Mengenal istilah Carsinoma in Situ

Asuransi penyakit kritis CI100 Allianz memproteksi mulai dari seseorang terkena atau terdiagnosa karsinoma in situ/carsinoma in situ. Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan carsinoma in situ ini? Kok istilahnya sangat medis banget ya.

Padahal banyak orang awam yang tidak paham ada yang dimaksud dengan karsinoma in situ ini. Namun meskipun istilah ini tidak familia, sebenarnya kondisi penyakit karsinoma in situ ini banyak sekali diketahui oleh banyak orang. Hanya saja mereka tidak menggunakan istilah ini untuk penyebutannya.

Carsinoma in Situ atau CIS merupakan sekelompok sel yang abnormal dan muncul di organ tubuh pertama kali. CIS belum menyebar hingga bagian organ tubuh lain. Sel yang abnormal ini dapat berkembang jadi kanker lalu menyebar menuju jaringan normal pada sekitarnya.

Dalam ilmu medis, CIS dikenal sebagai wujud paling awal pada penyakit kanker dan ini belum menyebar. Penamaan CIS digunakan untuk beberapa jenis penyakit kanker. Beberapa kondisi CIS yang kerap kali ditemukan akan sedikit dijelaskan dalam artikel berikut

Ductal Carcinoma In Situ

DCIS adalah sel-sel yang abnormal dan muncul di saluran susu pada organ payudara. DCIS dianggap wujud paling awal penyakit kanker payudara. Sifat DCIS noninvasif yang berarti belum keluar menyebar dan belum menyerang jaringan organ payudara lainnya. Pada kondisi ini kanker hanya berada di jaringan saluran susu.

Pada kebanyakan kasus, Ductal CIS tidak menyebabkan gejala tertentu. Tetapi terkadang, Ductal CIS dapat memunculkan gejala seperti benjolan di payudara, dan keluarnya cairan di putting disertai dengan darah. Ductal CIS biasanya ditemukan bila penderita melakukan prosedur mammogram, bagian dari tindakan deteksi kanker payudara.

Apa itu Carsinoma In Situ

Para ahli medis beranggapan bahwa DCIS terbentuk saat terjadinya mutasi genetik di dalam DNA pada sel payudara. Terjadinya mutasi genetik tersebut menyebabkan munculnya perubahan sel-sel normal payudara.

Baca juga :  Persiapkan Masa Depanmu dengan Asuransi Sakit Kritis Allianz

Akan tetapi sel-sel tersebut belum mampu keluar saluran susu di organ payudara. Sejumlah faktor juga dianggap dapat memperbesar risiko DCIS yakni gen keturunan, pengaruh lingkungan dan pengaruh gaya hidup tidak sehat.

Ductal CIS tidak membahayakan jiwa penderitanya tapi memerlukan langkah pengobatan agar mencegah berubah menjadi ganas. Bagi perempuan sebaiknya rutin melakukan skrining penyakit kanker payudara, terlebih lagi bagi perempuan yang telah aktif berhubungan seksual dan telah berusia sekitar 40 tahun.

Lobular Carcinoma In Situ

LCIS atau biasa disebut Neoplasia Lobular, ini merupakan sel-sel tumbuh di jaringan kelenjar susu atau lobulus. Neoplasia Lobular umumnya meski tidak diobati tidak akan menyebar melebihi kelenjar susu.

Kendati demikian, Neoplasia Lobular dapat menjadi peningkat risiko serangan kanker payudara. Perempuan penderita Neoplasia Lobular punya risiko 7 hingga 12 kali lipat lebih tinggi mengalami kanker bersifat ganas pada dua organ payudaranya.

Oleh karena itu, perempuan dengan Neoplasia Lobular sebaiknya rutin melakukan skrining penyakit kanker payudara. Apabila sekedar diraba dengan tangan dan dilihat secara kasat mata, seringkali Neoplasia Lobular tidak menimbulkan benjolan. Oleh karena itu, perlu dilakukan mammogram untuk mendeteksi. Kebanyakan kasus Neoplasia Lobular, penderita baru ketahuan saat dilakukan biopsi akibat kondisi gangguan lain di dekat payudara.

Cervical Carcinoma In Situ

CCIS adalah sel-sel yang abnormal dan muncul di permukaan serviks, tetapi belum menembus menyebar lebih dalam menuju jaringan sekitarnya. CCIS dianggap stadium terawal penyakit kanker serviks. Penyebabnya ialah HPV (human-papilloma virus). Virus tersebut umumnya ditularkan melalui hubungan seksual, perilaku seksual menyimpang, anal seks maupun gaya hidup seksual sejak usia dini.

