Memiliki Asuransi Bukan Berarti Kita Tidak Percaya Pada Tuhan

Apakah Anda pernah mendengar ada orang yang berpendapat bahwa dirinya tidak butuh asuransi karena percaya kalau Tuhan sudah menjamin semua kehidupan nya? Orang tersebut percaya bahwa apapun yang terjadi, baik itu sakit, dirawat di rumah sakit, terkena penyakit kritis, kena kanker, gagal ginjal, stroke, koma, kecelakaan, kena cacat tetap total baik karena sakit atau kecelakaan, atau bahkan meninggal dunia.

Itu semua sudah merupakan takdir Tuhan jadi terima saja dengan pasrah tanpa bisa berbuat apa apa. Bahkan mereka percaya dan yakin bahwa Tuhan akan mencukupkan semua kebutuhan yang diperlukan di saat dihadapi oleh semua risiko kehidupan yang mungkin menghampiri dalam kehidupannya.

Pernyataan di atas memang benar tapi bukan benar seluruhnya. Sebagai manusia yang beragama dan beriman memang sudah seharusnya kita percaya bahwa kehidupan yang kita jalani di dunia ini sudah ada yang mengaturnya. Menjadi kaya atau miskin, sehat atau sakit, susah atau senang, melarat atau berkelimpahan, berduka atau bersukacita memang tidak terlepas dari takdir Tuhan.

Tetapi bukan berarti sebagai manusia kita menjadi pasif dan hanya menunggu segala sesuatunya dari Tuhan. Sebagai manusia, kita harus tetap berusaha dan tidak hanya pasrah menunggu nasib? Apakah uang bisa turun dari langit? Apakah makanan bisa jatuh dari langit dan langsung tersaji di hadapan kita?

Jika ada Tuhan yang memberikan rezeki, lalu untuk apa Anda bekerja demi mendapatkan sejumlah uang?
Jika ada Tuhan yang mampu menyembuhkan, lalu untuk apa Anda berobat ke dokter?
Jika Tuhan bisa mencukupkan segala kebutuhan keuangan di saat kita terkena musibah, lalu untuk apa Anda membeli dan memiliki asuransi?

Apakah Anda menangkap maksud yang ingin saya sampaikan di sini? Sebagai manusia seharusnya kita mampu bijaksana dalam memperhatikan, menimbang dan memutuskan berbagai masalah yang dihadapi tanpa harus menunggu datangnya keajaiban. Meskipun kita percaya bahwa tiada yang mustahil bagi Tuhan. Walaupun kita percaya Tuhan mampu mendatangkan keajaiban dan mukjizat namun Tuhan juga tidak menginginkan kita hanya menjadi manusia yang berpangku tangan saja dan tidak berusaha melakukan apa apa.

Mengharap keajaiban datang disaat kritis adalah celaka, karena sudah pasti hal tersebut persentasenya sangat kecil untuk didapatkan, apalagi terkadang dalam hal ini kita malah mengabaikan uluran tangan atau saran dari orang lain, padahal bisa jadi Tuhan menitipkan keajaiban tersebut melalui orang yang kita tolak niatnya. Sudah sepantasnya kita menggunakan akal sehat dan mau menerima saran uluran tangan dari orang lain disaat situasi sedang tidak menguntungkan untuk kita hadapi sendirian.

Baca juga :  Alasan orang Menolak Asuransi Allianz Berdasarkan Hasil Pengamatan

Percayalah, terkadang Tuhan akan menitipkan sesuatu untuk kita pada orang lain dikarenakan kesukaan Tuhan melihat umatnya mau bersosialisasi  dan sekaligus tetap menjalankan segala perintah Nya.  Cerita di bawah ini dapat mewakili pesan yang ingin disampaikan. Semoga cerita ini bisa mendatangkan manfaat dan dapat membuka pikiran kita semua.

