previous arrow
next arrow
Slider

Ayo, Beli Asuransi Disaat Masih Sehat

Kapan saat yang tepat untuk membeli asuransi, baik asuransi jiwa maupun asuransi kesehatan? Jawabannya adalah di saat kondisi anda masih sehat dan tidak memiliki penyakit apapun. Biasanya jika usia anda masih muda, sekitaran 20 – 30 tahun an, merupakan usia yang paling tepat untuk memiliki asuransi jiwa.

Tidak perduli apakah anda telah menikah, sudah memiliki anak atau masih lajang. Yang perlu anda ingat adalah, sudah masuk usia 20 an atau 30 an, sudah harus minimal memiliki 1 asuransi jiwa. Sampai dengan hari ini bahkan saya telah memiliki 3 buah asuransi dari provider yang berbeda, padahal saat artikel ini saya tulis, usia baru memasuki 35 tahun. Hehe…

Saya ingin bercerita sedikit pengalaman saya suatu ketika dimana saya mendapat telepon dari seorang pemuda. Pemuda ini meminta tolong untuk didaftarkan asuransi untuk ibundanya tercinta. Rupanya pemuda ini mendapat nomor kontak saya dari blog saya: www.asuransi-jiwa.org. Dia minta dipilihkan produk terbaik Allianz yang cocok untuk ibundanya.

Ibu : Selamat siang, ini dengan agen asuransi Allianz?
Saya : Betul, Pak. Saya Pieter, agen asuransi Allianz. Ada yang bisa saya bantu, Pak?
Ibu : Saya ingin mendaftar asuransi untuk ibu saya. Usianya sudah agak lanjut. Apakah bisa?
Saya : Oh, bisa, Pak. Sangat bisa malah.
Ibu : Tapi ibu saya sekarang sedang dirawat inap. Saya pakai BPJS. Tapi agak ribet nih. Penangannaya juga kayaknya kurang maksimal. Saya pingin pakai asuransi swasta saja.
Saya : Baik Pak, tolong SMS kan nama dan tanggal lahir ibundanya ya.

Awalnya saya sangat semangat ingin membantu pemuda ini yang kelihatannya sedang sangat membutuhkan asuransi tersebut. Tetapi begitu si pemuda ini menyebut ibundanya sedang dirawat di rumah sakit, saya jadi tertegun lesu.

Sebab untuk mengambil asuransi swasta, apa pun jenis perusahaannya ada syarat pre-existing condition yang artinya adalah saat itu calon nasabah harus dalam kondisi sehat. Nah, dalam kasus ini tentu ibunda yang sedang dirawat tidak bisa langsung mendaftar asuransi bukan?

Kalau begitu apa gunanya asuransi? Nah, di sinilah seringkali banyak yang tidak paham atau salah kaprah. Asuransi itu menerapkan prinsip “Sedia Payung Sebelum Hujan”. Berasuransi itu mirip dengan menabung. Kenapa mirip?

Bedanya uang yang disetorkan tidak bisa diambil sewaktu-waktu. Tapi keunggulannya yaitu jika terjadi apa-apa kemalangan atau musibah dengan yang bersangkutan, maka uang pertanggungan langsung keluar dalam jumlah yang cukup banyak.

Misalnya kita membeli asuransi penyakit kritis dengan premi Rp 500 ribu perbulan  dengan uang pertanggungan sebesar misalnya Rp 500 juta, maka jika sewaktu-waktu kita mengalami salah satu kondisi sakit kritis, maka uang pertanggungan itu akan tetap keluar. Tidak harus menunggu uang premi yang kita setor mencapai sejumlah itu.

Contohnya apabila kita baru membayar premi tadi selama 3 tahun, maka total premi yang kita bayarkan adalah sejumlah Rp. 18 juta (Rp. 500.000 per bulan alias Rp 6.000.000 per tahun), dan di tahun ketiga itu apabila kita mengalami penyakit kritis, maka uang santunan sakit kritis itu sebesar Rp 500 juta itu akan cair.

Bayangkan anda cuma membayar Rp. 18 juta saja tetap anda bisa menerima Rp. 500 juta. Coba kalau anda cuma menabung di tabungan biasa saja, mana mungkin uang Rp. 18 juta di tabungan anda bisa tiba tiba berubah menjadi Rp. 500 juta.  Tapi syaratnya ya itu tadi. Pada saat mendaftar, si nasabah memang harus dalam kondisi sehat.

Kalau misalnya setelah kita membeli asuransi trus kita sehat selalu bagaimana? Rugi dong karena tidak pernah klaim? Tentu saja tidak rugi. Dengan berasuransi kita mendapatkan rasa aman dan ketenteraman. Ibaratnya gini, kalau ada orang bayar satpam untuk menjaga rumahnya atau perusahaannya tapi malah tidak pernah ada kasus kemalingan, apakah itu bisa dikatakan rugi? Tidak kan?

Namun jika anda membeli asuransi jiwa, dipastikan anda tidak akan rugi kok. Karena suatu saat anda pasti akan meninggal dunia kan? Pada saat anda meninggal dunia, bukankah ahli waris anda akan mendapatkan uang santunan kematian dalam jumlah besar mulai dari ratusan juta sampai milyaran tergantung kesepakatan awal di saat anda membeli polis asuransi jiwa.

asuransi bayar biaya rumah sakit sesuai tagihan

Kecuali jika anda adalah manusia abadi, immortal person yang tidak bisa mati, nah, asuransi tidak laku bagi anda. Namun sudah kodratnya kalau hidup manusia itu memiliki batas bukan?

Tapi alasan semacam ini terkadang belum bisa diterima. Sebab terkadang, bahkan mungkin banyak orang yang merasa akan sehat terus, bahkan merasa dapat mengatur kematian sehingga merasa rugi jika hanya mendapat yang namanya “rasa aman” ini. Nah, di sinilah kemudian muncul asuransi modern yang disebut dengan TAPRO (Tabungan Proteksi) Allianz.

Ketika nasabah sepanjang hidupnya tidak sakit, maka ia tetap mendapatkan nilai tunai. Nilai tunai yang ia dapat adalah warisan. Uang yang ia setorkan akan menjadi warisan bagi keluarganya. Kedua, karena TAPRO Allianz menggabungkan asuransi dengan investasi, pada tahun-tahun tertentu, terutama jika hasil investasi baik, nasabah juga bisa mencairkan sebagian hasil investasinya.

Intinya, berasuransilah selagi sehat, jangan menunggu sampai sudah sakit baru kemudian terpikir untuk berasuransi. Sebab ketika sudah sakit (apalagi sakitnya parah) tak ada lagi perusahaan asuransi yang mau menerima anda menjadi nasabahnya. Bahkan sampai anda memohon mohon ke perusahaan asuransi juga sudah tidak ada gunanya lagi.

Ingat, hidup kita cuma 1x di dunia ini. Lalu kenapa tidak mau memanfaatkan asuransi untuk memproteksi hidup anda yang sangat berharga ini? Toh, uang yang kita setorkan tidak hangus begitu saja. Kalau sudah sakit tapi tetap mau asuransi solusinya ya BPJS itu tadi, yang tentunya juga dengan pelayanan standar BPJS yang sudah ditentukan.

asuransi allianz lengkap
beli asuransi allianz