Jual Tanah untuk Biaya Berobat Penyakit Berat  

Apa yang akan Anda lakukan pertama sekali ketika Anda divonis dokter kalau Anda terkena penyakit kritis? Tentu pertanyaan berikutnya yang Anda ajukan ke dokter adalah bagaimana caranya saya bisa sembuh dari penyakit ini, betul? Dan dokter akan menjelaskan berbagai cara dan upaya medis yang dapat ditempuh bagi kesembuhan yang Anda idam idam kan.

Namun ada 1 kendala yang pastinya mesti Anda lewati dahulu agar Anda dapat menjalani semua perawatan medis yang diperlukan bagi kesembuhan Anda dari penyakit ganas yang saat ini sedang mengancam jiwa Anda.

Tahu kendalanya apa? Benar. Yaitu “Anda membutuhkan uang.” Bukan hanya sekedar uang tetapi uang dalam jumlah besar, mulai dari puluhan bahkan ratusan juta. Jika Anda adalah orang yang kaya dan cukup berada tidak ada masalah sama sekali, Anda tinggal mencairkan deposito Anda yang ada di bank atau menjual beberapa kg emas yang ada di brankas Anda.

Namun jika Anda tidak memiliki aset yang selikuid itu bagaimana? Aset yang tidak mudah untuk dicairkan seperti tanah atau rumah mungkin?

Menjual tanah untuk biaya berobat penyakit berat salah satu alasan bagi yang tidak memiliki uang untuk biaya pengobatan. Penyakit dengan golongan berat atau berbahaya memang membutuhkan biaya yang sangat mahal sekali.

Uang ratusan juta bisa masuk sekaligus dalam biaya pengobatan dan hanya dalam sekali pengobatan saja. Pantas saja solusi yang tepat untuk jual tanah untuk biaya berobat penyakit berat patut dilakukan, biaya pengobatannya ternyata mahal.

Biaya pengobatan penyakit berat yang sekarang menjadi lebih tinggi mengakibatkan masyarakat menengah bawah tidak dapat membayarnya. Bagi masyarakat menengah bawah masih ada bantuan pemerintah melalui kartu kesehatan untuk berobat secara gratis, namun kartu hanya dimiliki oleh para pekerja saja. Masyarakat bawah yang tidak bekerja pastinya belum mendapatkan kartu tersebut.

agen asuransi allianz

Apa sih Alasan Kuat Melakukan Jual Tanah untuk Biaya Berobat Penyakit Berat ?

Banyak yang bilang kalau jual tanah merupakan hal kurang tepat, karena kalau tanah dijual maka sangat sayang. Harga tanah setiap tahunnya akan naik beberapa kali lipat dari tahun sebelumnya. Bila saja tidak digunakan untuk berobat maka, tanah tidak akan dijual.

Jual Tanah untuk Biaya Berobat Penyakit Berat

Kesembuhan merupakan segalanya sehingga jual tanah untuk biaya berobat penyakit berat merupakan hal yang sangat tepat dan tidak perlu disayangkan.

Baca juga :  Pilih Pakai Uang Asuransi atau Uang Pinjaman dari Sanak Famili Dikala Sakit

Alasan kuat jual tanah untuk biaya berobat penyakit berat yaitu harga pengobatan semakin mahal. Ambil saja salah satu contohnya penyakit tumor, penyakit ini bisa dapat menyebabkan kematian kalau tidak ditangani dengan cepat.

Pertumbuhan di dalam tubuh dapat merusak sel dan jaringan dalam sehingga harus segera diambil. Bila tumor hanya sedikit maka, cara pengambilannya bisa dalam satu kali operasi saja.

Tumor yang terlanjur menyebar ke seluruh sel tubuh maka, operasi yang harus dilakukan secara bertahap. Mungkin operasinya bisa dari 4 kali hingga 10 kali. Biaya operasi penyakit tumor lebih mahal daripada operasi penyakit biasa. Mengeluarkan tumor dalam tubuh pasien merupakan tanggung jawab yang sangat berat karena harus dapat mengeluarkan tumor dari seluruh tubuh. Makanya biaya operasi dipatok dengan harga mahal.

