Kesadaran Masyarakat Indonesia akan Pentingnya Asuransi Masih Rendah

Tingkat kesadaran masyarakat Indonesia berasuransi masih tergolong rendah dibandingkan dengan negara lain. Hal tersebut dikarenakan asuransi dianggap bukan kebutuhan utama. Selain itu, pemahaman masyarakat akan klaim juga masih kurang. Padahal kesehatan merupakan aspek terpenting dalam kehidupan manusia.

Karena dengan kondisi tubuh yang sehat, orang dapat melakukan beragam aktivitas dengan leluasa. Semua orang pasti ingin senantiasa sehat, sebaliknya tidak ada orang yang ingin sakit. Sayangnya tidak semua orang mampu dan mau menjaga kesehatannya dengan baik.

Berbagai kendala terkait biaya dan akses perawatan kesehatan menjadi penyebab umum orang sulit memenuhi kebutuhan kesehatan. Akibatnya, kebanyakan dari mereka jatuh sakit. Sebagian dari mereka beruntung selamat, namun banyak pula dari mereka yang tidak terselamatkan akibat sulit mengakses sarana perawatan kesehatan.

Akses terhadap sarana perawatan kesehatan sebetulnya dapat ditingkatkan dengan asuransi. Asuransi terbukti dapat meningkatkan akses perawatan kesehatan individu. Masalahnya belum semua orang menyadari pentingnya memiliki asuransi. Kenyataannya masih banyak pula orang yang belum memahami pentingnya untuk memiliki asuransi sebagai sarana perlindungan bagi keluarga.

Apabila kita tinjau lebih mendalam, penemuan menunjukkan bahwa tingkat pendidikan berkorelasi dengan jumlah pengguna asuransi. Masalah pendidikan menjadi masalah mendasar bagi sebagian besar masyarakat untuk sadar terhadap pentingnya memiliki asuransi. Pengetahuan tentang pentingnya memiliki asuransi dipengaruhi oleh seberapa tinggi tingkat pendidikan seseorang. Sehingga semakin rendah pendidikan seseorang, kemungkinan bagi orang tersebut untuk memiliki asuransi juga rendah.

Tidak dapat dipungkiri bahwa grafik kehidupan kita mengalami pasang surut. Apa yang akan terjadi besok pagi, bahkan 1 detik di masa depan tidak ada yang tahu. Hanya Tuhan yang tahu. Dengan kata lain, kehidupan kita akan mengalami risiko yang tidak terduga. Risiko tersebut dapat berupa beban risiko atas diri sendiri, keluarga, maupun harta yang kita miliki.

Kita tidak menyadari atau menyangka bahwa keadaan yang awalnya tampak cerah atau tanpa ada hambatan tentang harta dan diri serta keluarga yang ada di sekeliling kita seketika berubah menjadi musibah dan sukar dikendalikan. Betapa hancur kita dan sangat sia-sia, jika peristiwa yang terjadi di luar kendali kita, seperti penyakit, kecelakaan, banjir, kebakaran, dan huru-hara menghanguskan hasil kerja keras yang telah kita peroleh puluhan tahun hilang dalam sekejap mata.

Baca juga :  Tradisi Ngaben bagi Umat Hindu di Bali

Ditambah lagi biaya hidup yang semakin mahal, khususnya biaya penanganan kesehatan membuat nyawa manusia tidak lagi berharga. Hanya golongan orang kaya yang punya banyak uang yang dapat mengatasi biaya perawatan kesehatan. Selain itu, biaya pendidikan pun semakin tidak terkendali. Biaya masuk sekolah tinggi atau kuliah semakin di luar kemampuan kita. Walhasil, sekolah tinggi hanya untuk kalangan yang berkantong tebal saja.

Bukan hanya itu, kondisi kesehatan kita juga semakin berkurang seiring dengan bertambahnya usia. Jika saat ini masih bisa bekerja, belum tentu besok kita bisa bekerja. Karena penyakit bisa datang tiba-tiba. Musibah atau kecelakaan yang menimpa diri kita atau keluarga kita tidak meminta ijin atau mengetuk pintu terlebih dahulu. Kondisi di atas adalah sekelumit kondisi yang harus kita hadapi.

Hal itulah yang menyebabkan perlu adanya perlindungan yang mampu menjamin kehidupan kita. Salah satu solusi yang bisa kita lakukan adalah dengan memiliki asuransi. Sayangnya, kesadaran masyarakat Indonesia tentang pentingnya asuransi masih kurang.

sakit butuh uang

Pertama kali kita harus memahami arti dari asuransi tersebut. Asuransi adalah salah satu bentuk pengendalian risiko yang dilakukan dengan cara mengalihkan/transfer risiko dari satu pihak ke pihak lain dalam hal ini adalah perusahaan asuransi.

Sedangkan menurut UU No. 2 Tahun 1992 Tentang Usaha Perasuransian, yang dimaksud dengan asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.

