Apakah anda pernah bertanya tanya, siapa saja yang bisa Kita tanggung melalui Asuransi Jiwa?
Pada asuransi jiwa, setiap orang berhak untuk membeli polis asuransi dan menjadi Tertanggung atas polis yang dibelinya. Apabila polis dibeli untuk orang lain yang akan menjadi Tertanggung, maka Pemegang Polis harus memliliki insurable interest dengan Tertanggung. Yang dimaksud insurable interest disini adalah adanya hubungan keterkaitan finansial atau manfaat yang didapatkan atas keberadaan dari orang yang dipertanggungkan.
Dalam hal penentuan insurable interest, diperlukan adanya hubungan keluarga dan/atau hubungan dengan kepentingan hukum seperti suami istri, ayah/ibu dan anak. Adanya insurable interest juga diperlukan pada saat menentukan ahli waris dari polis. Dalam hal ini insurable interest antara Tertanggung dengan ahli waris (penerima manfaat).
Insurable interest harus ditentukan pada saat pembelian polis, namun demikian hal ini bisa saja tidak ada saat terjadi klaim, misalnya pada saat pembelian polis, suami sebagai pemegang polis dan Tertanggung, dan istri sebagai ahli waris sebesar 50% beserta dengan anak 50%.
Apabila suatu hari terjadi klaim dan antara suami dan istri sudah tidak memiliki hubungan legal sebagai suami istri alias telah bercerai, maka dalam hal ini (mantan) istri tetap memiliki hak untuk mendapatkan klaim sebesar 50% seperti yang sudah ditetapkan saat pembelian polis.
Hal ini tidak berlaku apabila pada saat polis berjalan telah dilakukan perubahan polis dimana sang suami mengajukan perubahan pada bagian ahli waris dan dinyatakan istri tidak lagi menjadi ahli waris karena sudah bercerai. Maka dalam hal ini ketika terjadi klaim, (mantan) istri tidak akan mendapatkan manfaat klaim.