virus corona asuransi allianz travel insurance cepat

Suami Bodoh Tidak Beli Asuransi Karena Takut Istri

Saya sering bertemu kepala keluarga yang sayang kepada istri dan anak anak nya. Saking sayangnya si kepala keluarga ini, sampai sampai dia rela untuk membeli asuransi jiwa dan asuransi penyakit kritis untuk diri nya sendiri untuk berjaga jaga jiakalu terjadi apa apa terhadap dirinya, istri dan anak anak nya tidak sampai terkena dampak nya.

Kepala keluarga seperti ini patut diacungi jempol karena dia tidak tega melihat istri dan anak anak nya hidup menderita kelak di saat dia sudah tiada. Tetapi sayang beribu sayang, meskipun tekad si kepala keluarga yang baik dan sangat bertanggung jawab terhadap kelaurga nya nini sangat tulus, tetap saja pada akhirnya ada yang membuat si kepala keluarga sekaligus suami dan ayah ini urung untuk membeli asuransi untuk dirinya sendiri.

Tahu tidak alasannya apa? Karena si suami ini terlalu nurut kepada istri nya yang belum paham betapa pentingnya memiliki asuransi.

Apa kamu tahu apa tanda tanda pria atau suami yang takut pada istri ? Pasti kamu sering mendengar dan melihat jika ada seorang suami yang takut pada istrinya sendiri sehinga suami akan memenuhi apa yang diinginkan istri.

Istri yang mengatur suami padahal suami yang cari nafkah, aneh bukan? Tentunya hal ini tidak baik biar bagai mana pun suami adalah kepala keluarga yang memimpin seluruh keluarganya sehinga tidak seharusnya suami takut pada istri. Beberapa tanda yang memperlihatkan jika suami takut pada istri adalah sebagai berikut.

1. Menyetujui semua ucapan istri

Tidak seharusnya suami menyetujui semua yang diucapkan istri apa lagi jika itu hal yang tidak baik untuk suami dan keluarga. Jika anda salah satu orang yang suka menyetujui semua ucapan istri maka kamu masuk dalam pria yang takut dengan istri. Yang baik boleh anda ikuti, tetapi yang menurut anda tidak baik, ya jangan diikuti. Jika istri melarang anda membeli asuransi jiwa, ya jangan diikuti. Mungkin istri anda takut uang belanja bulanannya untuk membeli bedak jadi berkurang karena sebagian digunakan untuk membayar premi asuransi.

sakit butuh uang

2. Mundur dari keinginannya

Punya keinginan namun kamu takut jika keinginan itu tidak disetujui istri nah maka anda juga salah satu orang yang takut pada istri. Anda sebagai suami berhak menentukan apa keinginanya sendiri tanpa harus diatur istri, tentunya keinginan itu adalah sebuah keinginan yang baik seperti keinginan untuk memiliki asuransi jiwa.

3. Pengambilan keputusan menjadi tanggung jawab wanita

Suami adalah kepala keluarga sehinga semua keputusan dalam rumah tangga harus ada di tangan suami. Jika istri kamu yang paling dominan mengambil keputusan dan kamu hanya diam saja maka kamu juga salah satu suami yang takut pada istri.

4. Jarang mengeluarkan pendapat

Suami hanya diam dan tidak pernah mengeluarkan pendapat. Anda sebagai suami hanya mengiakan dan tidak pernah mau bicara jika dimintai pendapat sehingga istri yang akhirnya mengambil keputusan. Ini juga merupakan salah satu tanda jika anda adalah pria yang takut istri.

5. Tetap jauh dari rumah

Seorang suami yang lebih lama menghabiskan waktu di luar rumah secara tidak langsung menunjukkan bahwa ia sedang ditekan istrinya. Dia mungkin lelah untuk menuruti semua permintaan istrinya. Jalan keluar satu-satunya adalah memutuskan untuk menjauh. Selain itu pria yang ditekan tidak ingin terlibat terlalu dalam dengan urusan keluarga.

