Cegah Kanker Serviks dengan IVA Test dan Pap Smear Lindungi dengan Asuransi Penyakit Kritis Allianz

Untuk kaum hawa, Anda mungkin dapat mencegah kanker serviks dengan melakukan serangkaian tes seperti IVA Test atau pap smear namun hal ini tidaklah menjadi jaminan bahwa Anda tidak bakal terkena penyakit yang sangat mengerikan yang dapat merenggut nyawa ini. Anda tetap butuh yang namanya asuransi penyakit kritis Allianz Flexi CI yang melindungi dari 168 kondisi penyakit kritis hingga usia tertanggung mencapai 100 tahun.

Ini merupakan asuransi sakit kritis terbaik dan terlengkap yang dimiliki oleh asuransi Allianz saat ini. Jangan main main dengan hidup Anda. Hidup hanya satu kali dan tidak bisa direset ulang jika benar Anda terkena kanker serviks dan celakanya Anda malah tidak punya asuransi sakit kritis Allianz. Itu ibarat sudah jatuh tertimpa tangga trus ketiban kaleng cat lagi.

Jangan anggap remeh deh dengan penyakit kanker serviks ini. Anda tahu kan berapa biaya pengobatan kanker serviks sampai benar benar sembuh dan tidak kambuh lagi? Mungkin dibutuhkan biaya ratusan juta sampai miliaran. Masih ingat kan dulu ada artis Indonesia yang sampai jual harta dan rumahnya untuk berobat kanker serviks?

Jadi jangan anggap remeh ya. Anda hanya bisa membeli dan memiliki asuransi sakit kritis Allianz sebelum Anda terdiagnosa kanker serviks ini sehingga waktu paling tepat bagi Anda untuk segera membeli dan memiliki asuransi penyakit kritis Allianz ini adalah sekarang. Jangan tunda lagi. Waktu terus berjalan.

Kita tidak pernah tahu apa yang bakalan terjadi esok. Jadi Anda harus mempersiapkan diri dengan manfaat perlindungan dari risiko terkena penyakit kanker serviks yang diberikan oleh asuransi sakit kritis Flexi CI Allianz. Anda juga dapat memilih asuransi sakit kritis CI+ Allianz yang melindungi dari 49 kondisi penyakit kritis atau asurnsi sakit kritis CI100 Allianz yang melindungi dari 100 kondisi penyakit kritis.

Langkah pertama dalam mendiagnosa seorang wanita apakah menderita kanker serviks, yang paling umum dilakukan adalah dengan melihat hasil tes Pap Smear dan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat). Apa Itu Kanker Serviks Dan Penyebabnya?

Baca juga :  Asuransi Penyakit Kritis Allianz juga Melindungi dari Resiko Penyakit Parkinson

Untuk tahap awal, kanker serviks juga dicurigai menyerang jika terdapat gejala seperti pendarahan vagina yang tidak normal atau nyeri saat berhubungan seks. Dokter atau ginekologi akan melakukan serangkaian tes yang diperlukan untuk menentukan diagnosis kondisi pra-kanker berdasarkan gejala dan keluhan yang terjadi.

Jika diagnosis kanker menginvasi atau menyerang, dokter pasti akan mengarahkan ke ahli onkologi ginekologi, dan dokter juga akan mengkhususkan diri pada kanker sistem reproduksi wanita.

Ini semua adalah penanganan apabila hasil pemeriksaan dinyatakan ada gejala yang mengarah pada serangan penyakit mematikan ini. Lalu apa saja tahapan tes untuk mengetahui gejala kanker serviks ini?

Bagaimanapun juga, deteksi dini itu lebih baik daripada sudah terlanjur terserang kanker serviks dan sudah masuk dalam stadium akut. Karena akan menelan banyak biaya pengobatan, terlebih lagi bila Anda tidak memiliki asuransi kesehatan.

Tes untuk Mengetahui Gejala Kanker Serviks
Untuk menentukan seorang wanita mengalami kanker serviks atau tidak, beberapa berikut ini biasanya akan dilakukan oleh dokter Anda, yaitu:

Riwayat medis dan pemeriksaan fisik

Pertama, dokter akan menanyakan tentang riwayat kesehatan keluarga Anda termasuk informasi yang berkaitan dengan faktor risiko dan gejala kanker serviks. Pemeriksaan fisik lengkap akan membantu mengevaluasi keadaan kesehatan Anda secara umum. Lalu dilakukan pemeriksaan pelvis (panggul) dan mungkin juga dilakukan tes Pap Smear bila belum pernah dilakukan sebelumnya.

Tes Pap Smear

Tes Pap Smear adalah tes skrining untuk mengetahui apakah seseorang memiliki penyakit atau kondisi tertentu sebelum menyebabkan suatu gejala tertentu, dan ini bukanlah tes diagnostik.

Hasil tes ini juga memberikan gambaran untuk mengetahui apakah kanker atau pra-kanker benar-benar ada. Tes yang digunakan meliputi kolposkopi (dengan biopi), penguraian endoserviks, dan biopsi kerucut.

Tes IVA

Pemeriksaan visual serviks ini mencakup kombinasi sitologi serviks dan human papillomavirus (HPV). Pemeriksaan ini walaupun spesifitasnya terbatas, namun bersifat ekonomis dan memberikan hasil yang segera.

