Cara Melipatgandakan Warisan

Membeli asuransi jiwa merupakan salah satu cara untuk melipatgandakan warisan. Salah satu instrumen asuransi jiwa yang paling cocok untuk melipat gandakan warisan yang dapat Anda berikan ke ahli waris Anda kelak adalah Asuransi Tapro Allianz. Anda tidak percaya? Mari saya berikan sebuah ilustrasi.

Katakanlah saat ini status Anda adalah seorang suami dengan istri dan 2 orang anak yang masih kecil. Harta yang Anda miliki satu satunya saat ini adalah sebuah mobil keluaran tahun 2000 an. Sedangkan status rumah yang sedang Anda tempati saat ini adalah masih ngontrak. Anda adalah seorang karyawan yang bekerja di sebuah perusahaan swasta.

agen asuransi allianz

Dari sisi gaji sebenarnya cukup untuk menghidupi diri Anda sendiri beserta seorang istri dan 2 orang anak. istri tidak bekerja di luar dan berperan sebagai ibu rumah tangga full time untuk menjaga dan merawat kedua anak Anda. Jadi Anda adalah satu satunya tulang punggung dalam keluarga. Jika Anda sehat dan bisa bekerja secara normal maka amanlah kondisi keuangan keluarga Anda.

Tetapi pernahkah terpikir jika suatu hari tiba tiba saja terjadi sesuatu pada diri Anda baik karena sakit maupun kecelakaan yang menyebabkan Anda tiba tiba meninggal dunia, apa asset yang Anda wariskan kepada istri dan 2 anak Anda yang masih kecil?

Mungkin hanya sebuah mobil keluaran tahun 2000 an yang memang merupakan aset yang Anda miliki semasa hidup dan jumlah uang yang ada di tabungan Anda kala itu. Dari perusahaan tempat Anda bekerja mungkin akan memberikan semacam uang jasa atau pesangon kepada istri. Sedangkan rumah masih ngontrak dan gak mungkin diwariskan ke istri dan anak anak Anda bukan? Ini skenario jika Anda sebagai suami tidak memiliki asuransi jiwa Tapro Allianz.

Baca juga :  Asuransi Allianz untuk Semua Kalangan

Bagaimana apabila semasa hidup, Anda menyadari kalau memiliki asuransi jiwa Tapro Allianz itu penting dan Anda akhirnya memutuskan untuk membeli asuransi. Anda menyisihkan penghasilan dari gaji bulanan Anda untuk membayar premi.

Katakanlah Anda menyisihkan 1 juta per bulan untuk memperoleh uang santunan (uang pertanggungan) meninggal dunia sebesar 1 Miliar Rupiah. Jadi jika terjadi hal buruk menimpa Anda seperti meninggal dunia maka Istri dan anak anak Anda akan mendapatkan uang santunan sebesar 1 Miliar Rupiah tersebut diluar dari mobil keluaran tahun 2000 an dan uang di tabungan yang jumlahnya tidak seberapa itu.

Nah ini yang disebut dengan asuransi jiwa Allianz Tapro dapat melipatgandakan warisan yang bakal Anda berikan kepada ahli waris Anda kelak. Dengan tambahan uang 1 Miliar Rupiah tersebut, Istri Anda dapat memanfaatkannya untuk membiayai pendidikan anak anak Anda dan juga uang tersebut dapat dimanfaatkan untuk modal usaha sehingga istri tidak perlu bekerja di luar dan menelantarkan anak anak untuk dijaga oleh orang lain.

sakit butuh uang

Tidak mudah bagi istri Anda untuk berjuang seorang diri untuk menjadi single parent. Jika Anda adalah seorang suami yang bertanggung jawab, maka belilah asuransi jiwa Allianz Tapro sekarang juga.

Dari kisah di atas mungkin Anda berpikir kalau asuransi jiwa Allianz Tapro itu hanya cocok dibeli oleh orang yang hidupnya pas pas an atau bahkan sederhana sedangkan orang yang mampu dan memiliki asset yang banyak tidak perlu memiliki nya. Anda salah. Mari simak kisah di bawah ini agar menginspirasi Anda untuk segera membeli asuransi jiwa Allianz.

