Asuransi bukan Keinginan tetapi Kebutuhan

Membeli dan memiliki asuransi, apakah perlu? Pada saat kita memutuskan untuk membeli asuransi khusus asuransi jiwa maupun asuransi kesehatan, itu berarti kita telah berkomitmen untuk membayar premi secara rutin setiap bulannya. Uang premi itu tentunya disisihkan dari pendapatan yang kita peroleh setiap bulannya baik dari gaji (jika kita berstatus sebagai karyawan/pegawai) maupun dari hasil usaha (jika kita adalah seorang pengusaha).

Nah, agar supaya pembayaran premi kita lancar setiap bulannya, sebenarnya bukan ditentukan oleh berapa besar pendapatan yang kita terima setiap bulannya tetapi lebih ditentukan seberapa penting peran asuransi ini bagi hidup kita. Dengan kata lain, apakah asuransi ini merupakan sebuah kebutuhan atau hanya sekedar keinginan?

Seperti telah dijelaskan diatas bahwa kebutuhan setiap orang cenderung berubah seiring dengan berjalannya waktu. Perubahan ini mencakup perubahan dalam tahapan kehidupan, gaya hidup, serta resiko kehidupan. Selain itu perubahan, perubahan eksternal juga mungkin saja terjadi dan berpengaruh terhadap setiap orang, seperti perubahan ekonomi secara makro.

Apapun tahap kehidupan yang dilalui seseorang, asuransi merupakan suatukebutuhan yang sangat penting dalam membantu mencapai tujuan-tujuan mereka.

agen asuransi allianz

Berikut adalah lima tahapan kehidupan manusia :

