Apa itu Hepatitis Fulminant dan Apa Bedanya dengan Hepatitis A, Hepatitis B dan Hepatitis C

Mungkin beberapa dari Anda sudah pernah atau bahkan sering mendengar tentang penyakit hepatitis. Baik itu hepatitis A, B dan C. Namun, pernahkah Anda mendengar istilah Hepatitis Fulminant? Tahukah Anda apa penyebab dan gejalanya?

Apa itu Hepatitis Fulminant?

Pada intinya hepatitis merupakan penyakit kerusakan hati atau gagal hati atau pembengkakan hati yang disebabkan oleh virus hepatitis. Pada umumnya penderita hepatitis akan mengalami kegagalan hati yang sangat parah dan tidak jarang hingga merenggut nyawa. Sebenarnya gagal hati atau hepatitis fulminant merupakan kondisi yang sangat jarang ditemukan.

Apa itu Hepatitis Fulminant dan Apa Bedanya dengan Hepatitis A, Hepatitis B dan Hepatitis C

sakit butuh uang

Kerusakan dan kematian sel-sel pada hati bisa terjadi hanya dalam hitungan jam, hari ataupun minggu. Penyakit gagal hati fulminan bisa terjadi dan muncul di masa neonatus atau setelah neonatus (masa kanak-kanak). Hepatitis Fulminant disebabkan oleh berbagai virus hepatiti A, B, C, D, dan E.

Penyakit Hepatitis Fulminant yang disebabkan oleh virus ini mampu menimbulkan berbagai gejala yang akan dirasakan oleh penderitanya.

Apa saja gejala Hepatitis Fulminant?

Bagi penderita Hepatitis Fulminant pasti akan merasakan beberapa tanda atau gejala akibat dari reaksi tubuh dalam menghadapi suatu penyakit. Gagal hati atau Hepatitis Fulminant ditandai oleh gejala ensefalopati yang terjadi pada jangka waktu selama 8 minggu setelah adanya gejala awal penyakit Hepatitis Fulminant dirasakan.

Tanda-tanda ensefalopati akan muncul usai periode 8-24 minggu gejala awal. Gejala awal tersebut diantaranya adalah :

  1. Menurunnya fungsi hati
  2. Sering mengalami kegagalan proses ekskresi bilirubin
  3. Sering merasa sangat lesu dan lelah
  4. Sering merasa bingung atau frustasi
  5. Sering mengalami ketidaksadaran (pingsan) atau bahkan koma
  6. Mengalami pembekuan darah
  7. Mengalami gangguan keseimbangan air dan elektrolit di dalam tubuh seperti zat serum natrium dan kalium yang menurun.

Bagaimana penanganan penderita Hepatitis Fulminant?

Hingga saat ini, belum ditemukan obat bagi penderita Hepatitis Fulminant. Si penderita hanya perlu dirawat secara intensif di rumah sakit agar kondisinya tetap stabil dan tidak semakin memburuk. Bagi beberapa orang ada yang memilih untuk melakukan transplatasi hati untuk menyelamatkan nyawanya.

Baca juga :  Kanker Serviks Adalah Penyakit yang Menakutkan Kaum Wanita

Bagi penderita Hepatitis Fulminant yang berusia dibawah 40 tahun akan memiliki peluang atau kemungkinan lebih besar pulih (walaupun tidak sepenuhnya sembuh) dibandingkan dengan penderita yang berusia lebih dari 40 tahun.

Untuk masalah cara pencegahan agar tidak menderita penyakit Hepatitis Fulminant bisa dilakukan dengan cara mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B komplek, vitamin C dan menghindari minuman beralkohol yang dapat mengurangi kesadaran, menghambat kinerja metabolisme tubuh dan merusak sel-sel masif pada hati.

Namun bagi orang yang sudah terserang dan menderita penyakit Hepatitis Fulminant bisa melakukan pengobatan melalui pemberian vaksin hepatitis F dan mengonsumsi obat untuk menetralisir gejala dari penyakit hepatitis E.

Apakah Hepatitis Fulminant berbeda dengan hepatitis A, B dan C?

Jawabannya adalah ya, Hepatitis Fulminant memanglah berbeda dengan hepatitis A, B maupun C. Perbedaan tersebut meliputi berbagai hal seperti jenis virus penyebab hepatitis itu sendiri, gejala awal penyakit hepatitis tersebut hingga cara penanggulangannya.

Pada intinya, setiap penyakit hepatitis, baik itu Hepatitis Fulminant maupun jenis hepatitis A, B dan C memanglah berbeda. Untuk memahami lebih dalam sebaiknya harus memahami dulu karakter masing-masing jenis hepatitis.