Pak, asset saya banyak, rumah sudah ada tiga. Mobil setiap anak sudah saya kasih. Usaha sudah jalan, jadi buat apalagi punya asuransi”. Beberapa calon klien saya yang kaya bilang begitu, hingga kemarin seorang teman di Jakarta Selatan mengutarakan problem temannya. Jadi ini cerita temannya teman.

Baca juga :  Himbauan Pemerintah Untuk Berasuransi

Sebut saja namanya Melani. Orangtua Melani kaya raya, pengusaha suplai besi untuk beton dan pekerjaan sejenisnya. Jelas, hartanya banyak termasuk sebuah rumah megah dua lantai di sebuah Perumahan elit di Jakarta Selatan. Nilai taksirannya sekitar Rp 5.5 miliar. Rumah senilai segitu di jakarta, jelas lumayan elit.

Hingga cerita ini dimulai. Alkisah orang tua Melani meninggal dunia, meninggalkan usaha (yang belakangan Melani tak bisa mengelola dan meneruskannya, karena tak pernah terlibat di dalamnya), dan rumah mewah itu. Karena tak lagi meneruskan usaha, membiayai rumah sebesar itu tentu menjadi beban berat bagi Melani. Tagihan listrik bengkak luar biasa (hampir diputus) dan Melani memutuskan untuk menjual rumah, dengan putus asa.

Persoalan timbul saat akan menjual rumah “mahal” itu adalah adanya biaya-biaya yang timbul, proses notaris, pajak jual beli, balik nama sertifikat, dan biaya lain Rumah senilai Rp 5.5 miliar butuh biaya untuk proses jual beli lebih dari Rp 200juta. Uang dari mana, listrik saja menunggak?.

Teringat Melani, saya teringat penolakan beberapa calon klien saya saat ditawari memiliki asuransi.

Maka dalam Perencanaan Waris (Estate Planning), asuransi adalah instrumen penting. Usaha bisa diwariskan, iya. Tapi tak semua ahli waris bisa mengelola dan meneruskan usaha itu, boro-boro tambah maju, yang ada kebanyakan malah bangkrut. Rumah bisa diwariskan, iya. Tapi ternyata untuk proses “pengukuhan legalitas” nya butuh biaya yang besar, yang kadang justru membebani ahli waris. Itu mengapa dalam kasus sengketa waris, rumah warisan adalah salah satu obyek yang terbanyak disengketakan.

Maka bila kisah anda mirip orang tua Melani, memiliki asuransi jiwa adalah salah satu cara “membantu” ahli waris anda memuluskan jalan mereka memiliki hak mereka, secara legal. Klaim asuransi jiwa adalah tunai, bebas pajak. Bisa dipakai untuk menebus warisan, misalnya tergadai atau belum lunas. Atau mungkin dipakai saat proses balik nama atau jual beli.

Baca juga :  Asuransi Tapro Allianz Untuk Kebutuhan Perlindungan Keluarga Anda

Jadi sekali lagi Asuransi jiwa bukanlah Tabungan. Asuransi jiwa adalah bagian dari “Estate Planning”, perencanaan waris. Tabungan (atau sebenarnya Investasi) dalam produk asuransi adalah benefit tambahan, bukan yang utama. Yang utama adalah proteksi. Bukan proteksi Jiwa atau Nyawa, bukan… Tapi proteksi penghasilan, asset atau harta.

Semoga kita semua tak seperti orang tua Melani, yang merasa telah mewariskan harta, namun sebenarnya mewariskan “masalah” untuk para ahli warisnya. Cukuplah kisah ini menjadi pelajaran. Apakah Anda belajar sesuatu dari kisah Melani di atas? Jika iya, maka tunggu apalagi? Segera daftarkan diri Anda untuk membeli asuransi jiwa Allianz sekarang juga.

asuransi allianz lengkap
pesan sekarang

Leave A Comment...