  • Muda & Tanpa Tanggungan. Pada tahap ini seseorang tengah sibuk membangun karir atau sedang merencanakan pernikahan. Untuk itu , orang pada tahap kehidupan ini tentunya sudah harus mulai menabung, entah untuk mempersiapkan pesta pernikahan mereka ataupun jika masih ingin melajang. Asuransi tetap saja diperlukan sebagai payung sebelum hujan misalnya di kala anda jatuh sakit atau tertimpa musibah kecelakaan atau terdiagnosa penyakit kritis. Meskipun belum ada tanggungan, anda juga pasti tidak mau merepotkan orang tua dan saudara saudara anda kan apabila anda tertimpa kemalangan ini. Dengan memiliki asuransi, cukup perusahaan asuransi saja yang akan mengcover semua biaya yang anda perlukan, tidak perlu sampai meminta atau bahkan meminjam uang sama orang tua dan saudara saudara anda. Orang tua anda sudah susah payah membesarkan dan mendidik anda hingga sedewasa ini, masa sekarang, di saat anda sudah dewasa dan mulai bekerja, anda masih mau merepotkan mereka lagi? Malu dong ahh….
  • Lajang Profesional. Di tahapan ini seseorang biasanya telah memiliki situasi keuangan mapan seiring dengan laju karir yang dirintisnya. Namun terkadang peristiwa yang tidak diinginkan dapat saja terjadi setiap saat dan tentunya mereka memerlukan perlindungan penghasilan atas diri sendiri. Inilah alasan mengapa asuransi juga sangat berperan penting di tahap ini. Anda tentunya tidak mau kan uang yang telah anda peroleh akhirnya habis digunakan hanya untuk biaya berobat nantinya. Apalagi jika sampai terkena penyakit kritis, wahhh, ada duit berapa besar pun tidak akan cukup untuk membayar biaya pengobatannya. Gaji berapapun akan ludes, bahkan mobil yang baru anda beli maupun rumah yang baru anda KPR juga terpaksa harus digadaikan hanya untuk membayar biaya pengobatan. Tanpa asuransi, dipastikan masa depan anda akan suram meskipun usia anda masih tregolong muda di tahap ini. Jadi jangan main main dengan anggap remeh dengan pentingnya asuransi ya.
  • Pasangan Muda. Memasuki kehidupan baru, seseorang yang berada pada tahapan ini memiliki tanggung jawab yang lebih besar karena mereka sudah harus merencakan masa depan mereka dan anak-anak mereka kelak. Seseorang harus mempertimbangkan perencanaan keuangan serta perlindungan penghasilan untuk mengantisipasi kebutuhan di masa depan, seperti membiayai pemeriksaan kesehatan, kelahiran anak, biaya berlibur, serta dana untuk membiayai pendidikan anak. Jika di saat masih lajang, asuransi itu sudah sangat penting bagi anda, apalagi jika sudah berkeluarga. Meskipun belum memiliki anak, memiliki asuransi sejak dini memiliki keuntungan tersendiri juga. Disamping harga premi yang masih murah karena usia masuk yang masih muda, anggaran anda untuk membayar premi juga masih tergolong ringan karena belum ada kebutuhan lain lain seperti membeli susu untuk anak, membeli popok anak, membayar uang sekolah anak, dan lain lain. Mulailah beli asuransi di tahap ini jika di saat masih melajang anda belum punya asuransi. Istri anda juga pastinya akan mendukung anda untuk memiliki asuransi. Percayalah, kecuali jika istri anda bloon alias oon.
  • Dikaruniai Anak-anak. Sebagai orang tua yang bertanggung jawab, mempersembahkan hadiah terindah berupa pendidikan terbaik dan berkwalitas untuk anak tentunya menjadi suatu hal yang sangat penting. Walaupun terkadang mereka harus bertemu dengan kendala utama yaitu biaya pendidikan yang semakin hari semakin meningkat. Untuk mengatasi hal ini, seseorang harus sejak dini mulai menabung sehingga kemungkinan terkumpulnya dana pendidikan tersebut akan semakin besar, dan impian mereka untuk memberikan pendidikan terbaik untuk anak-anak mereka akan dapat terwujud. Kebutuhan akan asuransi sudah dipastikan lebih penting lagi di tahap ini dibandingkan di saat anda masih melajang. Selain asuransi penyakit kritis, anda sudah mesti mempersiapkan asuransi jiwa dengan ahli waris istri maupun anak anda di tahap ini. Anda tentu tidak mau kan masa depan istri dan anak anda menjadi suram apabila musibah atau kemalangan tiba tiba meninmpa anda dan membuat anda mati muda. Anak anda bisa terancam putus sekolah jika anda tidak nekad untuk tidak memiliki asuransi di tahap ini. Jika istri anda adalah seorang wanita yang bijaksana, saya yakin dia juga pasti akan merelakan uang belanja bulanannya dipotong untuk membayar premi asuransi karena toh pada akhirnya manfaat dari asuransi ini juga nantinya akan dinikmati oleh istri dan anak anak nya kelak. Namun anehnya masih banyak istri bodoh dan super tolol yang malah melarang suaminya untuk membeli asuransi. Saya banyak menemukan case semacam ini dimana sang suami yang sangat mencintai istri dan anaknya, ingin supaya hidup istri dan anak anaknya tidak susah kelak apabila sesuatu musibah menimpa dirinya. Oleh karena itu si suami berencana membeli asuransi dan mulai mencari cari asuransi yang paling bagus. Nah setelah ketemu dengan asuransi yang diinginkannya, dan sesuai dari segi premi dan manfaat kemudian, si suami yang baik dan bertanggung jawab ini mengatakan bahwa dia akan berdiskusi dengan istrinya dulu sebelum dia memutuskan untuk membeli asuransi. Nah akhirnya setelah berdiskusi dengan istri, si suami yang takut istri ini akhirnya tidak jadi beli asuransi. Sampai suatu saat, tiba tiba si suami mendadak mengalami kemalangan dan mengakibatkan istrinya menjadi janda dan anak anak nya kehilangan sosok seorang ayah. Jadilah si istri ini menjadi single parent yang di satu sisi mesti bekerja banting tulang untuk mencari nafkah (padahal sebelumnya si istri ini hanya seorang ibu rumah tangga) dan di sini lain mesti membesarkan dan mendidik anak nya seorang diri. Si suami tidak meninggalkan tabungan yang banyak untuk mereka, bahkan rumah yang mereka tempati juga masih ngontrak. Jadi mau gak mau si istri mesti bekerja ekstra keras demi untuk masa depan anak anak nya. Sudah pasti standar hidup mereka juga pasti akan menurun karena ini. Yang tadinya dalam seminggu bisa makan lauk ayam goreng 5x mungkin sekarang jadi berkurang hanya menjadi 2-3 kali saja. Inilah imbas dari tindakan istri yang super goblok ini. Karena tidak rela uang belanja bulanannya berkurang demi untuk membayar premi asuransi, akhirnya sekarang dia harus membayar harga yang sangat malah. Menyesal juga sudah terlambat. Mau meratapi nasib juga sudah tidak berguna karena nasi sudah menjadi bubur. Coba di saat suaminya berdiskusi dengannya, dia mengiyakan untuk memiliki asuransi, tentunya dia takkan menjadi se sengsara ini sekarang. Uang Pertanggungan asuransi pasti dapat memenuhi kebutuhan dia dan anak anak bahkan uang tersebut bisa dimanfaatkan untuk membiayai biaya pendidikan anak. Si istri juga dapat menggunakan uang pertanggungan asuransi itu untuk modal usaha juga jadi dia tidak perlu kerja makan gaji sama orang atau tidak perlu menjadi babu/jongos orang lain. Makanya jika mau punya masa depan yang cerah, saya sarankan pada semua istri istri untuk mendorong suami untuk memiliki asuransi, khususnya asuransi jiwa lah minimal. Premi asuransi jiwa sendiri tidak mahal kok. Di Allianz, dengan premi Rp 500.000 per bulan, anda sudah dapat memiliki asuransi jiwa dengan uang pertanggungan sebesar minimal setengah sampai dengan 1 milyar rupiah. Murahkan?
  • Masa Tua & Pensiun. Setelah sepanjang hidup mengurusi anak-anak tercinta, disaat ini seseorang ingin dapat menikmati kehidupan di hari tuanya. Dengan merencanakan pensiun sedini mungkin, seseorang dapat menikmati keuntungan yang diperoleh dari hasil investasi dana mereka untuk menikmati hidup di hari tua mereka tanpa harus pusing memikirkan dari mana dana untuk membiayai hidup mereka di masa pensiun tersebut. Jika anda membeli dan memiliki asuransi Tapro Allianz sejak usia anda masih muda, kini mungkin hasil investasi dari asuransi anda sudah lumayan besar nilainya. Nilai tunai yang besar di polis asuransi anda bisa anda manfaatkan untuk cuti premi atau sebagian bisa anda tarik dan pergunakan untuk keperluan mendadak nantinya. Anda juga bisa merasa tenang karena asuransi jiwa dan asuransi penyakit kritis Allianz yang telah anda beli dan miliki sejak usia anda masih muda itu masih mengcover dan melindungi anda selama seumur hidup anda (sampai usia anda mencapai 100 tahun). Agak berbeda dengan asuransi dari perusahaan lain pada umumnya yang hanya mengcover sampai usia 70 tahun untuk manfaat penyakit kritisnya dimana sangat nanggung sekali. Kalau di Allianz, tidaklah demikian karena kita berkomitmen untuk totalitas memberikan proteksi yang paling maksimal kepada anda sekeluarga.
Baca juga :  Kendalikan Risiko dengan Asuransi Allianz