Banyak asuransi yang beredar di masyarakat, seperti: asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi kendaraan, asuransi perjalanan, dan asuransi rumah dan Asuransi Allianz memiliki produk perlindungan yang mencakup kesemuanya baik asuransi jiwa dan asuransi umum. Kita bisa memilih satu atau lebih sesuai dengan kebutuhan yang kita inginkan sebagai proteksi kehidupan kita. Banyak faktor yang menyebabkan masyarakat menjadi minim untuk berasuransi, antara lain:

Baca juga :  Mau Pilih Hari Tua Senang atau Menderita

1. Tingkat Kesejahteraan atau Pendapatan Masyarakat yang Rendah, menjadikan asuransi belum sebuah kebutuhan atau gaya hidup (lifestyle). Karena masih banyak kebutuhan lain yang lebih mendesak menyisihkan sebagian pendapatannya untuk keperluan proteksi buat diri sendiri, keluarga dan harta bendanya.

Itulah sebabnya, menyisihkan sebagian pengeluaran untuk pembayaran premi yang identik dengan menabung tidak mampu dianggarkan. Padahal di Asuransi Allianz, anda bisa mendapatkan perlindungan maksimum hanya dengan premi yang sangat minimum. Silahkan hubungi saya untuk mendapatkan perincian mengenai jumlah premi yang harus dibayar untuk mendapatkan perlindungan tertentu.

2. Faktor Budaya. Banyak yang berpikir bahwa masa depan urusan nanti, yang terpenting adalah memenuhi kebutuhan sekarang. Hal ini pun bisa mempengaruhi kesadaran masyarakat akan pentingnya berasuransi. Apalagi, banyak orang tua umumnya masih menyandarkan harapannya terhadap anak-anaknya. Anak seolah-olah dianggap sebagai “asset” sehingga kemandirian hidup hingga usia senja kurang dipersiapkan.

Jika kita membayangkan bahwa dirinya kelak menjadi tua dan anaknya tak bisa merawatnya karena kesibukannya atau perekonomian keluarganya kurang mampu, tentu sejak dini akan terpacu untuk memiliki asuransi. Oleh karena itu Asuransi Allianz hadir untuk menjembatani kebutuhan akan hal ini.

3. Sosialisasi Tentang Asuransi. Sosialisasi akan pentingnya berasuransi masih tergolong rendah, menyebabkan upaya melakukan edukasi kepada publik masih terbatas mengenai melek finansial (financial literary). Padahal, sosialisasi tentang pemahaman dan pengetahuan sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang asuransi.

Agar pengetahuan masyarakat tentang asuransi mampu terdongkrak. Masyarakat Indonesia mungkin sudah mengenal asuransi, tapi belum merasa butuh atau perlu membeli asuransi. Sikap ini bisa saja dipengaruhi oleh persepsi bahwa asuransi itu adalah “bisnis janji”.

Ini adalah pemikiran yang salah kaprah. Kita membeli produk asuransi tetapi manfaatnya memang baru dirasakan nanti. Bahkan bisa saja klaim asuransi tidak terjadi jika kita baik-baik saja, atau tidak mengalami musibah yang diproteksi oleh jasa asuransi.

Baca juga :  Pilih Asuransi yang Terbukti telah Membayar Klaim Nasabahnya

Tetapi apakah anda bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika anda tidak dilindungi oleh asuransi pada saat musibah datang menghampiri? Musibah atau kemalangan yang datang tidak pandang bulu. Oleh karena itu, sudah saatnya melindungi diri anda dengan asuransi jiwa Allianz.

agen asuransi allianz

Beberapa hal di atas memberikan sinyal bahwa keberadaan perusahaan asuransi masih jauh tertinggal di bandingkan perusahaan perbankan. Akhirnya, masyarakat pun masih awam atau minim informasi tentang asuransi. Imbasnya pengetahuan tentang pentingnya berasuransi masih menjadi hal baru. Penyebab penetrasi asuransi jiwa di Indonesia masih rendah karena kurangnya kesadaran berasuransi. Sebagian besar masyarakat menganggap asuransi mahal.

Padahal mahal atau murah itu sifatnya relatif. Kebutuhan seperti sandang dan pangan serta hiburan dinilai jauh lebih utama untuk dipenuhi. Bahkan banyak yang lebih yakin dan merasa aman untuk berinvestasi dengan menabung maupun membeli properti dibandingkan membayar polis asuransi. Berbeda dengan dunia perbankan, di mana masyarakat mau datang ke bank untuk melakukan transaksi keuangan.

Di sini saya sebagai agen asuransi yang harus selalu mengingatkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat agar bersedia membeli polis asuransi. Tapi suatu saat nanti setelah kesadaran masyarakat akan pentingnya berasuransi sudah tinggi, saya yakin, masyarakat sendiri yang akan menghubungi saya untuk membeli polis asuransi.

Dengan asuransi pula, Anda akan mendapat jaminan hidup di hari tua. Anak Anda pun akan dijamin biaya pendidikannya hingga ke jenjang pendidikan tinggi. Sehingga dengan asuransi, masa depan dijamin lebih aman. Asuransi juga akan melindungi harta benda yang kita miliki jika suatu saat mengalami kejadian buruk yang tidak kita inginkan.

Jadi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang artinya asuransi membutuhkan proses dan waktu. Saya sangat berharap, masyarakat Indonesia akan melek finansial dengan memiliki asuransi yang mampu melindungi diri kita, keluarga kita dan harta benda kita. Jadi sudahkah anda memiliki asuransi saat ini? Jika belum, silahkan menghubungi saya untuk mendapatkan penawaran terbaik dengan perlindungan maksimal dari Asuransi Jiwa Allianz.

asuransi allianz lengkap
pesan sekarang

Leave A Comment...