Penyebab Usus Buntu

Asuransi kesehatan rawat inap rumah sakit di Allianz hanya menetapkan masa tunggu 30 hari untuk penyakit usus buntu. Artinya asuransi kesehatan Allianz sudah mengcover untuk perawatan bedah karena usus buntu setelah polis asuransi nya berusia lebih dari 30 hari dihitung sejak polis mulai aktif.

Berbeda dengan asuransi kesehatan dari perusahaan lain yang masa tunggunya sampai dengan 1 tahun atau 2 tahun untuk penyakit usus buntu. Lama sekali. Yang artinya setelah mendaftar asuransi, jika si nasabah terkena usus buntu dan perlu dioperasi atau menjalani pembedahan sebelum usia polis nya 1 atau 2 tahun, maka asuransi nya tidak akan mengcover.

Jadi pilihlah asuransi Allianz yang hanya memberikan masa tunggu 30 hari untuk perawatan rawat inap rumah sakit yang diakibatkan oleh usus buntu. Semua asuransi kesehatan Allianz mulai dari asuransi Hospital and Surgical Care Plus (HSC+), Smartmed Premier, Smarthealth Maxi Violet, Allisya Care, Flexicare Family, semuanya sama untuk masa tunggu untuk penyakit usus buntu yaitu hanya 30 hari dihitung sejak polis asuransi Anda aktif / inforce.

Oleh karena itu jangan sampai salah pilih asuransi kesehatan Allianz.

Sistem pencernaan adalah satu kesatuan organ yang memiliki fungsi mencerna makanan dalam tubuh kita. Sistem pencernaan terdiri atas beberapa organ, salah satunya usus buntu. Usus buntu atau apendistis adalah organ pencernaan yang berbentuk seperti tabung kecil serta tipis. Apendistis memiliki ukuran sekitar 6-10 cm dan terhubung pada tempat tinja atau pada usus besar.

Penyebab usus buntu

Apabila usus buntu mengalami peradangan atau pembekakan maka hal ini akan mengakibatkan terjadinya penyakit komplikasi yang cukup serius.Penyakit apendistis ini merupakan penyakit yang umum terjadi di kalangan remaja berusia 10 – 20 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan jika siapa saja dengan berbagai jenis usia juga mengalami penyakit apendistis.

Gejala Penyakit apendistis

Sakit perut menjadi salah satu gejala yang mengidentifikasi ke arah penyakit usus buntu, dimana sakit perut yang dirasakan biasanya berawal dari bagian tengah perut. Awalnya sakit perut ini tiba-tiba datang lalu setelah beberapa saat pergi begitu saja. Setelah beberapa jam rasa sakit tersebut biasanya berpindah ke bagian kanan bawah perut, letak dimana posisi usus buntu dalam tubuh.

sakit butuh uang
Baca juga :  Tanya Tentang Klaim Asuransi Kesehatan Allianz

Rasa sakit akan semakin parah jika terjadi penekanan misal saat berjalan atau batuk. Selain itu, terdapat gejala-gejala lain dari penyakit apendistis, yaitu:

  • Nafsu makan menurun
  • Merasa mual dan tiba-tiba muntah
  • Mengalami diare
  • Mengalami demam
  • Perut terasa kram
  • Perut membengkak
  • Merasa sakit ketika buang air kecil

Penyakit apendistis biasanya diduga sebagai jenis penyakit lainnya seperti konstipasi biasa, keracunan makanan, infeksi saluran kemih atau sindrom iritasi usus. Bahkan para wanita berusia muda cenderung menganggap rasa sakit ini berhubungan dengan kondisi kandungan seperti nyeri akibat menstruasi atau kehamilan ektopik.

Ketika anda merasakan sakit pada bagian perut perlahan dan makin lama terasa lebih parah maka anda harus segera berkonsultasi dengan dokter. Apabila sakit yang dirasakan semakin parah dan menyebar hampir diseluruh bagian perut maka ini bisa jadi usus buntu pecah dan mengakibatkan  infeksi atau peritonitis yang cukup serius di bagian dalam perut.

Penyebab Terjadinya Penyakit apendistis

Penyebab dari penyakit usus ini hingga sekarang belum diketahui secara pasti. Namun, diperkirakan penyakit apendistis disebabkan karena tersumbatnya pintu masuk yang menuju ke usus. Hal-hal yang berpotensi mengakibatkan penyumbatan usus diantaranya:

  • Tinja
  • Pembengkakan pada kelenjar getah bening dalam usus.

Penyumbatan yang terjadi pada usus akan mengakibatkan pembengkakan serta inflamasi yang akhirnya dapat memicu usus menjadi pecah.

Cara Mengobati Penyakit Apendistis

agen asuransi allianz

Langkah awal untuk mengobati penyakit apendistis adalah dengan melakukan operasi apendektomi (pengangkatan usus). Melakukan operasi menjadi keputusan yang jauh lebih aman daripada nantinya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti, peradangan usus dan usus pecah.