Perubahan gaya hidup berhubungan dengan kondisi yang dimiliki seseorang. Semakin tinggi jabatan seseorang akan diiringi oleh semakin tingginya penghasilan, dan ini pun biasanya dibarengi dengan meningkatnya gaya hidup yang mereka jalani sehari-hari.

Ketika pencari nafkah meninggal dan penghasilan utama hilang, keluarganya terpaksa harus menurunkan gaya hidupnya. Bagi sebagian orang, menurunkan gaya hidup menjadi suatu hal yang sangat sulit dilakukan. Asuransi dibutuhkan agar keluarga dapat terus memperoleh penghasilan dan tetap dapat mempertahankan gaya hidupnya sepeninggal si pencari nafkah.

Disamping perubahan tahapan kehidupan dan gaya hidup, orang juga dihadapkan pada berbagai resiko kehidupan, dan resiko ini terus meningkat seiring dengan berjalannya waktu.

Risiko penyakit kritis yang lazim yang dulu diderita oleh orang yang berusia lanjut, kini sangat  banyak ditemukan menyerang orang-orang yang masih berusia muda bahkan yang masih usia belasan tahun.

Demikian juga dengan munculnya penyakit-penyakit kritis baru yang membutuhkan biaya yang sangat tinggi untuk biaya perawatan dan penyembuhannya.

Dengan memiliki perlindungan asuransi yang memadai seperti asuransi Allianz, tentunya dapat meringankan beban atas tingginya biaya yang harus dikeluarkan ketika resiko kehidupan ini menimpa diri.

sakit butuh uang

Intinya dengan memiliki asuransi Allianz, anda dan anggota keluarga akan merasa lebih tentram dan nyaman dalam menjalani kehidupannya. Jadi apakah asuransi itu adalah kebutuhan atau hanya sekedar keinginan? Silahkan anda jawab sendiri.

asuransi allianz lengkap
pesan sekarang

Leave A Comment...