previous arrow
next arrow
Slider

Asuransi apa saja yang perlu anda miliki saat ini?

Seiring berjalannya waktu, maka produk asuransi juga berkembang menjadi semakin beragam dengan jenis varian yang berbeda. Hal ini bisa membuat kita bingung untuk memilih asuransi. Kadangkala kita menemukan asuransi yang memiliki nama yang berbeda antara perusahaan asuransi yang satu dengan perusahaan asuransi yang lainnya tetapi memiliki manfaat dasar yang sama meskipun ada beberapa fitur2 yang ditawarkan berbeda.

Karena itu kita harus jeli dalam memilih perusahaan asuransi yang terbaik dan jenis asuransi mana sajakan yang perlu kita miliki saat ini. Asuransi apa yang menjadi prioritas. Jika anda memiliki dana berlebih, mungkin hal ini tidak menjadi masalah. Anda bisa membeli semua polis asuransi yang anda pikir perlu.

Namun apabila dana anda terbatas, asuransi manakah yang menjadi prioritas utama? Pertama tama anda perlu memahami dahulu bahwa Asuransi berfungsi menanggung hal-hal yang secara finansial tidak sanggup kita tanggung, atau akan terasa berat jika harus menanggungnya sendirian. Jika sesuatu masih sanggup kita tanggung, maka hal tersebut tidak perlu diasuransikan, atau setidaknya bukan prioritas.

Prioritas asuransi diukur dari dampaknya pada keuangan kita, bukan dari frekuensi kejadiannya. Ada yang kejadiannya sering, misalnya pilek atau batuk biasa, tapi karena dampak keuangannya kecil, tanpa asuransi pun tak masalah. Tapi ada peristiwa yang kejadiannya mungkin hanya sekali, namun bekas yang ditinggalkannya tak terhapuskan seumur hidup, baik dari segi fisik maupun keuangan.

Jika akibat dari satu kejadian itu membuat seseorang langsung jatuh dalam kemiskinan, aset-aset terjual atau tergadai, terjerat dalam belitan utang, sumber penghasilan terputus, hingga keluarga terbenam dalam kesedihan dan kehinaan, maka risiko itulah yang harus kita prioritaskan untuk diasuransikan. Ketika kita memutuskan untuk berasuransi, berpikirlah  untuk risiko-risiko yang paling buruk. Yaitu risiko-risiko yang butuh biaya sangat besar.

Setidaknya ada empat jenis perlindungan/asuransi yang merupakan prioritas untuk dimiliki saat ini, yaitu asuransi Jiwa (asuransi yang menanggung risiko meninggal dunia), asuransi penyakit kritis, asuransi cacat tetap total dan asuransi kesehatan (asuransi yang menanggung biaya pengobatan rawat inap rumah sakit).

Jika anda telah memiliki empat perlindungan ini, silakan apabila anda mau menambah asuransi lain juga  seperti rumah, mobil, rawat jalan, rawat gigi, persalinan, dll, kalau memang dananya tersedia.

asuransi bayar biaya rumah sakit sesuai tagihan

Asuransi Jiwa (Meninggal Dunia)

Asuransi yang menanggung risiko meninggal dunia menjadi prioritas pertama. Di Allianz,  asuransi jiwa menjadi asuransi dasar yang harus dimiliki oleh tertanggung sebelum dia dapat menambah untuk proteksi tambahan seperti penyakit kritis, cacat tetap total maupun asuransi kesehatan. Namun Allianz juga menyediakan asuransi kesehatan yang berdiri sendiri dimana, tertanggung tidak perlu memiliki asuransi jiwa dasar terlebih dahulu untuk mendapatkan perlindungan kesehatan.

Asuransi jiwa wajib bagi pencari nafkah dalam keluarga, biasanya ayah, dan juga ibu jika bekerja. Jika dana yang tersedia terbatas, inilah yang harus dibeli terlebih dahulu. Kematian seorang ayah atau ibu berdampak pada putusnya sumber penghasilan karena tidak ada lagi orang yang mencarikan nafkah untuk keluarga.

