Siapa Bilang Anak Kecil Tidak Butuh Asuransi?

Jika anda masih beranggapan bahwa anak kecil tidak membutuhkan asuransi, mungkin pemikiran anda perlu dirubah. Asuransi itu penting bagi siapapun juga, tanpa melihat jenis kelamin, status pekerjaan, maupun batas usia terutama asuransi Penyakit Kritis.

Pertanyaan nya cukup simpel, jika ada salsh satu anggota keluarga terkena sakit kritis, apakah anggota keluarga yang lain hanya melihat dan berdiam diri tanpa berbuat apapun juga, atau mereka akan melakukan segala upaya agar si penderita bisa sembuh? pada umumnya sakit kritis membutuhkan biaya pengobatan yang besar bukan?

Mungkin salah satu upaya yang dilakukan anggota keluarga lain adalah dengan mencari pinjaman dari sana sini dan menjual harta seperti mobil, rumah, apabila uang yang ada di tabungan sekarang ini tidak mencukupi untuk mengobati penyakit si penderita.

brosur_allianz

Banyak financial planner yang mengatakan bahwa asuransi hanya diperlukan bagi kepala keluarga/ pencari nafkah utama, padahal anjuran itu salah besar. Semoga kisah nyata di yang terjadi di tahun 2014 di bawah ini  dapat mengubah persepsi mereka maupun anda bahwa anak anak juga sangat membutuhkan perlindungan asuransi, khususnya asuransi penyakit kritis. Di Allianz, anda dapat memilih 3 jenis manfaat perlindungan sakit kritis, yaitu CI, CI+ atau CI100.

ashira shalva

Ashira Shalva adalah anak perempuan yang cantik dan menggemaskan. Keceriaan anak dari Revina Raymond dan Wahyu Fathir Riko ini terlihat melalui berbagai foto yang diunggah di akun Instagram @prayforashira. Akan tetapi, di akun yang sama, kita juga bisa melihat foto Ashira yang terkulai lemas dengan berbagai selang infus yang terpasang di badan mungilnya.

Kedua orangtua Ashira  pertama kali menyadari keganjilan saat perut Ashira terlihat membesar dan terasa keras saat disentuh. Diagnosis dokter di RSCM menyatakan Ashira terkena kanker neuroblastoma. Ashira pun dibawa berobat ke Guangzhou Modern Cancer Hospital, China.

sakit butuh uang
Baca juga :  Perempuan Lebih Rentan Terkena Penyakit Kritis

Meskipun sudah mendapatkan perawatan intens, tepat pada Selasa (11/11), Ashira Shalva meninggal dunia saat mendapatkan perawatan intens di Guangzhou Modern Cancer Hospital, China. Penggemar “Frozen” ini mengembuskan nafas terakhir setelah berjuang keras melawan neuroblastoma yang mematikan.

Neuroblastoma adalah kanker yang berkembang dari sel-sel saraf yang belum matang dan ditemukan di beberapa bagian tubuh. Neuroblastoma paling sering berada di sekitar kelenjar adrenal (di atas ginjal). Tetapi, neuroblastoma juga bisa berkembang di daerah perut, dada, leher, dekat tulang belakang dan beberapa sel saraf.
Pada beberapa kasus, neuroblastoma biasanya hilang dengan sendirinya. Tetapi, tak sedikit pula penderita neuroblastoma yang memerlukan perawatan. Neuroblastoma biasanya lebih sering menyerang anak laki-laki dan diturunkan dari orangtua. Selain itu, neuroblastoma biasa ditemui pada anak berusia di bawah 5 tahun.
Neuroblastoma juga jarang menyerang anak yang berusia lebih tua. Hingga saat ini, penyebab neuroblastoma menyerang seseorang belum diketahui. Gejala neuroblastoma pun berbeda sebab tergantung pada bagian tubuh yang terkena.
Berikut ini gejala neuroblastoma yang perlu Anda ketahui:
  • Neuroblastoma di bagian perut:
  1. Nyeri perut.
  2. Terasa massa atau benjolan yang keras saat disentuh.
  • Neuroblastoma di bagian dada:
  1. Mengi (bengek) atau sesak nafas.
  2. Nyeri dada.

Di sisi lain, gejala neuroblastoma juga bisa seperti ini:

  • Terjadi gumpalan jaringan pada bawah kulit.
  • Bola mata yang tampak menonjol.
  • Perubahan pada mata, seperti mata turun dan ukuran pupil tidak sama.
  • Lingkaran hitam, seperti memar di sekitar mata.
  • Sakit punggung.
  • Demam.
  • Penurunan berat badan.
  • Nyeri tulang.
  • Diare.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Terjadi pembengkakan di kaki.
Dokter biasanya akan menyarankan melakukan beberapa pengobatan untuk anak-anak yang didiagnosis menderita neuroblastoma seperti berikut ini:
  • Operasi
Baca juga :  Jenis Kanker yang Rentan Diderita Wanita

Operasi dilakukan untuk menghilangkan sel-sel kanker di dalam tubuh tetapi tergantung pada posisi dan juga ukurannya. Namun, kanker yang melekat pada organ-organ vital, seperti paru-paru atau sumsum tulang belakang memilki risiko yang lebih besar.

  • Kemoterapi

Kemoterapi berfungsi untuk menghancurkan sel-sel kanker. Tetapi, sayangnya kemoterapi juga cepat merusak sel sehat yang tumbuh. Misalnya, sel-sel pada folikel rambut dan sistem pencernaan.Kemoterapi biasanya dilakukan sebelum operasi transplatasi sel induk (stem cell).

  • Terapi radiasi

Terapi radiasi menggunakan sinar energi, seperti sinar-x yang bertujuan untuk menghancurkan sel kanker. Akan tetapi, perawatan ini memiliki efek samping berupa ada beberapa sel sehat yang rusak karena radiasi.

  • Transplantasi sel induk

Salah satu efek samping dari kemoterapi adalah terkadang sel-sel yang sehat juga ikut mati. Nah, untuk mengatasinya, biasanya perawatan juga meliputi transplantasi sel induk. Sel induk akan dimasukkan pada tubuh anak untuk membentuk sel-sel darah baru yang sehat.

  • Imunoterapi

Imunoterapi adalah perawatan dengan mengonsumsi obat-obatan untuk merangsang sistem kekebalan tubuh yang akan membantu untuk melawan sel-sel kanker. (PR)

Ditinjau oleh dr. Fransisca Alvionita

Sumber : http://meetdoctor.com/mobile/article/neuroblastoma-kanker-yang-rentan-dialami-anak#/page/1

Allianz-sakit-kritis

agen asuransi allianz
asuransi allianz lengkap
pesan sekarang

Leave A Comment...