Pada suatu hari terjadi banjir besar di suatu desa. Para warga mulai mengungsi dan ada juga yang menghindari banjir itu ketempat yang lebih tinggi sambil menyelamatkan harta benda yg ada. Di desa tersebut terdapat seorang warga yang sangat rajin beribadah dan sangat fanatik terhadap ajaran agamanya dan kita sebut saja namanya Pak Reno. Akibat banjir tersebut dia kemudian naik ke atas atap rumah sambil terus berdoa minta keselamatan pada Yang Mahakuasa sambil melihat tinggi air yang sekarang sudah hampir mendekati atap tempat dia duduk.

sakit butuh uang

Kemudian datang seorang warga yang menggunakan perahu kecil ke rumah Pak Reno dan berkata; “Pak, ayo cepat ngungsi nanti tenggelam lho. Mari naik kemari.” Tapi Pak Reno menjawab; ” Tenang, Tuhan pasti menolong saya..” maka warga tadi pun berlalu meninggalkan Pak Reno yang masih diatas atap dan terus berdoa.

Besoknya, Sebuah rakit penduduk pun menghampiri Pak Reno kembali dan berkata; ” Ayo pak, ikut dengan kami kalau tidak nanti bapak tenggelam lho!” Tapi Pak Reno tetap menjawab; “Tenang Tuhan pasti akan memberi pertolongan pada saya. Silahkan kalian pergi.”

Maka pergilah rakit itu meninggalkan Pak Reno yang sudah kedinginan dan lemas akibat hujan yang belum reda dan banjir yang belum surut. Akibatnya sejak kemarin perut Pak Reno juga belum diisi makanan sama sekali

Tak lama kemudian datanglah sebuah boat penyelamat yang melihat ada orang yg masih belum mengungsi yaitu Pak Reno tadi. Si regu penyelamat berkata; “Ayo pak naik, nanti bapak tenggelam lho!!”

Namun lagi lagi Pak Reno menolaknya dengan menjawab; “Sudahlah, saya tidak mau ikut, saya yakin Tuhan akan menolong saya. pergilah kalian.” Maka menjauhlah boat itu sambil membawa pengungsi lain ke tempat yang aman.

Baca juga :  Film The Island dan Asuransi Jiwa

Hingga pada detik detik terakhir datanglah helikopter dan menjulurkan tali ke bawah untuk mengangkat pak Reno sambil berkata: ” Cepat pegang talinya pak, agar kami bisa menarik anda ke atas.” Namun Pak Reno malah memotong tali itu dan berteriak; ” Aku akan ditolong Tuhan, tinggalkan saja saya.”

Singkat cerita Akhirnya Pak Reno tenggelam dan meninggal dunia.

Setelah meninggal, Pak Reno pun menghadap Tuhan. Pak Reno protes dan marah pada Tuhan seraya berkata: ”Tuhan mengapa Kau tidak adil? Engkau biarkan saya mati tenggelam padahal saya percaya pada kalau Engkau akan menolongku!”

Sambil senyum Tuhan pun menjawab: “Hei manusia…,  kalau saya tidak menolongmu lantas untuk apa ada bantuan perahu kecil, rakit, boat dan helikopter yang saya kirimkan kepadamu. Salahmu sendiri tidak mau menggunakan fasilitas tersebut untuk menyelamatkan diri.”

Mendengar Jawaban Tuhan, Pak Reno pun sadar akan kekhilafannya. Dia terlalu mengharap datangnya mukjizat seperti malaikat datang dari langit dan mengangkat dia. Ternyata perkiraannya salah besar. Tuhan telah menolong dia bahkan sebanyak 4x dengan mengirimkan berbagai bantuan yang berbeda namun dasar Pak Reno nya yang bebal dengan menolak semua bantuan itu dan akhirnya mencelakakan dirinya sendiri.

Jika tadinya Pak Reno memiliki istri dan anak yang bersama nya di atas atap pada saat itu, bukankah dia tidak hanya mencelakakan dirinya seorang tetapi juga mencelakai seluruh anggota keluarganya?

