Mengetahui Hak dan Kewajiban Pemegang Polis Asuransi Jiwa

Pemegang polis asuransi tentunya harus mematuhi berbagai kewajiban yang diminta darinya dan tidak boleh melakukan kesalahan dalam pengisian informasi. Jumlah premi yang dibayarkan biasanya bergantung pada usia si tertanggung sehingga si tertanggung harus dapat memberikan keterangan yang benar mengenai berapa usianya yang sebenarnya pada saat dia mengajukan permohonan asuransi jiwa maupun asuransi kesehatan. Selain itu, apabila pada saat pengajuan asuransi jiwa, si tertanggung telah mencapai usia tertentu (misalnya di atas 40 atau 50 tahun untuk memperoleh UP dan manfaat yang tinggi), biasanya perusahaan asuransi sebagai penanggung mewajibkan si tertanggung untuk menjalankan berbagai tes kesehatan terlebih dahulu sebelum akhirnya bisa memastikan bahwa dia dapat menjadi salah satu nasabah asuransi jiwa tersebut.

Jika si calon tertanggung dalam kondisi kesehatan yang tidak baik, maka ia tidak dapat melewati tes dan tidak dapat menjadi nasabah. Perusahaan asuransi biasanya memiliki berbagai perbedaan mengenai daftar penyakit tersebut, namun demikian, biasanya berbagai penyakit yang dapat berakibat fatal tidak akan ditanggung lagi oleh asuransi. Kecuali pada saat masuk menjadi nasabah asuransi, keadaan si calon nasabah itu masih sehat. Kebanyakan orang yang masih berusia muda, rata rata pastilah masih sehat dan belum terjangkit penyakit tertentu sehingga saya selalu menganjurkan para anak muda ini untuk memiliki asuransi jiwa di saat usia masih dini. Jangan tunggu sampai penyakit sudah datang menghampiri anda duluan baru anda sadar untuk membeli asuransi. Di saat anda sudah sakit, perusahaan asuransi juga tidak mau menerima anda menjadi nasabah mereka lagi.

Selain masalah kesehatan, tentunya si pemegang polis asuransi harus dapat membayarkan berbagai biaya/premi yang timbul dari kepemilikan atas asuransi jiwa tersebut. Premi polis asuransi tersebut harus dapat dibayarkan di waktu yang sudah ditentukan. Akan terdapat masa tenggang dimana si pemegang polis asuransi diberikan kebebasan untuk dapat membayarkan, walaupun sudah terlambat, namun dalam masa ini si pemegang polis asuransi harus menanggung kemungkinan pengurangan klaim jika terjadi kematian pada si tertanggung. Jika setelah melewati masa inipun si pemegang polis asuransi masih belum dapat melakukan pembayaran seperti yang seharusnya, maka kemungkinan besar polis nya akan menjadi lapse (hangus).

Jika anda memilih tapro Allianz sebagai asuransi jiwa anda, setelah umur premi di atas 2 tahun, anda berkesempatan untuk cuti premi apabila anda kadang tidak mau membayar premi asuransi dan menginginkan agar premi secara otomatis dipotong dari hasil investasi anda. Jadi istilah cuti premi atau cuti untuk membayar premi berkala bukan berarti premi tersebut sama sekali tidak dibayar. Namun premi tetap berjalan dan akan ditagih kepada si pemegang polis, hanya saja saat cuti premi, premi yang timbul akan langsung di bayarkan dari hasil investasi. Pembayaran sebelum terlambat sebaiknya dilakukan oleh semua pemegang polis asuransi untuk memastikan bahwa hak yang akan mereka terima juga akan setimpal dan seperti yang telah dijanjikan sebelumnya.

Hak Pemegang Asuransi

Saat ini banyak perusahaan asuransi yang menawarkan berbagai produk asuransi jiwa. Jika si tertanggung meninggal dunia karena suatu penyakit ataupun terlibat dalam kecelakaan yang berakibat fatal, maka pihak perusahaan asuransi akan membayarkan jumlah santunan kematian seperti yang telah tercantum dalam perjanjian. Klaim tersebut biasanya dapat diajukan oleh pemegang polis asuransi, jika pemegang polis bukanlah si tertanggung sendiri, atau bisa juga diajukan oleh orang lain yang menjadi ahli warisnya. Jika keduanya tidak dapat melakukannya, maka dapat ditunjuk orang lain yang bisa melakukannya dengan persyaratan bahwa orang tersebut harus memiliki surat kuasa sebagai pengurusnya.

Perusahaan asuransi yang kredibel biasanya akan membantu proses klaim ini sehingga si tertanggung akan menerima klaimnya seperti seharusnya. Namun demikian, dari pihak asuransi sendiri akan melakukan penyelidikan/investigasi terlebih dahulu untuk mengetahui mengenai penyebab kematian si tertanggung. Ini mungkin memakan waktu beberapa saat. Proses ini dimaksudkan agar tidak terjadi kecurangan. Pada umumnya di asuransi jiwa lain, jika si tertanggung meninggal dunia karena terjadi bunuh diri, atau kematian yang disengaja oleh diri sendiri, maka klaim akan digagalkan dan polis tidak akan dibayarkan. Namun jika semua terjadi karena kejadian yang wajar, maka pihak asuransi berkewajiban untuk memenuhi hak si tertanggung. Tetapi jika anda membeli polis asuransi jiwa Allianz (asuransi jiwa konvensional/ non syariah), kasus bunuh diri atau meninggal dunia karena HIV Aids  tetap bisa di klaim dan ahli waris tetap akan mendapatkan santunan kematian, apabila umur polis minimal telah lebih dari 2 tahun.

Nikmati Ongkos Kirim GRATIS apabila anda memesan Asuransi Allianz melalui kami, Agen Asuransi Allianz di Jakarta.

Beli-asuransi-allianz-Sekarang

Telepon/SMS/WA : 08119292466 

Pin BB : 5D7EC96D 

Email : info@asuransi-jiwa.org

Leave A Comment...