Nah itulah beberapa tanda tanda suami yang takut pada istri. Apakah anda termasuk dalam salah satu pria yang takut pada istri. Anda boleh menurut kepada istri untuk urusan lain tapi urusan untuk membeli dan memiliki asuransi jiwa, jangan sampai deh anda tidak jadi membeli asuransi jiwa hanya karena dilarang oleh istri, karena ini menyangkut masa depan istri dan anak anak anda juga kelak.

Mestinya sebagai kepala keluarga dan suami yang bijaksana, anda dapat memberikan pemahaman yang baik kepada istri jikalau asuransi jiwa yang dibeli ini nantinya bermanfaat untuk memberikan proteksi kepada istri dan anak anak nya kelak, di saat dirinya sudah tidak bersama sama dengan mereka lagi. Siapa yang bisa menebak usia seseorang bisa hidup sampai kapan?

Apakah anda sebagai istri bisa menjamin bahwa suami yang anda telah anda nikahi akan menemani anda sampai akhir hayat anda? Anda patut bersyukur jikalau suami anda tetap diberi kesehatan yang prima sehingga dia dapat bekerja untuk menafkahi anda sekeluarga. Anda juga patutu mensyukuri jikalau suami anda diberikan usia yang panjang sehingga anda dan anak anak anda masih tetap menggantungkan hidup anda pada suami.

Tetapi jika nasbih berkata lain bagaimana? Jika maut merenggut nyawa suami anda di usia muda bagaimana? Atau jika suami anda divonis terkena sakit kritis yang mengakibatkan dia tidak dapat bekerja lagi bagaimana? Dikala anak anak anda masih kecil dan anda sendiri sebagai istri juga tidak bekerja, pernah kah anda berpikir bagaimana nasib anda dan anak anak kelak?

Karena itu, sebagai istri jangan pernah sekali kali melarang suami anda untuk membeli asuransi untuk dirinya sendiri. Sebagai istri anda bahkan perlu mendorong suami anda untuk memiliki asuransi. Bahkan teman saya, tidak mau menikahkan anak gadisnya dengan pemuda yang belum memiliki asuransi loh.

Jadi syarat untuk meminang anak gadisnya, bukan lah si calon menantu harus sudah memiliki rumah, pekerjaan tetap, mobil atau harta benda lain, tetapi apakah dia sudah punya asuransi jiwa atau belum.

Dan kepada suami suami dan kepala rumah tangga, saran saya jangan terlalu takut kepada istri anda. Anda boleh menurut kepada istri anda tetapi sebagai suami dan kepala rumah tangga, anda juga mesti dapat memutuskan apa yang menurut anda terbaik bagi keluarga anda. Jangan hanya dilarang istri, maka anda menurut untuk tidak membeli asuransi jiwa untuk diri anda.

Ini namanya anda mencelakakan keluarga anda sendiri. Anda mempertaruhkan masa depan anak anak anda. Ingat loh, anda yang menginginkan anak anak anda dilahirkan di dunia ini, jadi anda juga sebagai orang tua bertanggung jawab untuk masa depan mereka kelak.

Tanggung jawab anda ini tidak hanya berlaku di saat anda masih hidup, tetapi juga di saat anda sudah meninggal dunia. Anda tentu tidak mau kan melihat anak anak anda putus sekolah atau tidak mendapatkan pendidikan yang baik hanya gara gara anda sudah tidak mampu menafkahi keluarga lagi? Anda tidak mau kan kelak hidup anak anak anda susah, bahkan untuk makan saja sulit hanya gara gara anda terlalu cepat meninggalkan mereka?

Karena itu jangan main main lagi dengan kehidupan keluarga anda.

Belilah asuransi jiwa Tapro Allianz mulai dari sekarang. Toh, premi bulanan yang mesti anda bayar juga tidak berat kok. Mulai dari Rp. 500.000 per bulan, anda sudah bisa mendapatkan UP jiwa sebesar Rp 500 juta yang melindungi sampai dengan anda berusia 100 tahun.

asuransi allianz lengkap
beli asuransi allianz