Asuransi Apa Yang Menjadi Prioritas Utama

Semakin banyaknya Asuransi yang tersedia dan semakin banyaknya agen asuransi membuat sebagian orang menjadi bingung untuk memilih Asuransi Apa yang menjadi Prioritas Utama ? Untuk menjawab hal ini, kit harus melihat kembali apa sebenarnya tujuan berasuransi. Tujuan Asuransi adalah untuk Mengalihkan Resiko Financial atau Menggantikan Kerugian Ekonomi apabila terjadi Resiko.

Resiko yang perlu dicover asuransi adalah Resiko yang apabila terjadi maka si tertanggung dianggap tidak mampu untuk mengatasinya atau jika resiko itu terjadi maka akan sangat mungkin Korban menjadi Bangkrut atau Ahli Waris si tertanggung menjadi Bangkrut.

Apabila Resiko yang bisa terjadi masih bisa kita tanggung maka hal ini bukan menjadi Prioritas Asuransi atau bahkan bisa jadi tidak perlu diasuransikan. Jadi dapat disimpulkan Prioritas Asuransi yang yang kita butuhkan adalah yang paling berdampak pada perekonomian kita.

Menurut saya Resiko dibawah ini adalah yang patut dijadikan sebagai Prioritas
– Jiwa
– Sakit Kritis
– Kecelakaan dan
– Rawat Inap

Rawat inap berada dalam urutan terakhir karena apabila Anda sudah memiliki BPJS atau sudah dicover Perusahaan maka Proteksi ini bukan menjadi Prioritas yang utama lagi. Saya bahkan tidak lagi menawarkan asuransi kesehatan rawat inap rumah sakit bagi para pegawai dan karyawan yang telah dicover asuransi kesehatan dan BPJS dari tempatnya bekerja karena saya berpikir hal ini mubazir dan asuransi kesehatan rawat inap rumah sakit itu pada umumnya tidak bisa di klaim dobel.

Artinya apabila anda telah melakukan klaim asuransi kesehatan dari kantor, maka anda tidak bisa melakukan klaim lagi di asuransi kesehatan yang anda ambil di luar kantor. Begitu pula sebaliknya. Oleh sebab itu, asuransi jiwa dan asuransi sakit kritis menjadi prioritas utama saya saat saya menawarkan asuransi ke orang lain.

Baca juga :  Hubungan antara Asuransi dengan Angka Kemiskinan

Namun jika calon tertanggung berprofesi sebagai seorang profesional seperti notaris, akuntan, dokter, penulis, atau wiraswasta dan pengusaha yang bekerja secara independen, tentu asuransi kesehatan merupakan asuransi yang penting.

Asuransi Jiwa 

Asuransi jiwa yang menanggung risiko meninggal dunia menjadi prioritas pertama karena: selama masih hidup, manusia itu akan selalu ada harapan. Namun apabila maut sudah datang menjemput, tak ada lagi yang bisa dikatakan. Istilahnya nasi yang sudah menjadi bubur, sangat mustahil untuk dikembalikan menjadi nasi kembali bukan?

Oleh sebab itulah asuransi jiwa itu adalah asuransi yang wajib bagi pencari nafkah dalam keluarga, biasanya ayah, dan juga ibu jika bekerja. Jika dana yang tersedia terbatas, inilah yang harus dibeli terlebih dahulu. Di asuransi Tapro Allianz, asuransi jiwa selalu menjadi pertanggungan dasar yang wajib diambil terlebih dahulu sebelum seseorang dapat mengambil asuransi yang lain seperti kecelakaan, penyakit kritis maupun kesehatan.

Asuransi Penyakit Kritis

Dari segi dampak keuangan, penyakit kritis dapat menimbulkan dampak yang lebih besar ketimbang kematian. Apalagi jika penyakit kritis tersebut berlangsung berkepanjangan atau tidak tersembuhkan, yang repot bukan hanya penderita, tapi juga keluarga, para kerabat, hingga teman-temannya. Contohnya, orang yang terkena stroke, jika tidak sembuh, dia akan menjadi lumpuh dan tidak bisa bekerja bahkan beraktivitas seperti sebelumnya.

Tapi dia masih tetap harus berobat sementara biaya hidup tetap tidak bisa ditunda pemenuhannya. Sayangnya banyak yang belum menyadari pentingnya proteksi penyakit kritis. Mereka merasa asuransi kesehatan saja sudah cukup.