Usus ini pada dasarnya merupakan organ yang perannya tidak terlalu penting dalam tubuh, pengangkatan usus ini dinyatakan juga tidak akan memberikan masalah kesehatan dalam kurun waktu jangka panjang.

Baca juga :  Perlukah membeli Asuransi Rawat Jalan

Sama halnya seperti proses operasi pada umumnya, pengangkatan usus juga memiliki resiko lain seperti pendarahan atau infeksi luka operasi. Namun, jangan khawatir karena operasi ini jarang hampir tidak pernah mengakibatkan komplikasi dan tingkat keberhasilan operasi ini cukup tinggi.

Ada dua jenis proses apendektomi yang bisa dilakukan untuk mengatasi penyakit ini, yakni bedah sayat terbuka dan operasi lubang kunci atau laparoskopi. Kedua penanganan ini dilakukan dengan membius total pasien agar tidak merasakan sakit saat operasi.

Langkah apendektomi yang sering dijadikan pilihan pasien adalah operasi lubang kunci, terlebih bagi para penderita manula atau yang memiliki masalah obesitas. Namun, para pasien penderita penyakit apendistis tidak bisa memilih operasi lubang kunci seenaknya.

Bagi mereka yang didiagnosis memiliki infeksi menyebar atau usus buntu pecah maka dianjurkan untuk melakukan operasi bedah sayat terbuka. Operasi ini dilakukan dengan mengangkat usus sekaligus membersihkan bagian rongga perut.

Biasanya pasien yang melakukan operasi lubang kunci membutuhkan waktu hingga 24 jam untuk pemulihan. Sangat dilarang bagi mereka untuk pulang jika masa pemulihan belum dilalui. Sedangkan bagi pasien yang melakukan operasi bedah sayatan terbuka membutuhkan waktu pemulihan lebih lama. Pasien belum boleh pulang jika belum lewat satu minggu pasca operasi.

Pasien yang menjalani operasi biasanya akan merasa normal kembali setelah 3-4 minggu pasca operasi. Namun diharapkan bagi mereka untuk bersabar dan tidak melakukan aktifitas berat setidaknya hingga 2 bulan pasca operasi.

Selain itu, juga dibutuhkan pemantauan berkala hingga keadaan pasien benar-benar kembali pulih. Jika terjadi gejala infeksi misalnya rasa nyeri, muntah, keluar cairan pada luka operasi, dan demam, maka harus segera berkonsultasi kepada dokter yang mengoperasi anda.

Di samping itu, penyakit ini juga mengakibatkan adanya benjolan yang terdiri dari lemak dan jaringan usus buntu. Dalam kondisi ini biasanya dokter akan menganjurkan untuk tidak menjalani operasi terlebih dahulu. Pemberian antibiotik kepada pasien hingga beberapa minggu mungkin menjadi pilihan yang tepat agar benjolan bisa berkurang hingga siap dilakukan penanganan operasi.

Baca juga :  Perbandingan Semua Asuransi Kesehatan Allianz

Komplikasi Usus Buntu yang Pecah

Jika tidak segera dilakukan penanganan pada penderita apendistis, maka hal ini akan beresiko mengancam jiwa karena pecahnya usus buntu.

Jika sakit perut yang dirasa semakin lama kian memerah hingga menyebar keseluruh bagian perut maka jangan tunggu waktu lagi, segera hubungi dokter atau rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. Bisa jadi ini merupakan indikasi usus buntu pecah yang dapat mengakibatkan penyakit komplikasi seperti abses atau peritonitis.

Peritonitis adalah infeksi akibat bakteri yang menyebar hingga ke bagian selaput perut dalam atau peritoneum.

Gejala infeksi ini ditandai dengan adanya sakit perut yang luar biasa, detak jantung berubah lebih cepat, muntah dan napas menjadi terengah-engah. Kondisi ini biasanya diatasi dengan memberi antibiotik atau bisa juga dengan melakukan prosedur operasi.

Sedangkan abses adalah kantong berisi nanah yang menyakitkan. Komplikasi abses ini muncul secara alami karena tubuh berusaha untuk mengobati infeksi karena pecahnya usus buntu.

Itulah informasi seputar usus buntu yang ternyata memberikan efek komplikasi berbahaya jika tidak segera ditangani. Penyumbatan pintu masuk menuju usus diduga menjadi penyebab utama terjadinya penyakit ini jadi usahakan untuk selalu menjaga kesehatan dengan pola hidup sehat agar agar sistem metabolisme dalam tubuh berjalan lancar.

Oleh sebab itu segera lah membeli asuransi kesehatan rawat inap rumah sakit Allianz. Anda dapat memilih 2 pilihan yang kami rekomendasikan yaitu Hospital and Surgical Care Plus (HSC+) atau Smartmed Premier. 2 asuransi kesehatan rawat inap rumah sakit Allianz itu memiliki manfaat proteksi yang lebih luas dengan premi yang sangat terjangkau.

asuransi allianz lengkap
pesan sekarang

Leave A Comment...