Baca juga :  Asuransi Penyakit Kritis Allianz memiliki Survival Period Tersingkat

Inspeksi visual dapat dilakukan dengan sampel sel dari leher rahim (serviks), asam asetat (VIA) dan yodium lugol (VILI). Prosedur ini juga disebut sebagai inspeksi visual dengan acetic acid (VIA) atau inspeksi visual dengan VILI dan hanya butuh waktu kurang dari 30 menit.

Pengikisan Endoserviks

Terkadang area yang berisiko terinfeksi HPV dan pra-kanker tidak dapat dilihat dengan kolposkop (alat deteksi kanker) sehingga ada hal lain yang harus dilakukan untuk memeriksa area kanker tersebut.

Salah satu caranya adalah dengan memasukkan instrumen sempit (disebut kuret) ke dalam saluran endoserviks (bagian serviks yang paling dekat dengan rahim). Kuret digunakan untuk mengikis bagian dalam kanal untuk mengeluarkan beberapa jaringan, yang kemudian dikirim ke laboratorium untuk diperiksa.

Dokter biasanya akan melakukan diagnosa dengan serangkaian tes di atas berdasarkan gejala yang paling memungkinkan untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan.

Berapa Biaya Tes Pap Smear dan IVA?
Demi menjaga kesehatan tubuh dari kemungkinan serangan kanker serviks ini, ada baiknya melakukan tes yang diperlukan bagi para wanita usia sekitar 35 – 55 tahun. Karena rentang usia ini merupakan yang cukup banyak didiagnosa menderita penyakit kanker serviks.

Karena alasan ini, penting bagi wanita untuk melanjutkan skrining kanker serviks sampai setidaknya usia 70 tahun. Ada dua tes yang paling murah dan praktis untuk dilakukan yaitu tes Pap Smear dan IVA. Biayanya kedua tes ini adalah:

Biaya tes Pap Smear

Tidak dibutuhkan biaya mahal untuk melakukan serangkaian tes Pap Smear ini. Biaya tes Pap Smear hanya sekitar Rp400.000 untuk Pap Smear yang berbasis cairan.

Tes ini adalah untuk menguji keberadaan sel pra-kanker atau kanker pada serviks. Selama prosedur rutin, sel-sel dari serviks dikikis dengan lembut, kemudian diperiksa untuk mengetahui apakah ada pertumbuhan yang tidak normal (abnormal).

Prosedurnya dilakukan di rumah sakit. Mungkin agak tidak nyaman, tapi biasanya tidak menyebabkan rasa sakit jangka panjang. Jika Anda berusia di atas 30 tahun dan telah menjalani tes Pap Smear normal berturut-turut, mintalah dokter Anda untuk memilikinya setiap 5 tahun jika tesnya dikombinasikan dengan skrining HPV.

Baca juga :  Asuransi Penyakit Kronis Terbaik dan Termurah

Biaya tes IVA

Biaya pemeriksaan visual serviks dengan asam asetat (IVA) juga sangat terjangkau, yakni hanya sekitar Rp25.000 saja dan bisa dilakukan di Puskesma terdekat.

Tes IVA ini sangat efektif dan murah yang dapat dikombinasikan dengan prosedur perawatan sederhana untuk deteksi dini kanker serviks yang hanya butuh waktu kurang dari 5 menit dengan cara mengoleskan asam setat ke mulut rahim, yang dilakukan oleh petugas kesehatan terlatih. Hasilnya akan dilihat apakah perubahan pada mulut rahim ini mengindikasikan adanya kanker serviks.

Hindari dan Deteksi Dini Serangan Kanker Serviks

sakit butuh uang

Kita semua tahu, biaya pengobatan penyakit kanker serviks tidaklah sedikit. Bahkan bisa dibilang biaya pengobatan kanker serviks itu sangat mahal. Bukan hanya puluhan juta, tapi juga bisa menghabiskan uang hingga ratusan juta bahkan miliaran rupiah.

Apakah sudah pasti dijamin sembuh? Tidak ada yang bisa menjamin seratus persen akan sembuh total meski biaya pengobatan yang dikeluarkan sangat banyak, apabila memang penyakit kanker serviks ini sudah memasuki tahap stadium paling akhir alias akut.

Untuk itu, alangkah baiknya untuk melakukan pemeriksaan lebih dini apakah terjangkit penyakit ini atau tidak. Dan kalau pun memang ternyata mengidap kanker serviks, setidaknya bisa melakukan penanganan lebih awal sebelum penyakit ini semakin kronis dan sulit untuk disembuhkan. Dan yang terpenting adalah menjaga pola hidup sehat.

Namun lebih baik lagi apabila Anda memiliki asuransi penyakit kritis Allianz Flexi CI yang melindungi dari 168  kondisi penyakit kritis. Kanker serviks merupakan salah satu penyakit kritis yang telah dicover dan dilindungi di dalam asuransi sakit kritis Allianz Flexi CI ini. Sedangkan jenis kondisi penyakit kritis lainnya yang dicover di dalam asuransi penyakit kritis Allianz ini antara lain, penyakit jantung, gagal ginjal, stroke, segala jenis kanker, sirosis hati dan lain sebagainya.

asuransi allianz lengkap
pesan sekarang

Leave A Comment...