Di tahap CCIS, serangan kanker serviks kerap kali tidak menampakan gejala. Kemunculan gejala biasanya akan muncul setelah kanker berkembang dan telah masuk tahap selanjutnya. Sebab itu bagi perempuan sebaiknya rutin melakukan deteksi dini dengan tindakan kolposkopi, pap smear, maupun biopsi. Deteksi dini kanker serviks sangat disarankan bagi perempuan yang telah menikah hingga usia 65 tahun. Terlebih lagi apabila terbiasa dengan perilaku seksual menyimpang, anal seks, maupun gaya hidup seksual sejak usia dini.

Baca juga :  Masyarakat Indonesia Rawan Terkena Penyakit Kritis

Colorectal Carcinoma In Situ

Kondisi ini merupakan kondisi yang mana sel abnormal ditemukan pada mukosa yakni lapisan paling dalam rectum atau dinding usus besar. Namun pertumbuhan sel abnormal tersebut belum melebihi mukosa. Meski demikian, sel yang abnormal tersebut dapat berkembang jadi kanker. CT Scan, MRI, Biopsi dan pemeriksaan fisik perlu dilakukan untuk mengetahui lebih jelas mengenai stadium kanker kolorektal.

Nasopharyngeal Carcinoma In Situ

Kondisi ini merupakan kondisi yang mana sel abnormal ditemukan tumbuh pada dinding permukaan organ nasofaring, tetapi sel-sel abnormal itu belum menyebar menuju jaringan terdekatnya. Meskipun sel abnormal memang belum menyebar, tetapi memiliki kemungkinan besar akan berkembang jadi kanker yang ganas. NCIS ialah tahapan terawal kanker nasofaring.

Squamous-Cell Carcinoma In Situ

sakit butuh uang

Kondisi ini dikenal pula dengan nama penyakit Bowen. Ini adalah bentuk terawal penyakit kanker kulit. Sebagian kasus penyakit Bowen dapat menjadi penyakit kanker kulit yang ganas. Penderita penyakit Bowen lebih berisiko terserang kanker kulit. Oleh karena itu penanganan lebih lanjut dari medis sangat perlu dilakukan.

agen asuransi allianz

Squamous-cell carcinoma in situ menimbulkan gejala bercak kemerahan di kulit dan gatal. Tetapi pada kebanyakan kasus tidak memperlihatkan gejala. Sebagaimana kebanyakan kasus kanker kulit lain, penyakit Bowen sering muncul pada area kulit yang terpapar cahaya matahari. Namun pada beberapa kasus dapat pula muncul pada area kulit anus dan alat kelamin.

Nah, sudah paham kan apa yang dimaksud dengan karsinoma in situ ini. Banyak orang yang langsung menyebutkan kalau ini adalah kanker padahal ini adalah bentuk awal dari penyakit kanker (sebelum  menyebar dan disebut kanker). Ketika mencari dan memilih asuransi, terutama asuransi penyakit kritis, Anda perlu jeli.

Baca juga :  Orang Indonesia Rawan Terkena Penyakit Kritis Seperti Kanker, Stroke, Sakit Jantung, Gagal Ginjal

Jangan sampai asuransi penyakit kritis yang Anda beli, tidak mengcover carsinoma in situ namun malah hanya mengcover kanker saja sehingga ketika Anda baru terdiagnosa karsinoma in situ dan berharap uang santunan penyakit kritis nya bisa cair untuk mengobati penyakit Anda, eeh malah dari pihak asuransi mengatakan bahwa Anda harus tunggu sampai penyakit nya harus sudah menyebar dulu baru bisa di klaim.

Padahal jika uang santunan nya bisa cair di awal kan bisa manfaatkan untuk segera berobat sehingga penyakit ini tidak sampai menyebar menjadi kanker yang ganas. Di Allianz sendiri, untuk kondisi penyakit karsinoma in situ, maka uang santunan yang akan dicairkan adalah sebesar 50% dari total keseluruhan dari Uang Pertanggungan Penyakit Kritis yang dimiliki. Jadi tunggu apa lagi?

Segera beli asuransi penyakit kritis Allianz CI100 ya sebelum terlambat. Ingat, jangan sampai salah pilih ya.

asuransi allianz lengkap
pesan sekarang

Leave A Comment...