Biaya tidak sampai disitu saja, selanjutnya Anda harus membayar biaya penginapan rumah sakit, obat, beserta terapi yang disarankan oleh dokter untuk mempercepat kesembuhan tumor. Lagi-lagi biaya yang dikeluarkan tidak sedikit bahkan dapat mencapai puluhan juta tiap minggunya. Dalam satu bulan Anda bisa menghabiskan uang ratusan juta hanya untuk biaya penyakit tumor. Pusing kepala Anda kalau tidak memiliki uang sama sekali.

Sekilas tentang gambaran penyakit berat tumor mungkin menyadarkan Anda bahwa ada alasan kuat yang mendasari melakukan jual tanah untuk biaya berobat penyakit berat. Tidak apa harta tanah habis untuk melakukan proses penyembuhan daripada nyawa Anda melayang begitu saja. Orang sakit berat memang butuh pengobatan ekstra sehingga harus mengupayakan adanya uang untuk berobat.

Salah satu upayanya tercepat yaitu jual tanah untuk biaya berobat penyakit berat. Melakukan hal itu memang berat namun apapun pasti bisa dilepaskan demi pengobatan. Harta tidak dibawa mati sehingga lebih baik digunakan untuk menyelamatkan anggota keluarga yang sakit agar selamat dan sehat.

Harta memang tidak hanya berupa tanah yang luas saja, namun juga dapat berupa perhiasan, emas, mobil, rumah dan lainnya. Semua harta tersebut memiliki nilai dan harga tersendiri bila dijual sehingga saat menjualnya harus diperhitungkan dengan baik.

Membutuhkan uang untuk berobat penyakit berat sebaiknya menjual tanah. Mengapa tidak memilih barang lain saja untuk dijual? Karena Anda harus mempertimbangkan harganya. Harga tanah pastinya sangat mahal per meternya sehingga jika dijual maka mendapatkan uang yang cukup banyak untuk pengobatan, bahkan uang dari hasilnya penjualan masih bisa sisa dan nantinya akan ditabung lagi.

Baca juga :  Siapa Bilang Anak Kecil Tidak Butuh Asuransi?

Berbeda kalau Anda menjual mobil atau perhiasan, uang yang didapatkan hanya sedikit bahkan dalam penjualannya saja sudah rugi karena potongan harganya banyak. Pertimbangan harga jual ini memang harus dipikirkan secara matang.

Pilihan dari pertimbangan harga tersebut akhirnya lebih baik jual tanah untuk biaya berobat penyakit berat. Uang masih bisa sisa, berobat bisa dilaksanakan dan penyakit sudah hilang.

Pastinya kebanyakan orang yang menjual tanah untuk keperluan berobat pasti lah menjual tanahnya dengan harga miring.

Mungkin tidak rugi jika tanah tersebut sudah dimiliki sejak lama (harga tanah naik setiap tahun), namun tetap saja untung yang Anda dapatkan tidak akan sebesar jika Anda menjual tanah itu secara normal, tanpa tindakan tergesa gesa karena uang hasil penjualannya mau dipakai buat berobat.

Bagaimana jika tanah itu adalah hasil peninggalan/warisan dari kakek/orang tua? Tentu sayang untuk dijual bukan jika bukan karena terpaksa. Dan tentunya hasil penjualan dari tanah tersebut juga pada akhirnya harus dibagi rata bagi semua ahli waris. Jika jumlah saudaranya banyak, maka bagian yang akan Anda terima juga sedikit. Apakah cukup untuk biaya pengobatan Anda?

Daripada susah susah menjual aset seperti tanah, lebih baik Anda menempuh cara yang lebih mudah untuk berobat ketika terkena penyakit kritis. Yaitu dengan cara mendaftar untuk membeli asuransi penyakit kritis Allianz yang bernama CI100. Belinya kapan?