Padahal asuransi kesehatan itu tidak ada yang memberikan uang tunai dalam jumlah besar kepada si tertanggung. Orang yang terkena penyakit kritis tidak hanya membutuhkan penggantian biaya pengobatan saja, tapi juga sejumlah uang untuk biaya hidup dan lain-lainnya.

Baca juga :  Konsumsi Kentang Baik Untuk Kesehatan

Simak baik baik, inilah perbedaan utama antara asuransi penyakit kritis dengan asuransi kesehatan. Banyak orang yang tidak memahami dan salah kaprah di sini. Asuransi kesehatan hanya membayar dan mengganti biaya rumah sakit saat kita di opname di rumah sakit.

Sedangkan asuransi penyakit kritis membayar sejumlah uang dalam jumlah besar pada saat kita terindikasi terkena penyakit kritis. Jadi uang dalam jumlah besar yang kita terima itu, bebas mau kita pergunakan untuk apa saja.

Jika tidak mau digunakan untuk berobat, juga bisa diinvestasikan untuk membeli tanah, properti, digunakan untuk jalan jalan ke luar negeri atau bahkan mau digunakan untuk foya foya juga boleh (mungkin si tertanggung sudah pasrah akan penyakitnya dan tidak berniat untuk berobat lagi.

Si tertanggung hanya ingin menggunakan uang hasil klaim sakit kritis untuk bersenang senang dan menikmati hidupnya yang singkat selagi masih ada waktu, dan menurut saya hal ini sah sah saja). Karena uang kompensasi itu telah ditransfer ke rekening si tertanggung jadi sudah menjadi hak si tertanggung, mau digunakan untuk apa uang tersebut.

Anda tidak perlu minta izin ke Allianz untuk menggunakan uang tersebut. Anda juga tidak perlu merasa bersalah apabila uang itu tidak digunakan untuk biaya pengobatan anda. Karena itulah asuransi penyakit kritis tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran dan fungsi dari asuransi kesehatan. Proteksi penyakit kritis menambah dan melengkapi apa yang tidak bisa diberikan oleh asuransi kesehatan, yaitu uang tunai dalam jumlah besar (ratusan juta hingga miliaran rupiah).

Asuransi Cacat (Sebagian maupun Total, karena Sakit ataupun Kecelakaan)

Cacat bisa disebabkan oleh kecelakaan atau penyakit. Dalam hal cacat tetap total, kejadian ini sama akibatnya dengan meninggal dunia dan beberapa jenis penyakit kritis, juga mengakibatkan putusnya penghasilan karena seseorang itu tidak mampu lagi bekerja.

sakit butuh uang
Baca juga :  Yuk Ukur Kadar Kolesterol Anda

Di sini, asuransi terbaik dari Allianz dua proteksi yang penting, yaitu ADDB (Accident Death and Disability Benefit) dan TPD (Total Permanent Disability). ADDB menanggung risiko cacat (sebagian maupun total) akibat kecelakaan, sedangkan TPD menanggung risiko cacat total akibat sakit maupun kecelakaan.

Asuransi Kesehatan Rawat Inap

Setelah proteksi lainnya seperti jiwa, sakit kritis dan kecelakaan terpenuhi, barulah terakhir kita masuk ke asuransi kesehatan rawat inap bagi semua anggota keluarga. Produk asuransi kesehatan ada yang dilengkapi dengan rider (proteksi tambahan) rawat jalan, rawat gigi, atau persalinan.

Tapi menurut saya, yang menjadi prioritas hanyalah rawat inap saja karena pada umumnya biaya rawat inap rumah sakit ini cukup memberatkan jika harus ditanggung sendiri. Oleh karena itulah dibutuhkan asuransi kesehatan yang mampu mengganti segala biaya perawatan rawat inap yang terjadi tersebut.

Apabila Anda sudah memiliki Proteksi diatas maka baru anda bisa membeli Asuransi yang lain seperti Asuransi Pendidikan, Rumah, Mobil, dll. Semoga Anda tidak salah dalam menentukan Prioritas saat membeli Asuransi. Lindungilah keluarga anda dengan asuransi jiwa terbaik dari Allianz.

asuransi allianz lengkap
pesan sekarang

Leave A Comment...