda bisa. Pada saat yang sama, siapkan sejumlah dana (boleh kumpulkan sendiri atau lewat asuransi) untuk membayar dokter kalau-kalau kelak sakit kritis menimpa.

asuransi allianz lengkap
pesan sekarang

Leave A Comment...