Ya tentu belinya harus mulai dari sekarang, ketika tubuh Anda masih sehat. Karena jika sudah terkena penyakit kritis, Anda sudah tidak dapat lagi membeli asuransi penyakit kritis Allianz ini.

Jangan harap Allianz akan menerima Anda untuk menjadi nasabah apabila Anda mau membeli asuransi ini ketika Anda sudah divonis dokter bahwa Anda terkena penyakit kritis. Mau Anda mohon mohon dan membawa duit sekoper juga, tidak akan diterima.

Makanya jangan bebal dan keras kepala ya. Beli asuransi penyakit kritis Allianz mulai dari sekarang. Setelah menjadi nasabah Anda hanya perlu menyetor premi setiap bulan dengan nominal yang tetap sesuai dengan kemampuan Anda. Jika per bulan Anda hanya mampu menyetor Rp. 500.000 untuk premi nya, silahkan saja.

Yang namanya premi asuransi itu sebenarnya tidak ada yang mahal kok. Semua nya bisa diatur dan di set sesuai dengan kemampuan kita sendiri. Jika kita mampunya hanya Rp.400.000 per bulan atau bahkan Rp. 300.000 per bulan, it’s okay. No problem at all. Silahkan saja.

Baca juga :  Asuransi Penyakit Kritis Allianz Melindungi Risiko Kanker Paru Paru

Uang santunan penyakit kritis yang akan Anda terima ketika suatu saat apabila Anda terdiagnosa penyakit kritis akan disesuaikan dengan jumlah premi yang Anda bayarkan setiap bulannya dan usia disaat Anda mulai mendaftar.

Semakin muda usia Anda pada saat Anda memutuskan untuk join di asuransi Allianz ini maka semakin premi yang akan Anda dapatkan. Sebagai contoh dengan premi Rp. 500.000 per bulan, bagi seseorang yang masih muda (usia di bawah 30 tahun) mungkin bisa mendapatkan uang santunan sakit kritis sebesar Rp. 500 juta.

Bandingkan dengan seseorang yang telah berusia 50 tahun dan membayar premi dengan jumlah yang sama (Rp 500.000 per bulan juga), pastilah uang santunan penyakit kritis yang akan dia terima jumlahnya jauh lebih kecil daripada Rp 500 juta tadi.

Jadi mahalnya premi yang akan dibayarkan oleh seseorang ketika usia nya sudah tidak muda lagi itu bukan dilihat dari jumlah setoran premi yang dibayarkan (premi bisa diatur sesuai kemampuan), namun dilihat dari jumlah uang santunan (besarnya manfaat) yang bakal dia terima kelak ketika terkena penyakit kritis.

sakit butuh uang

Ibarat Anda dan teman Anda sama sama membelanjakan uang sejumlah Rp 50.000 namun Anda mendapatkan 5 buah gantungan kunci sedangkan teman Anda hanya mendapatkan 2 buah gantungan kunci.

Menurut Anda gantungan kunci siapa yang lebih mahal? Anda paham ya maksudnya? Jadi nominal biaya nya bisa diatur tapi manfaat akan akan ditentukan oleh usia pada saat masuk asuransi. Karena itu jangan menunda nunda untuk memiliki asuransi penyakit kritis Allianz.

Saat yang paling tepat untuk membeli asuransi sakit kritis Allianz adalah sekarang, bukan nanti, besok atau lusa karena kita tidak pernah tahu apa yang bakal terjadi besok.

Jika besok tidak tiba Anda sudah terkena penyakit kritis bagaimana? Berarti terlambat donk keinginan Anda untuk dapat diproteksi oleh asuransi Allianz. Dengan memiliki asuransi penyakit kronis Allianz, Anda akan diberikan uang santunan dalam bentuk tunai yang dapat Anda manfaatkan untuk mengobati penyakit Anda. Anda tidak perlu sibuk untuk menjual tanah Anda untuk biaya berobat lagi.

asuransi allianz lengkap
pesan sekarang

Leave A Comment...