Sebagai Yang Mahakuasa, Pencipta langit dan bumi, Tuhan tetap akan menurunkan pertolongan untuk umatnya namun terkadang pertolongan tersebut dititipkan pada melalui sarana lain, bisa sesama manusia, hewan, tumbuhan ataupun benda mati. Kita perlu merasa peka untuk mengetahuinya.

Demikian pula di saat kita sedang membaca artikel ini dan masih ragu tentang pentingnya memiliki asuransi. Apakah Anda pernah berpikir jikalau Anda yang sedang membaca tulisan ini juga merupakan salah satu jalan Tuhan untuk menolong Anda untuk segera memiliki asuransi? Jika Anda bebal dan selalu menolak asuransi dan berpikir bahwa Anda tidak memerlukan asuransi karena Tuhan akan memberikan pertolongan pada Anda di saat Anda ditimpa kemalangan, maka Anda bisa diibaratkan seperti Pak Reno yang sangat keras kepala itu.

Bisa bisa nasib Anda juga serupa dengan Pak Reno. Saat Anda dihadapkan pada Tuhan, Anda akan protes mengapa Tuhan tidak menolong di saat Anda tertimpa musibah. Tuhan akan menjawab; “Saya telah mengirim Anda ke situs www.asuransi-jiwa.org agar Anda mendaftar asuransi di sana namun Anda malah keras kepala dan selalu menolak asuransi.”

Baca juga :  Cara Memilih dan Membandingkan Asuransi

Tahukah Anda bahwa pertolongan Tuhan dapat hadir melalui berbagai sarana, salah satu nya melalui Asuransi Allianz ini? Tuhan memberikan kebebasan kepada manusia untuk memilih. Karena itu manusia diciptakan bukan seperti robot yang diprogram. Jika robot, pada saat kita suruh melalukan sesuatu maka dia akan melakukan sesuatu seperti yang diperintahkan. Kita memasukkan kode program untuk melakukan A maka dia akan melakukan perbuatan A untuk kita. Tidak ada improvisasi sama sekali.

Manusia diciptakan oleh Tuhan dengan akal budi dan pikiran. Dengan akal pikirannya, manusia dapat membedakan yang benar dan yang salah, yang baik dan yang jahat, yang penting dan tidak penting, yang seharusnya dibeli karena sangat penting dan yang tidak terlalu penting sehingga dapat dikesampingkan terlebih dahulu. Pilihan yang dibuat oleh manusia itu lah yang akan menentukan jalan kehidupan dari si manusia itu sendiri kelak. Anda pernah kan mendengar kalimat ini : ” Saya yang besok adalah hasil dari keputusan yang saya buat hari ini. Saya menjadi apa beberapa tahun lagi merupakan hasil dari pilihan dan keputusan yang saya buat saat ini.”

Yang pasti selama kita beriman dan berdoa pada Tuhan, semua hal yang kita lakukan  tidak akan terlepas dari penyertaan Tuhan sehingga setiap pilihan dan keputusan yang dibuat kita buat senantiasa sudah sejalan dengan kehendak Yang Mahakuasa. Apakah Anda setuju dengan kalimat saya yang terakhir? Jika setuju berarti perlukah kita memiliki asuransi?

Hal ini menunjukkan bahwa kita harus senantiasa berusaha bukan hanya sekedar berdiam diri tanpa melakukan usaha sedikitpun. Ada buah yang berjatuhan ke tanah dan ada buah yang menggantung di pohon. Maka untuk mendapatkan buah yang di atas pohon kita harus berusaha misalnya memanjat pohon atau memakai tangga untuk naik ke atas pohon.

Mengambil asuransi bukanlah berarti kita tidak percaya dan beriman kepada Tuhan. Memiliki asuransi Allianz adalah bagian dari menyempurnakan iman kita secara keuangan dalam mempersiapkan diri dalam menghadapi berbagai resiko hidup yang bisa terjadi kapan saja dan dimana saja.

asuransi allianz lengkap
pesan sekarang

Leave A Comment...