Perbedaan Jenis Virus Penyebab

agen asuransi allianz
  1. Hepatitis Fulminant disebabkan oleh virus hepatitis A, B, C, D dan E
  2. Hepatitis A disebabkan oleh virus HAV yaitu Hepatitides A Virus
  3. Hepatitis B disebabkan oleh virus HBV yaitu Hepatitides B Virus
  4. Hepatitis C disebabkan oleh virus HCV yaitu Hepatitides C Virus

Perbedaan Gejala

Untuk mengetahui dengan detail dan jelas, kita harus memahami masing-masing gejala yang ditimbulkan dari penyakit hepatitis. Ada gejala penyakit hepatitis yang bisa dibedakan lebih spesifik diantaranya

  1. Hepatitis A
    Pada umumya di masa atau gejala awal menunjukkan gejala yang hampir sama dengan jenis hepatitis lainnya. Namun gejala-gejala berikutnya dapat ditandai dengan munculnya rasa sakit di bagian perut sebelah kanan, warna urine (air kencing) yang makin menguning, bola mata yang berwarna kuning berubah menjadi kuning, hingga adanya perubahan warna feses (kotoran). Apabila penderita hepatitis A dapat menjaga pola makan dan gaya hidup sehat, maka lama kelamaan gejala akibat penyakit hepatitis A bisa sembuh dengan sendirinya.
  2. Hepatitis B
    Pada umumnya gejala penyakit hepatitis B hampir sama dengan hepatitis A. Hanya saja, penyebaran virus HBV lebih cepat dibanding dengan yang lain. Apabila penyakit hepatitis B tidak segera ditangani dengan cepat dan tepat, maka akan beresiko menjadi hepatitis kronis dan berujung menjadi sirosis atau kanker hati.
  3. Hepatitis C
    Kondisi akut atau parah pada penderita hepatitis C sama dengan hepatitis A maupun B. Namun pada tahapan kronis akan menimbulkan ciri-ciri seperti adanya pembengkakan pada hati yang ditandai dengan adanya rasa sakit pada perut bagian kanan, mengalami penurunan berat badan secara drastis, mengalami pembengkakan pada bagian perut dan kaki. Apabila terjadi secara kronis atau akut maka juga akan menjadi sirosis atau kanker hati.
  4. Hepatitis Fuminant
    Gejalanya melingkupi semua gejala yang ada pada hepatitis A, B dan C.
Baca juga :  Data WHO mengenai Kanker Serviks

Perbedaan Resiko

  1. Hepatitis A
    Dilihat dari jenis virus yang menyerang penyakit ini, maka hepatitis A bisa ada kemungkinan untuk sembuh total dalam waktu 1-2 bulan. Apabila kondisi tubuh diperbaiki dan menjalani pola makan yang sehat, maka bersamaan dengan daya tahan tubuh yang meningkat akan mampu menyembuhkan penyakit hati.
  2. Hepatitis B
    Untuk hepatitis B memiliki resiko kerusakan lebih parah dibanding dengan lainnya. hepatitis jenis ini resiko terjadi sirosis hati atau kanker hati.
  3. Hepatitis C
    Dari beberapa penderita Hepatitis C ditarik kesimpulan bahwa 10% hingga 20% akan mengalami sirosis hati, 5% mengalami kanker hati, dan 85% mengalami hepatitis kronis yang kemungkinan sering disebut sebagai hepatitis fulminant.
  4. Hepatitis Fulminant
    Hepatitis jenis fuminant ini memanglah hepatitis yang sangat akut dan kronis. Kerusakan dan gagal hati merupakan resiko yang harus dirasakan oleh penderita hepatitis fulminant.

Itulah beberapa perbedaan antara hepatitis fulminant dengan jenis hepatitis lainnya. Hepatitis fulminant memanglah jenis hepatitis yang sangat akut dan kronis. Asuransi penyakit kritis Allianz juga memproteksi dan melindungi diri Anda dari risiko terkena penyakit yang sangat mematikan ini. Namun tentunya saat mendaftar untuk ikut asuransi ini, Anda harus dalam keadaan sehat.

Aturan main untuk membeli asuransi penyakit kritis Allianz sebenarnya sangat mudah. Belilah asuransi tatkala masih sehat. Karena jika Anda sudah terdeteksi dan terdiagnosa salah satu penyakit kritis, contoh nya seperti jika sudah divonis terkena penyakit hepatitis fulminant ini, maka Anda sudah pasti akan ditolak untuk masuk asuransi.

Meskipun Anda kaya dan punya uang banyak, tetap saja asuransi tidak akan mau menjadi pelindung Anda jika Anda mengajukan untuk ikut asuransi dikala keadaan sudah sakit parah seperti itu.

Baca juga :  Bahaya dari Penyakit Alzheimer

Jadi bersiaplah membayar biaya pengobatan 100% semuanya memakai uang pribadi Anda karena asuransi sama sekali tidak mau menerima Anda lagi.

Siapa yang bisa disalahkan dalam keadaan ini? Tentu saja Anda sendiri. Karena di kala sehat, Anda selalu menunda nunda untuk memiliki asuransi. Saat Anda masih sehat dan diberi kesempatan untuk segera membeli dan memiliki asuransi, malah Anda sia sia kan.

Setelah secara tidak sengaja pergi cek up kesehatan dan tiba tiba hasilnya positif terkena salah satu penyakit kritis (seperti tumor atau kanker di organ tertentu, sirosis hati, gagal ginjal, hepatitis fulminant), baru deh sadar kalau asuransi sangat penting.

Namun sayangnya, penyesalan selalu datang terlambat. Sudah dari awal di wanti wanti. Yang namanya penyakit kritis itu tidak akan pandang bulu dan tidak melihat waktu. Siapa saja bisa kena kapan pun bisa kena. Penyakit kritis seperti hepatitis fulminant ini takkan permisi dan memberi warning ke Anda bahwa dia akan menyerang Anda. Tahu-tahu sudah kena aja…

asuransi allianz lengkap
pesan sekarang

Leave A Comment...