Kesedihan paling besar tentu saja akan dialami oleh si anak. Terkadang si anak mesti dititipkan di rumah saudara atau bahkan di panti asuhan. Tentunya kita tidak mau anak kita mengalami nasib yang menyedihkan seperti ini bukan?

Asuransi Penyakit Kritis

Ini merupakan perlindungan nomor dua terpenting yang wajib dimiliki setelah asuransi jiwa. Dari segi dampak keuangan, penyakit kritis dapat menimbulkan dampak yang lebih besar ketimbang kematian. Apalagi jika penyakit kritis tersebut berlangsung berkepanjangan atau tidak tersembuhkan, yang repot bukan hanya penderita, tapi juga keluarga, para kerabat, hingga teman-temannya.

Contohnya, orang yang terkena stroke, jika tidak sembuh, dia jadi lumpuh dan tidak bisa bekerja seperti sebelumnya. Tapi dia harus tetap berobat sementara biaya hidup tak bisa ditunda pemenuhannya. Sayangnya banyak yang belum menyadari pentingnya proteksi penyakit kritis. Mereka merasa asuransi kesehatan (askes) saja sudah cukup.

Sebagus-bagusnya asuransi kesehatan, tak ada yang memberikan uang tunai untuk nasabahnya. Padahal orang yang terkena penyakit kritis, dia bukan hanya butuh penggantian biaya pengobatan, tapi juga sejumlah uang untuk biaya hidup dan lain-lainnya. CI 100 merupakan produk asuransi penyakit kritis dari Allianz yang memberikan manfaat yang tidak akan anda temukan di asuransi lain manapun.

Asuransi Cacat Sebagian maupun asuransi Cacat Tetap Total

Cacat bisa disebabkan kecelakaan ataupun penyakit. Dalam hal cacat tetap total, kejadian ini sama akibatnya dengan meninggal dunia dan beberapa jenis penyakit kritis, yaitu putusnya penghasilan karena tidak mampu lagi bekerja. Allianz menyediakan dua jenis perlindungan untuk ini yaitu ADDB (Accident Death and Disability Benefit) dan TPD (Total Permanent Disability). ADDB menanggung risiko cacat (sebagian maupun total) akibat kecelakaan, sedangkan TPD menanggung risiko cacat total akibat sakit maupun kecelakaan.

Asuransi Kesehatan Rawat Inap

Produk asuransi kesehatan ada yang dilengkapi dengan rider (proteksi tambahan) seperti rawat jalan, rawat gigi, atau persalinan. Tapi yang prioritas hanyalah rawat inap. Yang lainnya terlalu mahal untuk dibeli, sementara manfaatnya tak seberapa, dan tanpa asuransi pun masih bisa ditanggulangi. Asuransi kesehatan rawat inap memberikan penggantian biaya pengobatan sesuai yang dijanjikan dalam polis jika peserta mengalami rawat inap di klinik atau rumah sakit.

Saat ini sebagian besar orang telah memiliki askes rawat inap terutama bagi mereka yang bekerja seperti PNS dan karyawan swasta. Sedangkan untuk masyarakat secara umum, khususnya kalangan menengah-bawah, pemerintah telah menyediakan berbagai jaminan kesehatan melalui program seperti KJS (Kartu Jakarta Sehat) dan BPJS (Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial) kesehatan (dahulu Jamsostek).

Namun apabila anda belum memiliki askes dari perusahaan tempat anda bekerja, maka anda dapat memiliki asuransi kesehatan dari Allianz. Anda bisa memilih antara membeli asuransi kesehatan yang telah satu paket dengan asuransi jiwa ataupun memilih asuransi kesehatan yang berdiri sendiri dari Allianz.

asuransi allianz lengkap
beli asuransi allianz